
"Ini kamar mu sayang?" Tanya Keynan antusias.
"Ya! Ini kamarku. Maaf bila kamar ku tidak seluas dan semewah kamarmu dikediaman keluarga Kristian." Balas Biola acuh.
Keynan mengerucutkan bibirnya karena kesal mendengar ucapan istrinya.
"Hei sayang! kamar ku juga kamar mu. Kau istriku dan aku suamimu. Jadi apa yang aku miliki itu semua juga milikmu begitu juga sebaliknya. Setelah kita menikah tidak ada kata milikmu dan milikku karena setelah kita menikah kita akan saling memiliki dan akan menjadi satu dalam satu keluarga." Ucap Keynan sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Oh ya?" Tanya Biola pura-pura tak percaya. Rasanya Biola sangat ingin membalikan kata-kata Keynan barusan.
"Tentu saja." Jawab Keynan tanpa ragu dan masih memeluk Biola dari belakang dengan posesifnya.
"Terus kenapa tadi kamu tanya 'ini kamar mu sayang?'?" Tanya Biola yang mengulangi perkataan suaminya sambil tersenyum menahan tawa.
Keynan melepaskan tangan kanannya dari pinggang istrinya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda. Karena Biola membalikan kata-katanya.
"Sayang, kau sedang mempermainkanku ya?" Keynan membalikan tubuh istrinya saling berhadapan dengan kedua tanggan Keynan yang masih memeluk pinggang istrinya. Keynan menatap wajah istrinya yang terlihat sedang menahan tawanya.
"Enggak!" Jawab Biola singkat sambil memalingkan wajanya dari pandangan Keynan.
"Kalau begitu tatap wajahku." Keynan menatik dagu Biola agar Keynan dapat melihat wajah istrinya.
"Hahaha.... kau bodoh." Tawa Biola pecah saat melihat wajah Keynan yang sudah dibodohi oleh Biola.
"Oh... jadi ceritanya udah berani membodohi suami ya?" Tanya Keynan sambil menyeringai menatap istrinya yang sedang tertawa.
"Kau yang sering membodohi istri jadi gak ada salahnya sebagai istri yang terus menerus dibodohi oleh suaminya membalas membodohi suaminya balik." Jawab Biola dengan begitu seriusnya saking seriusnya ucapan Biola membuat Keynan gemas kepada Biola dan langsung mencium bibir istrinya dengan rakusnya.
"Ini sebagai DP dari hukumanmu karena telah membodohi balik suamimu sendiri. Dan untuk pelunasannya nanti setelah kita mandi." Ucap Keynan sambil menyeringi dan mengusap bibir istrinya yang terdapat saliva akibat ciuman panas mereka.
__ADS_1
Biola mematung mendengar ucapan suaminya. DP, pelunasan, emangnya Biola sedang berhutang apa? Fikir Biola kesal.
Ketika Biola ingin memarahi suaminya, ternyata suaminya itu telah masuk kedalam kamar mandi dengan tergesah-gesah.
"Is nyebelun banget punya suami mesum." Gerutu Biola saat menyadari suaminya telah ngacir kekamar mandi.
Tok..... tok... tok...
Suara pintu kamar Biola diketuk. Biolapun membuka pintu kamarnya dan yang mengetuk pintu kamarnya adalah Mona.
"Ada apa dia ke kamarku? Biasanya dia tidak pernah mau menginjakan kakinya didepan pintu kamarku." Gumam Biola sambil menatap Mona yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang ditutupi oleh jubah tidurnya sehingga Biola tidak tahu pakain tidur seperti apa yang mona kenakan malam ini.
"Ada apa?" Tanya Biola saat melihat Mona yang hanya berdiri dihadapannya tanpa sepatah katapun.
"Eh... itu Kak. Emm... Ayah tadi minta tolong sama aku untuk memanggil Kakak. Katanya ada hal penting yang ingin Ayah sampaikan." Ucap Mona dengan gugup seperti menyembunyikan sesuatu.
"Tidak ada. Tapi tadi kata Ayah harus cepet-cepet soalnya penting." Ucap Mona mencurigakan.
Tanpa pikir panjang Biola langsung menutup pintu kamarnya dan beranjak kekamar Pak Bayu.
"Huhhh..... akhirnya dia pergi juga. Setelah ini Keynan akan menjadi milik gue seutuhnya. Mama pasti akan mengulur waktu untuk ku jadi aku harus bisa memanfatkan kesempatan ini sebaik-baiknya." Ucap Mona didalam hati sambil membuka kembali pintu kamar Biola yang sempat Biola tutup dan Monapun masuk kedalam kamar Biola dan Keynan.
Bi Sumi melihat tingkah Mona yang mencurigakan. Ditambah dia sempat melihat Mama Mirna memasukan obat kedalam minuman Keynan saat dimeja makan. Bi Sumi yakin kalau obat itu pasti tidak beres.
Bi Sumi menyusul Biola tapi langkahnya terhenti pada saat dia mendengar suara seorang wanita yang sering Bi Sumi sebut iblis.
"Mau kemana kamu? Apa mau memberitahukan rencana ku dan anakku kepada anak dari wanita murahan itu? Coba saja kalau kamu berani dan keluargamu akan musnah besok. Seharusnya aku lenyapkan saja kamu pada waktu itu sehingga kamu tidak menyusahkanku dimasa depan." Ucap wanita itu yang tak lain adalah Mama Mirna yang sudah curiga kalau asisten rumah tangganya sekaligus pengasuh Biola dan Mona dulu itu akan mengganggu rencana jahatnya.
Bi Sumi membalikan tubuhnya menghadap kearah Mama Mirna. Tubuh Bi Sumi bergetar dengan hebatnya karena telah ketahuan oleh wanita iblis yang selalu mengancam keluarganya.
__ADS_1
"Apa? Jadi sekarng kamu sudah berani melawan hah!! Maka jangan salahkan aku jika aku membantai seluruh keluargamu dikampung. Kamu gak inget dengan orang yang pernah aku tunjukan potonya sama kamu. Dengan satu gerakan dari dirinya maka dalam satu malam keluarga kecilmu dikampung akan habis. Lalu setelah itu kamu akan menyusul mereka." Bentak Mama Mirna penuh ancaman yang membuat Bi Sumi ketakutan.
"Maafkan saya Nyonya, tolong jangan sakiti keluarga saya. Saya rela dibunuh asalkan keluarga saya tidak dibunuh. Mereka adalah menyemangat saya untuk hidup. Jika mereka dibunuh maka saya tidak punya lagi alasan untuk hidup." Ucap Bi Sumi sambil terduduk dilantai dan terisak.
"Maka dari itu jangan ganggu rencana saya dan putri saya lagi. Sedikit saja kamu melakukan kesalahan atau membongkar rahasia saya dimasa lalu maka kematianlah yang akan mendatangi keluarga kecilmu." Ancam Mama mirna dengan penuh penekanan.
"Maafkan Bibi, Nona Biola. Lagi-lagi Bibi tidak bisa melindungi Nona Biola lagi. Dosa Bibi semakin banyak kepada Nona Biola. Maafkan Bibi Nona." Batin Bi Sumi sambil terisak.
"Sana pergi!! Aku gak mau lihat wajah kamu lagi untuk malam ini. Jadi kamu harus menghilang untuk malam ini agar rencanaku berhasil." Ucap Mama Mirna mengusir Bi Sumi.
"Baik Nyonya." Bi Sumi pun meninggalkan kediaman keluarga Anggara untuk malam ini saja dengan berat hati dan dipenuhi rasa bersalah.
•••••
Disisi lain Keynan yang sedang mandi terus mengguyur dirinya dibawah guyuran sower.
Entah kenapa badannya terasa sangat panas dan ingin dipuaskan oleh sang istri. Ia yakin kalau keadaannya saat ini adalah ulah dari Ibu dan anak penggila harta itu.
BUUKKK.....
"SIALLL!!!.. Kenapa gue bisa sampai selengah ini. Padahal pada saat si Nenek sihir itu ngasih minuman gue udah ngerasa curiga makannya gue gak minum. Tapi gue gak nyangka kalau Nenek Sihir itu memiliki begitu rencana licik lainnya." Teriak Keynan didalam kamar mandi sambil meninju tembok yang ada dihadapannya dengan kuat sehingga membuat tangan Keynan berdarah. Keynan tak henti-hentinya mengerutuki kebodohannya.
Yah Keynan tidak meminum minuman yang diberikan Mama Mirna karena dia sudah curiga dengan gerak-gerik Ibu dan anak itu. Sehingga dia membuat derama dan menjatuhkam minuman Biola sehingga suasana menjadi kacau dan semua orang tak akan memaksa Biola maupun Keynan minum minuman yang dibawakan oleh Mama Mirna.
Tapi Keynan salah besar. Karena hanya mencurigai mereka pada saat itu dan tidak curiga pada makan malamnya.
"SIAL!!!... Sayang aku sangat menginginkanmu." Bentak Keynan sambil mengingat wajah istrinya yang sangat menggoda baginya.
_________________________
__ADS_1