
"Aaaa....... " Keynan membuka mulutnya lebar-lebar dengan kepalanya yang ia baringkan dipangkuan istrinya yang sedang duduk diruang keluarga.
Dengan malasnya Biola menyuapi stroberi kepada sauaminya.
Entah kenapa dihari minggu yang cerah ini Keynan tiba-tiba meminta stroberi dan harus Biola lah yang menyuapi Keynan makan stroberi.
Dengan helaan nafas yang panjang Biola mulai mengeluh tentang keterbalikan didalam hidupnya. Istri orang lain yang hamil pasti yang ngidam dan manja-manjaan itu istrinya lah ini malah suaminya.
Sungguh rasanya Biola ingin mengeluh karena berasa jadi suami siaga untuk istrinya. Jika ada kehidupan sebelumnya seperti di Novel-Novel dan difilm-film apa mungkin dulunya Biola adalah seorang laki-laki dan Keynan adalah istri dari Biola. Itulah imajinasi yang Biola pikirkan saat ini.
"Yang itu sayang! kayaknya enak." Saut Keynan sambil menunjuk stroberi yang paling besar.
Dengan gerakan lambatnya Biola mengambil stroberi yang ditunjukan oleh Keynan. Keynan yang tak sabaran dengan gerakan tangan istrinya yang lamban pun langsung menarik tangan istrinya dan memakan stroberi yang ada ditangan istrinya.
Dengan sengajanya Keynan menjilati jari istrinya yang memegang stoberi setelah memakan stoberinya. Wajah Biola memanas saat merasakan ulah nakal suaminya.
"Keynan kamu apa-apaan si!" Kesal Biola sambil menarik tangannya dari mulut suaminya.
"Makan stroberi sayang. Kamu kan yang nyuapin aku masa kamu gak tahu aku lagi makan apa." Ucap Keynan dengan santainya.
"Tapi jariku jangan dijilati juga Keynan." Kesal Biola yang tidak dihiraukan oleh Keynan.
Keynan dengan manjanya melingkarkan tangannya dipinggang ramping istrinya sambil membenamkan wajahnya kedalam perut istrinya.
"Hahaha..... Key geli..." Tawa Biola saat Keynan menggosok-gosokkan wajahnya didalam perut istrinya.
"Bentar sayang, aku mau tahu apa yang sedang dilakukan anak kita didalam perutmu." Jawab Keynan dengan pura-pura polosnya.
Biola malah semakin mengeraskan tawanya karena ulah suaminya yang luar biasa nakal.
"Hahaha.... Lepas itu geli Key. Kamu kalau ngomong jangan ngelantur." Ucap Biola sambil tertawa.
Keynan menghentikan aksinya dan menatap wajah istrinya dengan bibir yang ia monyongkan beberapa centi.
"Aku gak lagi ngomong ngelantur sayang. Aku benar-benar ingin tahu apa yang dilakukan anak kita didalam." Balas Keynan dengan bibir monyongnya.
Biola terkekeh geli didalam hati saat melihat bibir monyong suaminya.
Dengan seringaian jailnya Biola menagkup kedua pipi Keynan dengan gemasnya sehingga bibir Keynan tambah monyong.
__ADS_1
"Uhhh.... Big baby ku gak sabar ya mau jadi Daddy? Yang sabar ya sayang. Kita tunggu 8 bulan lagi." Ucap Biola yang gemas melihat tingkah manja suaminya.
Keynan menelan salivanya saat melihat senyuman indah dan menggoda dari Bibir istrinya.
Dengan sekali tarikan Keynan menarik tengkuk leher istrinya agar Keynan dapat mencium bibir istrinya yang sangat menggoda.
Biola membelalakan matanya karena Keynan menciumnya secara tiba-tiba.
"Aku memang gak sabar pengen lihat malaikat mungil kita yang akan melengkapi keluarga kecil kita nantinya sayang." Ucap Keynan setelah melepaskan ciumannya dari istrinya.
"Ih Keynan aku sudah bilang kalau kita lagi diluar jangan cium aku." Kesal Biola sambil menutupi wajahnya yang memerah karena malu.
"Ini kan dirumah sayang." Jawab Keynan dengan santainya.
"Iya aku tahu kita lagi ada dirumah tapi banyak para pelayan dirumah ini yang melihat kita." Bisik Biola yang masih sangat malu dengan tindakan suaminya yang telah menjadi kebiasaan bagi Keynan untuk memcium istrinya didepan umum. Karena Keynan ingin menyatakan kepada semua orang kalau Biola adalah miliknya seorang.
"Anggap aja mereka bunga yang tumbuh ditaman dan memperindah keromantisan kita sayang." Jawab Keynan dengan santainya.
Dengan kesalnya Biola menarik rambut suaminya hingga membuat Keynan menjerit kesakitan.
"Ampun sayang, nanti kepalaku botak kalau kamu narik-nari rambut aku." Ucap Keynan dengan memohon ampunan kepada istrinya.
"Kan bisa di cium kalau kamu kesal sama bibir aku. Aku ikhlas kok kalau kamu lampiasin amarahmu kepada bibir sexy aku." Ucap Keynan dengan tidak tahu malunya.
Dengan Kesalnya Biola bangkit dari duduknya sehingga membuat tubuh Keynan tersungkur kebawah sofa.
BRUKK....
"Sakit sayang!" Ucap Keynan sambil mengusap-ngusap jidatnya yang mencium lantai.
"Abis kalau ngomong sama kamu pasti gak jauh-jauh dari hal-hal mesum." Kesal Biola sambil berjalan kearah kamarnya karena ngambek.
"Iya deh aku ngaku aku salah. Sini! Kita ngobrol persoalan yang lebih penting sekarang." Ucap keynan sambil mengajak istrinya untuk duduk lagi disofa.
"Gak ah kamu pasti mau ngomongin hal-hal mesum." Tolak Biola sambi melanjutkan langkahnya.
"Ini soal kuliahmu sayang. Apa kamu melupakan soal kualiahmu? Karena aku gak pernah dengar kamu bahas soal kuliahmu." Ucap Keynan yang membuat Biola menghentikan langkahnya dan pada akhirnya Biolapun duduk disofa bersama suaminya.
"Aku sering kepikiran kok. Cuman sekarangkan aku sudah punya suami. Ditambah lagi aku sedang mengandung anak kita. Jadi aku hanya ingin fokus dengan mu dan anak kita. Lagian kuliah bagiku tidak terlalu pnting. Dulu aku kuliah hanya ingin memfokuskan diri dan menghindari keluargaku dengan kuliah. Tapi karena sekarang ada kamu, anak kita dan Papa Mama jadi aku tidak perlu menghindari keluargaku. Kalian itu adalah prioritas utamaku untuk saat ini dan selama-lamanya." Jawab Biola dengan tulusnya sehingga membuat Keynan terharu dengan ucapan istrinya.
__ADS_1
"Makasih ya sayang, makasih karena kamu lebih memikirkan aku, anak kita yang sedang kamu kandung dan seluruh keluarga Kristian ketimbang memikirkan dirimu sendiri. Tapi apa kamu masih mau melanjutkan kuliahmu?" Tanya Keynan dengan lembut.
"Aku mau si tapi untuk sekarang aku ingin mengurusmu dan anak kita. Aku masih khawatir dengan kamu yang selalu muntah-muntah diawal kehamilanku. Ditambah aku takut terjadi sesuwatu yang buruk kepada anak kita." Jawab Biola yang membuat hati Keynan menghangat.
Keynan memeluk tubuh istrinya dan mbenamkan wajah istrinya didada bidang miliknya.
"Makasih sayang, kamu memang istri yang paling pengertian dan istri yang paling hebat. Tapi bagai mana dengan kuliahmu sayang?" Tanya Keynan sambil melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu istrinya lalu menatap wajah istrinya.
"Sepertinya aku akan cuti kuliah selama aku hamil." Jawab Biola sambil tersenyum.
"Semuanya terserah kepadamu Ratuku." Balas Keynan sambil mengecup pucuk kepala istrinya.
••••••••
"Ada apa Pa? Kenapa Papa manggil aku?" Tanya Keynan yang tiba-tiba dipanggil oleh Pak Raihan keruang kerjanya saat masih mesra-mesraan bersama istrinya diruang keluarga.
"Mona meninggal." Jawab Pak Raihan to the point yang membuat Keynan kaget.
"Apa? Kenapa dia bisa mati secepat ini? Padahal aku belum sempat memberi dia pelajaran." Geram Keynan yang masih dendam dan masih mengingat kejahatan Mona kepadanya yang hampir menghancurkan rumah tangganya.
"Menurut anak buah kita yang Papa suruh mengintai mereka. Mona meninggal karena bunuh diri. Dia memotong kedua urat nadinya yang ada dikedua pergelangan tangannya. Ditambah dia dengan sengaja menancapkan potongan kaca kedalam perutnya yang pada saat itu ia sedang hamil satu bulan lebih." Jawab Pak Raihan yang membuat Keynan ngilu semdiri mendengarnya.
Bagai mana tidak ngilu, Mona dengan begitu sadisnya memotong-motong tubuhnya sendiri. Ditambah dia sedang hamil entah anak siapa.
"Apa wanita itu sudah gila?" Ucap Keynan ngelantur namun dijawab oleh Papanya.
"Sepertinya dia memang sudah mengalami gangguan jiwa. Menurut anak buah yang kita suruh Mona sering mengurung dirinya dikamar dan selalu menyalahkan dirinya sendiri setelah meninggalkan keluarga Anggara. Ditambah dia tidak mau mengakaui Ayah kandungnya sendiri. Itu sebabnya dia bisa mengalami ngangguan jiwa." Jawab Pak Raihan yang membuat Keynan membelalakan matanya tak percaya.
"Ternyata karma didunia ini masih berlaku kepada orang-orang jahat seperti mereka." Ucap Keynan sambil tersenyum kecut.
"Begitulah kehidupan. Pasti ada pembalasan dari apa yang mereka perbuat walau kita tidak bertindak langsung." Saut Pak Raihan.
"Papa benar, tapi Papa bilang mau mengurus semuanya. Tapi kenapa sampai saat ini Papa belum membereskan orang jahat itu. Padahal aku dan Biola sudah sangat menunggu untuk menempati kastil kita." Kesal Keynan yang dibalas cengiran oleh Pak Raihan.
"Papa melakukan itu juga karena ada alasannya Key. Papa sedang fokus mencari tahu tentang geng mafia yang melindungi orang jahat itu. Papa takut kita salah melangkah dan membahayakan keluarga kita." Saut Pak Raihan yang membuat Keynan membuang nafasnya kasar.
"Lalu apa Papa sudah mengetahu tentang geng mafia yang melindungi Mirna dan pacarnya?" Tanya Keynan.
"Ya Papa sudah mengetahuinya. Dan itulah yang membuat Papa semakin ragu untuk menyerang Mereka. Karena mereka dilindungi oleh geng mafia terbesar diseluruh dunia. Kelompok mafia itu bernama Angel's heart. Dimana setiap anggotanya akan dilindungi dengan sangat baik oleh kelompok mafia itu. Jadi itu sebabnya Papa tetap diam karena Papa tidak mau membahayakan keluarga kita." Jawab Pak Raihan yang membuat Keynan menghembuskan nafasnya dengan frustasi.
__ADS_1
____________________