Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 39


__ADS_3

Pagi menjelang siang, cahaya matahari bersinar sangat cerah secerah suasana hati seorang laki-laki yang baru saja melakukan malam pertamanya yang selalu diganggu.


Keynan membuka matanya perlahan. Ia melihat wajah cantik istrinya yang sedang tertidur pulas dipelukannya.


Keynan menyunggingkan senyumannya saat mengingat adegan yang ia dan istrinya lakukan semalam.


"Kamu sexy sayang." Ucap Keynan saat mengingat malam pertamanya semalam sambil menatap wajah lelah istrinya karena ulahnya.


Keynan menghujani wajah istrinya dengan kecupan. Sungguh Keynan merasa sangat bahagia sampai-samapi dia lupa kalau hari ini adalah hari pertamanya menjadi seorang CEO diperusahaan utama keluarga Kristian.


"Key... aku capek." Ucap Biola lemah dengan mata yang masih tertutup karena merasa tidurnya diganggu oleh suaminya.


"Baiklah sayang, sebagai rasa bersalahku karena telah mengganggu tidurmu semalaman. Maka kita akan menghabiskan hari ini untuk bermalas-malasan." Ucap Keynan enteng. Ia benar-benar melupakan soal pekerjaannya begitu juga dengan Biola yang melupakan tentang kuliahnya.


Mereka berdua sama-sama terlelap kembali dan masuk ke alam mimpi.


Baru beberapa detik Keynan tertidur dan berada dialam mimpi tiba-tiba saja suara keras membangunkannya dari alam mimpi.


Keynan membuka matanya karena terusik dengan suara itu. Suara itu ternyata adalah bunyi dari handphone nya.


Keynan mengambil handphonenya dan melihat siapa yang mengganggunya dipagi hari yang cerah baginya.


Dan ternyata telepon itu berasal dari Devin. Keynan ingin mengangkat teleponnya namun suara istrinya tiba-tiba menghentikannya untuk mengangkat telepon itu.


"Emmm... Key..." Ucap Biola dengan mata yang masih tertutup.


Sungguh Keynan lupa kalau Biola masih tertidur dan suara telepon itu mengganggu tidur istrinya.


Keynan segera mematikan panggilan telepon dari Devin dan memati dayakan telepon nya agar tidak ada yang mengganggu tidurnya dan tidur istrinya lagi.


Keynan menarik selimutnya lagi untuk menutupi tubuh polos mereka berdua dan menarik Biola kedalam dada bidangnya sambil mengelus rambut panjang istrinya. Berusaha untuk memberikan kenyamanan kepada istrinya agar istrinya bisa kembali tertidur.


"Maaf ya mengganggu tidurmu. Sekarang sudah tidak ada yang mengganggu lagi. Jadi tidurlah." Ucap Keynan sambil mencium kening istrinya lembut.


Ucapan Keynan berhasil membuat Biola tertidur pulas lagi. Mereka kembali tertidur dan mengarungi dunia mimpi mereka kembali.


•••••••


"Sialan lo Key, maen matiin aja pagilan gue. Gak tau apa ini udah siang bolong tapi dia masih belum datang kekantor. Mana hari ini dia jadi CEO baru diperusahan Kristian. Tapi dia nya masih belum datang. Ini bakalan jadi contoh yang tidak baik bagi kariawan dan kariawan pasti akan mencemoohnya. Ditambah nanti jam 1 siang akan ada rapat lagi." Gerutu Devin sambil membanting ponselnya keatas sofa diruanganya.


Devin ingin sekali menjemput saudara plus boss nya itu lalu menariknya keperusahaan. Tapi apalah daya, pekerjaannya sangat menumpuk. Dan tidak bisa ia tinggal begitu saja.


"Oh ya Tante Kania! Ya, kenapa gue ga kepikiran. Gue hubungin Tante Kania aja."  Fikir Devin sambil mengambil kembali handphonenya yang sempat ia lempar dan menghubungi Mama Kania.

__ADS_1


Tak berapa lama Mama Kania mengangkat telepon dari Devin.


"Hallo Dev, Ada apa?" Tanya Mama Kania diserbang sana.


"Tan, Keynan ada dirumah kan? Soalnya dari tadi aku tungguin dikantor tapi dianya gak nongol-nongol. Mana hari ini hari pertamanya memimpin perusahaan lagi. Ditambah nanti siang ada rapat." Tanya Devin sambil menjelaskan kepada Mama Kania.


"Duh.. maaf ya Dev, Tante gak tau. Soalnya dari tadi malam Tante sama Om mu nginep dihotel karena kemaleman. Kenapa kamu gak telepon Key aja?" Tanya Mama kania heran.


"Udah! Tapi teleponnya malah dimatiin." Jawab Devin.


"Ya udah kamu tunggu aja dikantor. Soalnya Tante sama Om lagi ada diperjalanan pulang. Nanti Tante lihat apa yang dilakukan anak nakal itu." Ucap Mama Kania yang disambut tawa oleh Devin.


"Ok Tan," Ucap Devin.


"Oh ya Tan, nitip jeweran ya buat anak Tante. Soalnya dia sudah buat ponakan Tante yang ganteng ini khawatir dan sibuk dengan pekerjaan yang dia tinggalkan." Ucap Devin yang disambut gelak tawa dari Mama Kania.


"Hahaha.....


Ok, nanti Tante Jewer kalau dia masih tidur." Jawab Mama Kania sambil tertawa.


•••••


20 menit kemudian, Mama Kania dan Pak Raihan sudah sampai dikediaman keluarga Kristian. Mereka berdua disambut oleh para pelayan yang saling berjejer menyambut Tuan dan Nyonya besar keluarga Kristian.


"Tuan Muda dan Nyonya Muda sedari tadi pagi masih belum keluar dari dalam kamarnya Nyonya." Jawab Maya sopan.


Mama Kania menyengitkan alisnya bingung. Karena biasanya anak dan menantunya itu selalu bangun pagi-pagi dan tidak pernah bangun ke siangan.


"Kenapa kamu tidak membangunkan mereka?" Tanya Mama Kania kepada Maya. Karena Biasanya Mayalah yang selalu membangunkan dan memanggil seluruh anggota keluarga Kristian jika sarapan telah tersaji diatas meja makan.


Maya yang ditanya hanya bisa menundukan wajahnya untuk menyembunyikan wajah meronanya karena malu. Dia tidak bisa menjelaskan kejadian yang semua pelayan dengar tadi malam.


Bagai mana tidak, Keynan melakukan malam pertamanya dengan begitu buasnya tanpa mengaktifkan peredam suara dikamarnya. Sampai-sampai membuat Biola menjerit-jerit ditengah malam dan jeritan Biola itu terdengar sampai ketelinga para pelayan.


Sungguh Maya tidaklah polos akan hal itu. Karena dia sendiri sudah menikah dan telah mengalami hal itu. Jadi dia mengerti apa yang dilakukan oleh Tuan Muda dan Nyonya Muda nya ditengah malam.


Ditambah tadi pagi saat Maya mengetuk pintu kamar Keynan dan Biola untuk memanggil Keynan dan Biola untuk sarapan. Maya dikagetkan oleh ucapan Keynan dari balik pintu yang mengatakan untuk tidak mengganggu mereka berdua.


Sungguh Maya sudah berfikir yang tidak-tidak kepada Tuan dan Nyonya mudanya kalau mereka sedang melakukan hubungan suami istri.


"Sudah Nyonya, tapi.... .." Ucap Maya tergantung.


"Tapi apa?" Tanya Mama Kania bingung.

__ADS_1


"Tapi kata Tuan Muda, dia tidak ingin diganggu." Ucap Maya dengan pipi yang sudah merona. Karena masih mengingat akan suara yang ditimbulkan oleh anak dan menantu majikannya itu.


Mama Kania membuang nafasnya kasar. Ia benar-benar heran dengan anak nya yang tidak biasanya malas-malasan.


Mama Kania pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju lantai dua kamar Keynan dan Biola.


Mama Kania langsung membuka pintu kamar Keynan dan Biola tapi kamar itu ternyata dikunci jadi Mama Kania mengetuk pintu kamar anaknya itu sambil memanggil-manggil anak dan menantunya.


"Key, Bi! Buka pintunya. Kalian mau tidur sampai kapan. Ini udah siang." Teriak Mama Kania dengan suara cemprengnya diluar pintu kamar Keynan dan Biola.


Teriakan Mama Kania yang cempreng berhasil membuat Keynan terbangun. Ia melihat istrinya yang masih tertidur lelap karena kelelahan.


"Uhh.. syukurlah Biola gak kebangun. Kasian dia, karena ulahku semalaman penuh jadi membuatnya kelelahan. Maklumlah puasanya kelamaan." Ucap Keynan dalam hati sambil menyunggingkan senyumannya.


"Key cepet buka pintunya. Apa kamu lupa kalau hari ini adalah hari pertama kamu jadi CEO diperusahan utama." Teriak Mama Kania lagi dibalik pintu.


Dengan cepat Keynan memakai pakaiannya asal. Dia tidak ingin membangunkan istrinya karena suara cempreng Mamanya.


"Iya Ma, aku udah bangun. Mama jangan teriak-teriak nanti Biola kebangun." Ucap Keynan saat dia membuka pintu lalu keluar dari kamarnya dan menutup pintu kamarnya lagi dengan rapat.


Karena didalam kamarnya masih sangat berantakan dan Biola masih tidak memakai pakaian apapun selain selimut yang menutupi tubuh polosnya. Dan jika Mamanya tau Keynan akan sangat malu.


Mama Kania yang melihat prilaku aneh anaknya yang menutup pintu kamar dengan rapat ditambah pakaiannya yang dia pakai asal pun langsung menahan tawanya.


Mama Kania sekarang sudah mengerti kenapa anaknya itu bisa kesiangan. Penampilan Keynan saat ini sangatlah urangkan.


Dia memakai kemeja berwarna putih dengan asal. Bahkan kancing kemeja yang ia pakai pun tidak sesuai pada tempatnya. Rambut Keynan yang selalu tertata rapih pun kini terlihat acak-acakkan tak beraturan.


Mama Kania rasanya ingin tertawa terbahak-bahak. Namun karena dia ingin mengerjai anaknya jadi dia berusaha untuk menahan tawanya dengan ekspresi marah.


"Kenapa bisa kesiangan? Apa kamu lupa kalau hari ini adalah hari pertama kamu memimpin perusahaan." Ucap Mama Kania dengan tegas sambil menahan tawa didalam hatinya saat melihat penambilan anaknya yang selalu terlihat rapih tapi kini terlihat kacau.


"Apa? Ya ampun Ma, aku lupa." Ucap Keynan kaget. Dia benar-benar lupa akan pekerjaannya saking masih asik ditempat tidur bersama istri tercintanya.


"Pfft... Hahaha... Makannya kalau malam tuh jangan olah raga mulu. Sampai-samapi pakaian aja gak dipake bener." Ucap Mama Kania sambil tertawa terbahak-bahak.


Sungguh dia tidak bisa menahan tawanya lebih lama lagi saat melihat penampilan anaknya yang selalu rapi kini menjadi sangat kacau.


Pipi Keynan seketika bersemu merah muda karena malu. Sungguh Mamanya itu tak pernah sekalipun melewatkan hari untuk menggoda anaknya.


"Ya u… udah aku siap-siap dulu lalu pergi kekantor." Ucap Keynan gugup. Sungguh dia sangat malu karena Mamanya mengetahui kegiatannya semalam.


___________________________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak guys 😘


__ADS_2