
Setelah seharian penuh bergelut diperusahaan, Keynan akhirnya pulang ke kediaman keluarga Kristian.
Keynan memasuki rumah keluarga Kristian dengan senyuman yang lebar. Sungguh sejak dikantor ia merasa waktu berjalan begitu lambat. Padahal Keynan sudah sangat merindukan istrinya.
Keynan ingin membuka gagang pintu kamarnya tapi tiba-tiba saja dia merasakan perasaan yang tidak enak.
"Kenapa perasaanku tidak enak ya?" Firasat Keynan sambil berbicara didalam hati. Tubuhnya tiba-tiba merinding ketakutan tanpa sebab.
"Uh... sepertinya memang ada yang terjadi." Gumam Keynan sambil memaksakan senyumannya saat dia sudah membuka pintu kamarnya dan merasakan hawa dingin yang mencekam keluar dari arah istrinya yang sedang duduk disofa sambil memainkan handphonenya.
"Hai sayang! Maaf ya, karena hari ini aku tidak bisa menepati janjiku." Ucap Keynan sambil mendekati istrinya.
"Berhenti!" Perintah Biola dengan nada dinginnya saat Keynan ingin mencium keningnya.
Keynan pun langsung mematung ditempatnya saat mengetahui suasana hati istrinya itu tidak seperti biasanya.
"Apa salahku tuhan." Gumam Keynan dalam hati.
"Ada apa sayang?" Tanya Keynan dengan raut wajah bersalah. Seolah-olah Keynan merasa kalau Biola mengetahui rahasianya yang membuat Biola marah kepadanya.
"Diam!!!" Bentak Biola dengan nada dinginnya. Seketika membuat Keynan terdiam dan menutup rapat mulutnya.
"Jawab dengan jujur, apa yang terjadi di Vila pada malam itu?" Tanya Biola dengan sedikit mengancam.
Gluk...
Keynan menelan salivanya kasar saat mendengar pertanyaan Biola. Dia sungguh lupa akan kebohongannya pada malam itu.
"Uhh... bodoh! kenapa aku bisa sampai lupa tentang derama itu." Ucap Keynan didalam hati sambil nyengir kuda kearah istrinya.
"Jawab!!!" Bentak Biola kepada suaminya.
"Yang mana sayang? aku lupa." Ucap Keynan pura-pura tidak tahu.
Biola menghembuskan nafasnya dengan kasar karena menahan emosi.
"Key, jawab dengan jujur kalau tadi malam itu adalah kali pertamanya kita melakukan hubungan suami istrikan. Dan waktu di Vila kenapa kamu ngomong kalau kita sudah melakukannya." Ucap Biola dengan nada dinginnya.
"I_itu,,, Ah.... maafkan aku sayang. Aku memang salah karena telah membohongimu. Waktu itu kita memang tidak melakukan apa-apa. Tapi itu semua juga salahmu." Tuduh Keynan kepada istrinya.
"Salahku?" Ucap Biola tak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri.
Sungguh Biola sangat kesal dengan tuduhan suaminya. Yang salah siapa tapi malah balik nyalahin. Itulah yang ada fikiran Biola saat ini.
__ADS_1
"Iya, waktu itu aku baru selesai mandi dan hanya mengenakan handuk ketika keluar dari kamar mandi. Terus aku melihat pakaianmu yang basah jadi aku takut kamu masuk angin sehingga aku menggantikan pakaianmu. Tapi... ...." Ucap Keynan terhenti sambil melihat raut wajah istrinya yang sedang ternganga tak percaya.
Sungguh Biola tercengang mendengar ucapan suaminya.
Karena suaminya itu telah berani melepaskan pakaiannya ketika dia sedang tertidur. Tapi Biola tidak mau ambil pusing. Toh mereka sudah menikah ini.
"Tapi apa?" Tanya Biola yang sudah tak sabar mendengar penjelasan suaminya.
"Yakin mau dengar?" Tanya Keynan balik kepada istrinya.
Sungguh Keynan sangat ragu untuk menjelaskan hal itu kepada istrinya, dia takut kalau istrinya itu akan malu ditambah dia memiliki firasat buruk kalau sampai dia menjelaskan apa yang terjadi pada malam itu di Vila.
"Ya." Ucap Biola singkat karena mulai kesal.
"Nanti kamu malu." Ucap Keynan sambil menatap istrinya.
Biola tidak menjawab perkatan suaminya. Dia lebih memilih menatap suaminya itu dengan tatapan dinginnya. Keynan yang melihat tatapan dingin istrinya pun mulai mengerti kalau istrinya itu ingin segera mendengarkan penjelasannya.
"Baiklah sayang, aku akan menjelaskannya. Tapi kalau kamu malu jangan salahkan aku." Ucap Keynan penuh percaya diri.
Biola hanya mengangguk menjawab perkataan suaminya karena dia sudah sangat kesal dengan penjelasan suaminya yang bertele-tele.
"Saat aku ingin mengganti pakaianmu, kamu mengigau dan menarik handukku yang pada saat itu aku hanya memakai handuk saja. Jadi..... .." Seketika Biola membelalakan matanya tak percaya.
Apa benar yang diucapakan suaminya itu? Biola sendiri tidak mempercayainya.
"Dengarkan aku dulu sayang! Pada waktu itu kamu menarik handukku disaat kamu hanya memakai pakaian dalam kamu saja. Dan sialnya pada waktu itu kamu sedang tertidur padahal aku selalu berusaha menahan diri. Kamu tau betapa aku tersiksanya dengan apa yang aku lihat tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena kamu sedang tertidur ditambah pada saat itu kamu sedang ada masalah. Aku gak mau mengganggumu pada malam itu jadi sebagai balasan atas rasa kesalku aku mengerjaimu. Aku.... ...." Penjelasan Keynan terhenti oleh ucapan istrinya yang sedikit berteriak.
"Sudah cukup. Kamu hari ini tidur diluar!" Ucap Biola sambil menundukan wajahnya kebawah dan mendorong punggung suaminya keluar dari kamar mereka.
Sungguh Biola sangat menyesal karena telah menanyakan pertanyaan yang hanya akan membuatnya sangat malu.
"Hah! Apa salahku sayang? Bukannya kamu yang minta aku menjelaskannya kenapa sekarang malah mengusirku." Perotes Keynan tak terima sambil didorong keluar kamar oleh istrinya.
"Sial, pantesan pirasatku hari ini sangat buruk." Ucap Keynan dalam hati.
"Sayang buka pintunya. Aku minta maaf. Aku ngaku aku salah. Tapi aku mohon jangan hindari aku." Ucap Keynan diluar pintu.
Biola saat ini sedang menyenderkan tubuhnya dibalik pintu yang diketuk oleh Keynan. Dia tak menyangka kalau pertanyaannya justru akan berbalik kepadanya.
Sungguh dia sangat malu sampai-sampai dia tidak ingin satu ruangan dengan suaminya.
Keynan terus menggedor-gedor pintu kamarnya dan Biola. Biola yang mendengarkan ucapan suaminya dari balik pintu sambil menggedor-gedor pintupun hanya bisa menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya sambil masih bersender dibalik pintu yang Keynan gedor-gedor. Dia benar-benar malu saat mengetahui kejadian yang sesungguhnya di Vila yang ada dibandung.
__ADS_1
Setelah setengah jam Keynan diluar pintu kamarnya, akhirnya Keynan memutuskan untuk kekamar tamu untuk memberesihkan dirinya. Karena dia berfikir kalau istrinya itu sudah tidur. Padahala sedari tadi Biola masih ada dibalik pintu karena merasa bersalah telah mengusir suaminya dari kamar mereka tapi karena rasa malunya yang sangat besar jadi membuatnya enggan untuk membukakan pintu untuk suaminya.
"Sial banget si, nyesel banget gue waktu itu bohong. Untung yang ketahuan bohong itu yang di Vila. Coba kalau ketahuan apa yang gue lakuin waktu malam pertama. Bisa-bisa dihukum lebih dari dikeluarin dari kamar." Gerutu Keynan dengan nada yang lumayan keras sampai terdengar ketelinga Biola yang ada dibalik pintu.
Biola menganga tak percaya. Ternyata suaminya itu sering membohonginya.
Cklek....
Suara pintu kamar dibuka dengan perlahan. Keynan yang mendengar suara pintu dibuka pun langsung membalikan badannya kearah istrinya.
Keynan melebarkan senyumannya saat melihat istrinya membukakan pintu untuknya.
"Aku tau kamu pasti gak tega marah-marah lama sama aku." Ucap Keynan dengan penuh percaya diri. Ia memeluk tubuh istrinya dan ingin mencium kening istrinya tapi bukannya kening yang ia cium. Melainkan telapak tangan Biola yang menghalangi ciuman Keynan dikeningnya.
Keynan mengerutkan keningnya sambil menatap wajah istrinya yang terlihat marah. Tiba-tiba ide gila terlintas difikirannya. Ia menjilati telapak tangan istrinya sehingga membuat wajah Biola merah merona seperti kepiting rebus.
Gagal sudah rencananya untuk ngambek kepada suaminya. Yang ada saat ini hanya kegugupan karena aksi suaminya. Dia benar-benar lupa niatan awalnya untuk memarahi suaminya karena aksi nakal suaminya.
Keynan menarik tangan Biola yang ia jilati dan melingkarkan tangan itu dipinggangnya. Lalu ia mencium bibir merah muda istrinya. Sungguh inilah yang selalu Keynan rindukan saat dikantornya yaitu sentuhan hangat dari istri tercintanya.
Biola yang awalnya ingin marah-marah kepada suaminya yang telah membohonginya pun malah terbawa suasana oleh permaian suaminya. Ia benar-benar sudah lupa dengan niatan awalnya untuk memarahi suaminya.
Ciuman panas mereka terus belanjut. Keynan mengangkat tubuh istrinya dan membawanya kedalam kamarnya tak lupa mengunci pintu kamarnya.
"Tunggu! Kenapa aku malah terbawa suasana? Bukannya aku mau marah-marah sama dia." Ucap Biola yang mulai sadar pada saat dia sudah diatas tempat tidur dan suaminya kini telah menindihnya.
Biola mendorong tubuh suaminya sehinga membuat suaminya menjauh sedikit dari tubuh istrinya dengan tangan yang bertopang kearah kasur .
"Ada apa lagi sayang?" Tanya Keynan yang kesal karena aksinya diganggu.
"Kamu jauhan!" Perintah Biola kepada suaminya.
Keynan menyengitkan dahinya. Ia sangat tidak percaya dengan apa yang diucapkan istrinya.
"Kenapa aku harus menjauhimu sayang." Ucap Keynan yang masih setia berada diatas tubuh istrinya.
"Aku lagi marah sama kamu! Jadi kamu harus aku hukum kalau mau deket lagi sama aku." Ucap Biola yang membuat Keynan menganga tak percaya.
Sungguh sikap istrinya itu sangat susah untuk ia tebak. Kadang dingin, kadang manja, kadang menggemaskan, dan banyak sikap aneh lainnya dari istrinya itu.
"Ya tuhan apa aku telah menikahi alien. Kenapa sikapnya sangat aneh." Jerit Keynan dalam hati. Sunghuh sikap istrinya itu benar-benar aneh. Meski dia sangat menyukai perubahan sikap istrinya yang tadinya dingin menjadi manja dan menggemaskan tapi dia tak pernah menyangka kalau istrinya juga meniliki sikap aneh selain dingin, manja dan menggemaskan.
"Untung cinta, kalau tidak aku sudah buang kamu keluar angkasa sayang. Biar bersama teman-temanmu. Tapi aku tak ingin melakukan itu karena aku sangat mencintai gadis aneh ku." Ucap Keynan dalam hati.
__ADS_1
_____________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys 😘