Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 29


__ADS_3

"Aku tahu kalau aku itu dari dulu sampai sekarang sangat tampan. Kamu seharusnya beruntung memiliki suami setampan aku." Ucap Key dengan PD nya. Dia baru keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sedang memandangi poto masa kecilnya.


Sehingga membuatnya tak tahan ingin menggoda istrinya yang menggemaskan.


PRANG....


Kaca dari bingkai poto itu pecah karena Key mengagetkan Biola yang sedang memandang poto masa kecil Key. Sehingga membuat Biola menjatuhkan poto anak kecil itu yang ternyata adalah poto masa kecil Key.


"Kau mengagetkanku Key!!" Bentak Biola sambil menatap tajam kearah Key.


"Hah! Kaget? Gue gak salah dengerkan? Istri patung es gue bilang dia kaget? Gue baru tahu istri patung es gue juga bisa kaget." Ucap Key dalam hati sambil menatap Biola heran tapi setelah itu ia menyunggingkan senyumannya.


Tapi tak lama kemudian senyuman yang tampak dibibir Key perlahan memudar pada saat dia melihat raut wajah istrinya yang tampak sedih dan terlihat kebingungan dengan dirinya sendiri.


Key mengerutuki dirinya yang menggoda istrinya diwaktu yang tidak tepat.


Tak ada senyum yang mengembang disudut bibir istrinya. Yang terlihat hanyalah kebingungan dan kesedihan seperti dibalkon tadi malam.


Biola melihat poto masa kecil Key yang sudah hancur dilantai. Entah apa yang dia pikirkan saat ini. yang jelas dia terlihat sangat bingung dan terlihat raut wajahnya yang tampak sedih memandangi poto masa kecil Key.


"Sebenarnya apa yang kamu fikirkan sayang. Sampai-sampai patung es yang aku kenal bisa kaget hanya karena ketahuan melihat poto masa kecilku." Ucap Key dalam hati sambil melirik raut wajah bingung istrinya.


Key tiba-tiba dikagetkan oleh Biola yang saat ini sedang menunduk untuk memberesihkan pecahan kaca dari pigura poto masa kecil Key.


"Jangan sayang! ini biar Teh Sarah aja yang beresin. Nanti tanganmu bisa kena pecahan beling." Cegah Key sambil memegang lengan Biola yang akan memegang pecahan kaca itu.


Biola tiba-tiba berubah jadi dingin dan cuek lagi. Dia mengabaikan ucapan suaminya dan menepis tangan suamisnya terus memberesihkan pecahan beling itu.


Entah kenapa hatinya sangat kalut. Moodnya tiba-tiba hilang. Ada sebuah perasaan bersalah yang mengganjal dihatinya. Tapi dia tidak tahu kenapa dia merasa bersalah.


Biola terus merasa kalau dia sedang melupakan sebuah janji yang sangat penting dalam hidupnya. Tapi apa? Biola sendiri tidak tahu.


"Sayang,,, hei sayang.... Bi,,, BIOLA...!!!" Teriak Key karena Biola dipanggil-panggil tapi dia malah melamun dan tidak menghiraukan perkataan suaminya.


Key memegang tangan Biola yang sedang mengumpulkan kaca pigura poto masa kecil Key dan membuat Biola supaya berdiri berhadapan dengannya. Key menarik tangan Biola kepelukannya dan melingkarkan satu tangannya dipinggang ramping Biola. Dan satunya lagi ia pakai untuk menekan kepala Biola kepelukannya.


"Ada apa?" Tanya Key dengan nada suara yang sangat khawatir. Sementara yang ditanya hanya menggeleng.


Jujur saja Biola juga bingung tentang perasaannya yang selalu merasa bersalah karena melupakan sesuatu yang bahkan menurutnya tak nyata karena kata dokter, Biola tidak pernah mengalami amesia. Tapi Biola sendiri malah merasa mengalami amesia sebagian.


"Key.." Lirih Biola.


"Hmm... Apa sayang?" Jawab Key lembut masih memeluk istrinya yang nampak terbebani oleh fikirannya.


"A_apa itu poto kamu?" Tanya Biola sambil melirik poto masa kecil Key yang sudah hancur dilantai.


Key melonggarkan pelukannya dan menatap wajah bingung dan rasa kesedihan diwajah istrinya.

__ADS_1


"Iya, itu memang poto aku waktu aku berusia 10 tahun, kata Mama si." Key memegang tangan istrinya dan mendudukan istrinya ditempat tidur.


"Kok kata Mama?" Tanya Biola bingung.


"Ya karena aku gak inget waktu aku berusia 10 tahu." Jawab Key santai sambil menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah istrinya.


"Kenapa gak inget?" Tanya Biola penasaran.


Sunggu hari ini Biola seperti gadis kecil yang sedang bertanya kepada orang tuanya.


"Karena aku mengalami amesia sebagian. Dan aku melupakan semua kenangan ku sejak aku berusia 10 tahu." Jawab Key dengan nada santai tapi ditanggapi kebingungan oleh Biola.


"Tapi kenapa kamu bisa amesia sebagian? Apakah kamu pernah mengalami kecelakaan?" Tanya Biola panik.


"Ya, aku mengalami kecelakan saat aku baru menginjak umur 11 tahun dan koma selama satu bulan lamanya. Lalu ketika aku sadar, aku hanya mengingat sampai usia 9 tahun." Cerita Key dengan raut wajah yang sedih.


Entah kenapa saat menceritakan tentang kecelakaannya dan amesianya. Key merasakan apa yang Biola rasakan yaitu bingung dan sedih. Seolah-olah ada sebuah janji yang mereka lupakan.


Tapi tak berapa lama Key menepis semua perasaan itu dengan senyuman manisnya yang ia arahkan kepada istrinya.


Biola yang melihat sekilas wajah kesedihan suaminya pun menyesal karena sudah bertanya tentang masa lalu suaminya.


"Maaf.." Ucap Biola Lirih yang mendapat senyuman dan usapan dipucuk kepalanya dari Key.


"Untuk apa minta maaf sayang. Kamu gak salah apa-apa kok minta maaf." Key gemas melihat tingkah Biola yang sangat mirif seperti anak kucing yang ketahuan mencuri.


"Sebenarnya apa yang kau pikirkan sayang. Kenapa hatiku selalu sakit saat melihat kesedihan dan kebingunganmu. Seolah-olah aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan tapi tidak tau apa yang kamu fikirkan." Gumam Key sambil menatap punggung istrinya yang kini telah menghilang dipintu kamar mandi.


••••••••


Setelah makan siang, Key dan Biola pun tertidur karena kelelahan.


Pukul 16:30 sore, Biola terbangun dari tidurnya karena merasakan ada sesuatu yang mendekapnya seperti mendekap guling. Ternya itu adalah Key yang mendekap Biola dengan sangat erat seperti guling.


"Pantesan gue ngeras sesak. Ternyata dia meluk gue erat kayak guling gini. Gimana gue gak sesak coba." Ucap Biola dalam hati sambil menyingkirkan kaki dan tangan Key yang memeluknya erat dengan perlahan karena takut membangunkan suaminya.


Biola melangkahkan kakinya kekamar mandi untuk memberesihkan tubuhnya.


20 menit kemudian Biola sudah selesai mandi dan rapih memakai pakaiannya kembali didalam kamar mandi.


Dilihatnya Key yang sedang tertidur pulas diatas tempat tidur dan memeluk guling yang sengaja Biola berikan kepada Key untuk menggantikan dirinya.


Biola tanpa sadar menyunggingkan senyumannya ketika dia melihat Key yang tampak imut saat tertidur memeluk guling.


"Imut" Ucap Biola sepontan.


Biola yang menyadari ucapannya langsung menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ahhh... kenapa gue bisa bilang dia imut. Orang dia nyebelin." Ucap Biola dalam hati.


••••••


Biola yang bosen dikamarnya akhirnya memutuskan untuk berkeliling ketaman yang luas dihalaman Vila milik Key.


"Nyonya Muda mau kemana?" Tanya Mang Aslan yang sedang menyapu ditaman halaman belakang Vila dengan ramah.


"Saya mau berkeliling." Jawab Biola dingin. Jujur Biola belum terbiasa dengan orang baru jadi sikap cuek dan dinginnya kembali lagi.


"Oh iya, silakan Nyonya Muda." Ucap Mang Aslan sambil tersenyum rama tapi dihatinya sangat kesal dengan sikap dingin majikan barunya.


"Eleh-eleh istri na Tuan Muda Keynan meuni sombong kitu nya." Ucap Mang Aslan didalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Biola sangat menyukai taman dihalaman Vila milik keluarga Kristian. Bahkan dia juga sudah merasa lebih baik dan tidak memikirkan rasa bersalah yang tidak ia ingat. Meski rasa pamiliar terus terasa di Vila itu bagi Biola.


Biola menyusuri taman dihalaman belakang Vila sambil menghirup udara yang tampak sangat segar. Pepohonan dan tanaman disana dirawat sangat baik.


Sunggu taman di Vila ini membuat mata Biola termanjakan. Mata Biola terkunci pada sebuah pohon besar dengan rumah pohon diatasnya.


Biola sangat terpesona saat melihat rumah pohon itu. Karena ini kali pertamanya melihat rumah pohon. Apa lagi rumah pohon itu sangatlah besar dan terlihat nyaman.


"Jadi rumah pohon ini yang ada dipoto Key waktu kecil." Ucap Biola dalam hati sambil melangkahkan kakinya mendekati rumah pohon itu.


Entah kenapa perasaan Biola sangat sesak saat berada dibawah rumah pohon itu.


"Loh.. ada apa ini? Kenapa hatiku sangat sesak? Rasanya sangat ingin menangis tapi menangisi apa?" Biola terus menahan perasaannya yang sesak seolah-olah ingin menangis.


Entah kenapa Biola merasakan sesuatu yang tidak asing saat melihat pohon yang ada dihadapannya. seolah-olah rumah pohon itu adalah tempat bersejarah baginya.


"Huft..hu..hu.." Biola terus mengambil nafasnya dengan cepat berusaha menenagkan hatinya yang sesak.


Lama-kelamaan entah kenapa perasaan sesak yang dialami Biola bukannya berkurang malah bertambah dan membuatnya sedikit meneteskan air mata. Solah-olah jawaban dari rasa bersalah karena melupakan sesuatu yang sangat penting itu ada dihadapannya.


Biola sendiri tidak mengerti tentang perasaannya yang aneh ini. Dulu Biola juga sering merasakan perasaan bersalah seperti melupakan sesuatu. Tapi entah kenapa perasaan itu akhir-akhir ini menjadi dua kali lipat dari yang dia rasakan dulu. Apa lagi saat dia memasuki Vila ini.


Biola menghapus air matanya dan menaiki tangga yang dibuat khusus untuk naik keatas rumah pohon.


Sungguh Biola sangat penasaran dengan perasaan aneh yang dia rasakan selama ini. Bahkan Biola yang selama 15 tahun ini tidak pernah menangis, tiba-tiba menangis tanpa sebab hanya karena melihat sebuah rumah pohon. Sungguh konyol buka?


Biola melihat kesekeliling rumah pohon yang nampak tidak terurus. Perasaan Biola jadi semakin sesak. Sangat sesak sampai-sampai dia harus mendonggakan kepalanya keatas agar air matanya tidak mengalir.


"Ada apa dengan perasaan ku?" Ucap Biola sambil menundukan kepalanya yang ia rasa perasaannya telah merasa sedikit lebih tenang dan air matanya tidak mengalir lagi.


Biola melihat sebuah laci kecil yang ada dirumah pohon itu. Ia membuka laci itu dan terdapat sebuah kotak kecil berwarna hitam yang dipenuhi oleh debu.


________________________

__ADS_1


__ADS_2