Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 78


__ADS_3

Keynan keluar dari kamar mandi. Ia melihat kesekeliling kamar untuk mencari keberadaan istrinya tapi Keynan tidak menemukan keberadaan istrinya.


"Kemana Biola? Biasanya kalau belum mandi Biola gak akan pernah keluar kamar." Ucap Keynan khawatir.


Keynan dengan terburu-buru memakai pakaiannya dengan asal. Ia langsung menuruni anak tangga dan melihat Papanya yang sedang menonton televisi sendirian diruang keluarga.


"Pa! Liat Biola gak Pa? Tadi pas aku keluar kamar mandi dia gak ada. Biasanya Biola gak akan keluar kamar kalau belum mandi terlebih dahulu." Tanya Keynan Kepada Papanya.


"Tadi Mama membawa menantunya kekamar. Pas Papa tanya mereka gak jawab." Jawab Pak Raihan.


Keynan langsung ingin menyusul istrinya ke kamar Mama Kania tapi langsung dicegah oleh Pak Raihan.


"Key jangan disusul. Biarkan saja Mamamu sama menantunya ngobrol-ngobrol. Siapa tahu mereka sedang membicarakan soal masalah wanita." Saut Pak Raihan yang dituruti oleh Keynan.


"Oh gitu ya Pa. Ya udah deh aku tunggu mereka aja." Jawab Keynan sambil duduk disebelah Papanya dan merekapun mulai mengobrol sebagai sesama pria.


Sementara disisi lain Biola sedang memejamkan matanya dengan jantung yang berdebar-debar didalam kamar mandi.


Biola sungguh takut  dengan hasil yang akan keluar dari tes pack nya. Dia takut akan mengecewakan Mama Kania jika hasilnya adalah negatif.


Akhirnya Biola tidak memeriksa hasil dari tes pack nya dan langsung keluar dari kamar mandi. Biarkan Mama Kania lah yang melihat hasil tes peck nya untuk yang pertama kali.


"Bagai mana hasilnya? Positif atau negatif?" Tanya Mama Kania antusias saat melihat menantunya keluar dari kamar mandi.


Biola yang mendengar ucapan mertuanyapun hanya bisa tersenyum kikuk sambil menyodorkan ketiga tes pack nya tanpa melihat kearah tes packnya.


"Aku belum melihatnya Ma. Aku takut hasilnya negatif." Ucap Biola dengan nada suara yang pelan.


"Ya udah sini biar Mama yang lihat." Ucap Mama Kania sambil mengambil ketiga tes packnya.


Biola melihat raut wajah mertuanya yang serius saat melihat hasil tes packnya.


Tiba-tiba raut wajah Mama Kania berubah menjadi sedih. Mama Kania bahkan sampai meneteskan air matanya saat melihat ketiga tes pack milik Biola.


Biola menghembuskan nafasnya dengan berat. Ia merasa bersalah kepada Mama Kania karena tidak bisa memenuhi keinginan mertuanya.


"Sudah ku duga pasti hasilnya negatif. Andai saja kemampuan meramal masa depanku bukan tentang kecelakaan atau kehancuran saja tapi tentang kebahagiaan juga. Ah... sial! aku lupa kalau kemampuan meramal masa depanku tidaklah seepektif dulu." Gumam Biola merasa bersalah kepada Mama mertuanya.


Biola menundukan kepalanya karena tidak tahan melihat Mama Kania menangis.


"Maaf Ma, aku......  ....." Belum sempat Biola menyelesaikan ucapannya Mama Kania sudah langsung memeluk menantunya sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan tapi masih meneteskan air mata sehingga membuat Biola kebingungan.


"Ahhh... sayang makasih!! Kamu memang mantu kesayangan Mama." Teriak Mama Kania sambil memeluk Biola.


Biola hanya mematung mendengar ucapan mertuanya.


"Jadi hasilnya negatif atau positi?" Pikir Biola sambil berucap didalam hati.


"Lihat sayang semuanya positif!" Ucap Mama Kania sambil memperlihatkan ketiga tes pack nya dengan bersemangat.


Tanpa sadar Biola menitikan air matanya sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangannya karena kaget. Dan tangan lainnya menyentuh perut ratanya dengan tak percayanya.


"Ma, aku hamil?" Tanya Biola kepada Mama Kania karena masih kaget dan masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Iya sayang, kamu hamil!" Ucap Mama Kania penuh semangat dan kembali memeluk Biola.


"Ahh.... Mama sangat senang sayang. Akhirnya Mama bisa jadi Nenek." Ucap Mama Kania sambil melepaskan pelukannya.


"Apa kamu senang sayang?" Tanya Mama Kania lembut.


Biola hanya mengangkuk karena masih tak percaya.


"Dia adalah malaikat kecil yang akan mengikat kalian dan akan melengkapi keluarga kecil kalian. Jagalah dia dengan baik dan dia akan menjaga kalian saat kalian tua nanti." Ucap Mama Kania sambil mengelus rambut menantunya.


"Terima kasih Ma, terima kasih untuk segala-galanya." Biola memeluk Mama mertuanya sambil terisak.

__ADS_1


"Sama-sama sayang. Kau adalah anakku jadi jangan sungkan kepada Mama dan Papa." Jawab Mama Kania sambil memeluk menantunya dengan penuh kasih sayang.


•••••••


Keynan terus menatap kamar Mama Kania dengan cemasnya karena kamar Mama Kania dekat dengan ruang keluarga.


Entah kenapa Keynan merasa cemas sendiri. Ia tak henti-hentinya menatap pintu kamar Mama Kania tapi tidak berani masuk kedalam.


Ehemmm.....


Pak Raihanpun berdehem karena merasa diabaikan oleh putranya.


"Segitu khawatirnya kamu sama istrimu Key. Padahal Mama Kamu gak akan memakannya." Canda Pak Raihan sambil terkekeh geli melihat tingkah Putranya yang sedang cemas.


"Bukan gitu Pa, aku juga tidak tahu kenapa? tapi aku ngerasa cemas sendiri." Jawab Keynan dengan raut wajah kusutnya.


Pak Raihan tampak berpikir sebentar lalu menepuk tangannya sehingga membuat Keynan yang sedang cemas itu tiba-tiba kaget.


"Is Pa ngagetin aja!" Gerutu Keynan yang terkejut.


"Key apa jangan-jangan Mamamu sama istrimu sedang membicarakan kita." Tebak Pak Raihan dengan wajah seriusnya.


"Maksud Papa?" Tanya Keynan dengan dahi yang mengerut.


"Masud Papa apa mereka sedang menggosipin kita tentang kejelekan kita gitu lohh..." Jelas Pak Raihan.


"Biola gak gitu Pa. Key tahu Biola itu gak suka bergosip. Gak tahu kalau istri Papa? Kayaknya sering tuh bergosip sama Ibu-Ibu arisan dan tetangganya." Ucap Keynan membela istrinya dan menjelek-jelekan Mama Kania yang memang suka bergosip.


"Itu juga Mama Kamu Key bukan istri Papa saja." Jelas Pak Raihan yang mengakui kalau iatrinya itu memang pakar bergosip.


Tak lama Kemudian pintu kamar Mama Kania terbuka. Terlihat raut wajah Mama Kania yang sangat cerah secerah hati author saat mendapat uang jajan wkwkwk....


Keynan dan Pak Raihan menatap heran kerah Mama Kania yang tersenyum lebar. Sementara dibelakang Mama Kania terlihat Biola yang sedang menundukkan kepalanya dengan malu-malu.


"Key kenapa istrimu dan Mamamu bersikap aneh?" Tanya Pak Raihan sambil berbisik.


"Dia juga Mamamu Keynan." Tegas Pak Raihan masih berbisik-bisik tapi mata mereka menatap kearah Mama Kania dan Biola dengan tubuh yang mematung ditempat.


"Pa, Key, kalian mau tahu gak?" Tanya Mama Kania ambigu yang membuat Keynan dan Pak Raihan mengerutkan keningnya karena bingung.


"Tau apa Ma?" Tanya Pak Raihan bingung.


"Sini sini sini..... Mama mau bilang kalau......" Mama Kania menggerak-gerakan tangannya menyuruh Pak Raihan dan Keynan mendekat. Tapi pada saat Pak Raihan dan Keynan mendekat Mama Kania malah berbicara ambigu lagi.


"Kalau apa Ma?" Tanya Keynan penasaran.


"Kalau mantu Mama....."


"Tunggu Ma!! Aku mau bilang langsung sama Keynan." Ucap Biola memotong ucapn Mama Kania.


Mama Kania mengangguk dan menyuruh Biola mendekatinya. Biola dan Mama Kania tampak berbisik-bisik dan Mama Kania menyerahkan sesuatu ketangan Biola yang tidak dapat dilihat oleh Keynan dan Pak Raihan.


Keynan dan Pak Raihan saling memandang sambil mengerutkan keningnya karena bingung.


Tiba-tiba Biola menarik tangan Keynan menaiki anak tangga.


"Sayang apa yang ingin Mama ucapkan? Kenapa kamu memotong ucapan Mama? Terus apa yang kamu dan Mama bisikan tadi?" Tanya Keynan sambil ditarik oleh Biola.


"Anak Mommy diam ya. Nanti Mommy beritahu pas kita sampai di kamar." Jawab Biola melanjutkan drama Ibu dan anak.


Keynan mengerutkan keningnya karena bingung dengan ucapan istrinya.


"Apa drama-dramaan ini masih berlanjut kah?" Pikir Keynan sambil mengikuti langkah kaki istrinya.


Sesampainya dikamar Biola langsung menutup pintu kamar dengan bibir yang tersenyum lebar. Sehingga membuat Keynan gemas sendiri melihatnya.

__ADS_1


Biola mengeluarkan sebuah benda pipih berbentuk stik dari saku baju tidurnya dan menunjukannya kepada Keynan dengan senyuman manisnya.


Keynan mengambil benda pipih berbentuk stik itu dari tangan istrinya dengan dahi yang mengerut karena tidak tahu benda apa yang diperlihatkan oleh istrinya kepadanya.


"Benda apa ini?" Tanya Keynan sambil membolak-balikan tes pack yang diberikan kepadanya.


Biola mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan tingkah Keynan. Biola pikir setelah Keynan menerima tes pack yang hasilnya positif Keynan akan memeluknya dengan penuh kebahagiaan.


Tapi Keynan sendiri malah tidak tahu benda apa yang disodorkan oleh istrinya kepadanya.


"Masa kamu gak tahu benda apa itu!" Kesal Biola dengan nada ketusnya.


Keynan melihat raut wajah istrinya yang tadi ceria kini berubah jadi marah.


"Apakah aku salah bicara?" Pikir Keynan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung sendiri.


"Emang benda apa ini?" Tanya Keynan dengan wajah polosnya.


"Ini nih laki-laki emang suka gak peka. Masa alat sepenting ini aja gak tahu. Ini tuh tes pack." Gerutu Biola sambil membelakangi Keynan.


"Tes pack? Emang benda ini kegunaannya untuk apa? Apa benda ini penting?" Tanya Keynan yang benar-benar tidak tahu benda apa yang ia pegang.


"Au ah gelap!" Kesal Biola sambil berlalu kekamar mandi.


"Lah ini itu benda apa? Kenapa Biola jadi ngambek hanya karena aku gak tahu benda apa ini. Apa benda ini sepenting yang Biola ucapkan?" Pikir Keynan sambil membulak-balikan tes pack yang ia pegang.


Akhirnya Keynan bertanya ke Bah google tentang kegunaan tes pack. Dan munculah beberapa artikel tentang tes pack.


Keynan membaca artikel itu dengan begitu serius. Tiba-tiba matanya membelalak karena kaget dengan artikel yang ia baca tentang tes pack.


Keynan melihat garis dua yang ada dites pack itu yang menandakan kalau Biola positif hamil. Seketika Keynan kegirangan dan berjingkrang-jingkrak sendiri.


"Ahh..... akhirnya aku akan menjadi seorang Ayah..!!" Teriak Keynan kegirangan.


Dengan cepat Keynan membuka pintu kamar mandi dan memeluk istrinya yang sedang melepaskan baju tidurnya.


"Sayang makasih! Aku sayang kamu." Ucap Keynan sambil mencium setiap inci wajah istrinya.


"Udah telat!" Cibir Biola sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iya aku minta maaf ya sayang. Karena aku baru tahu kalau tes pack itu adalah alat tes kehamilan dari Bah google." Ucap Keynan dengan wajah cerianya.


Biola hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Sini Daddy mau lihat princes Daddy yang paling cantik." Ucap Keynan sambil berjongkok dan mencium perut istrinya yang terbuka karena Biola telah melepas bajunya dan hanya menyisakan celana dan pakaian dalamnya.


"Kok princes? Gimana kalau yang lahir cowok?" Tanya Biola bingung.


"Aku yakinnya cewek sayang. Soalnya kemarin aku tiba-tiba pengen makan es krim. Sementara aku paling gak suka makan es krim." Jelas Keynan penuh percaya diri.


"Itukan menurut kamu. Kalau yang lahir cowok giman?" Tanya Biola masih bingung.


"Ya kita lihat nanti aja tapi aku yakinnya cewek." Ucap Keynan penuh percaya diri.


"Kenapa kamu pengen banget kalau anak kita cewek?" Tanya Biola heran.


"Karena kalau cewek pasti akan semenggaskan kamu sayang. Aku akan memanjakan putri kita layaknya seorang tuan putri." Ucap Keynan.


"Gak! Dia gak boleh dimanja. Anak kita harus kuat dan mandiri gak boleh dimanja." Tegas Biola.


Keynan mengerucutkan bibirnya saat mendengar ucapan istrinya. Karena tidak bisa melawan wanita yang sedang hamil.


"Iya iya.... terserah padamu saja sayang. Nanti kita periksa kandungan kamu kedokter ya?" Ucap Keynan penuh kelembutan dan diangguki oleh Biola.


___________________

__ADS_1


kira-kira anak Biola sama Keynan itu cowok atau cewek ya?


__ADS_2