Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 81


__ADS_3

Pak Bayu malam ini sedang berada dikediaman keluarga Alexa untuk menghadiri undangan pesta ulang tahun keponakan Darius yang sangat misterius dan tidak diketahui keberadaannya.


Pak Bayu masih memakai topeng berwarna hitamnya untuk merahasiakan identitas aslinya dari orang-orang yang mungkin mengenalinya.


Pesta itu dirayakan sangat megah disebuah kastil milik keluarga Alexa yang sangat mewah dan sangat luas.


Pak Bayu berjalan memasuki ruangan pesta yang sangat mewah dikastil itu. Didalam terdapat banyak tamu yang mengadiri pesta ulang tahun keponakan Darius.


Tapi para tamu itu tampak berbisik-bisik membisikan tentang keanehan dan kemisteriusan didalam keluarga Alexa.


Pak Bayu tidak menanggapi ucapan-ucapan para tamu itu. Ia lebih memilih menemui sahabatnya Darius. Tapi ada beberapa ucapan dari para tamu itu yang tak sengaja terdengar ketelinga Pak Bayu.


"Aku selalu merasa heran dengan tujuan diadakannya pesta ulang tahun ini. Karena setiap tahunnya cucu dari Tuan Davindra Alexa tidak pernah terlihat." Bisik salah satu tamu kepada temannya.


"Kamu benar, keluarga ini menyimpan banyak rahasia dimasa lalunya. Aku pernah dengar kalau keluarga ini merupakan salah satu keluarga Bangsawan yang paling di incar nyawanya. Katanya si untuk dijadikan tumbal atau apalah itu. Itu sebabnya yang tersisa dari keluarga Alexa ini hanya tingga Tuan Davindra Alexa dan anak keduanya Darius Alexa. Bahkan anak pertama dari Tuan Davindra Alexa pun menghilang tanpa jejak. Dan kabarnya dia sudah melahirkan seorang putri tapi keberadaan putri dari anak pertama Tuan Davindra itu juga sangat misterius." Balas temannya sambil berbisik.


"Benarkah! Apa sepenting itukah nyawa keluarga Alexa?" Tanya Tamu lainnya sambil berbisik.


"Entahlah aku juga tidak tahu. Kemisteriusan keluarga ini tidaklah mudah untuk diketahui oleh orang biasa seperti kita." Sambung tamu lainnya sambil mengangkat bahunya.


Pak Bayu yang awalnya tidak mau mendengarkan ucapan para tamu-tamu itupun akhirnya mulai mendengarkan ucapan para tamu-tamu itu karena penasaran.


Tapi itu tak lama karena Darius datang menghampirinya dan mengagetkan Pak Bayu.


"Hei Bay, selamat datang dikediaman keluarga Alexa." Sambut Darius kepada wakil barunya Pak Bayu.


Pak Bayu mengalihkan pandangannya kearah Darius dengan cepat karena terkejut.


"Darius ini ada kado untuk keponakanmu." Ujar Pak Bayu sambil menyodorkan sebuah kado kepada Darius.


Darius nampak tersenyum menatap kado yang ada ditangan Pak Bayu.


"Kau boleh menaruhnya disana! Seharusnya kau tidak usah membawa kado apapun. Karena orang yang berulang tahun pun tidak tahu ada dimana." Saut Darius sambil menunjuk kearah tumpukan kado-kado yang berada diujung ruangan pesta di kastil itu.


Pak Bayu hanya bisa menarik nafasnya dengan kasar dan menaruh kadonya didalam tumpukan kado itu.


"Ayo Bay, aku ingin memperkenalkanmu kepada mantan pimpinan Angel's heart dimasa lalu." Ujar Darius sambil mengajak Bayu kepada seorang pria paruh baya yang sudah sangat berumur dari Pak Bayu.


Pria paruh baya itu sedang duduk dikursi besarnya sambil menikmati acara pesta ulang tahun cucunya.


Tampak raut wajahnya yang tampak bahagia dan tampak juga terlihat kesedihan yang sangat mendalam diwajah pria paruh baya itu.


"Hallo Pa! Aku ingin memperkenalkan wakil baruku yang sering aku ceritakan kepada Papa tentang kepandaiannya dalam dunia mafia." Ujar Darius kepada Papanya Tuan Davindra Alexa.


Tuan Davindra Alexa pun berdiri dari duduknya dan memandangi penampilan Pak Bayu dari bawah sampai atas.


Tuan Davindra tersenyum kecut kepada Pak Bayu seolah-olah tidak menyukai kehadiran Pak Bayu dikastilnya.


"Siapa namamu?" Tanya Tuan Davindra kepada Pak Bayu.


"Nama saya Bayu Tuan Davindra." Jawab Pak Bayu.


"Margamu?" Tanya Tuan Davindra lagi kepada Pak Bayu.


Pak Bayu menatap sahabatnya untuk bertanya apakah dia boleh membongkar identitas aslinya kepada Tuan Davindra Alexa atau tidak. Dan respon dari sahabtnya itu nampak mengangguk memperbolehkan Bayu untuk membongkar identitasnya kepada Tuan Davindra Alexa.


Pak Bayu membuang nafas dengan berat dan mulai bicara.


"Nama margaku Anggara, nama saya Bayu Anggara." Jawab Pak Bayu dengan tenangnya namun terdapat sedikit keraguan dihatinya.

__ADS_1


"Hmmm..... semoga kau bisa diandalkan dan dapat memajukan kelompok mafia Angel's heart yang telah aku dirikan untuk keluarga ini." Ucap Tuan Davindra Alexa.


"Saya tidak akan mengecewakan Tuan Davindra." Ucap Pak Bayu dengan tegasnya.


"Sayangnya kau telah mengecewakanku dalam hal lain." Gumam Tuan Davindra Alexa sambil menatap para tamu yang hadir.


•••••••••


Sementara ditempat lain Biola dan Keynan sedang berada dirumah sakit untuk memeriksa kandungan Biola.


"Ayo sayang, awas hati-hati turunnya nanti kamu jatuh." Ucap Keynan penuh perhatian sambil membantu Biola turun dari dalam mobil dengan sangat hati-hati.


"Key, aku itu lagi hamil bukannya gak bisa jalan." Omel Biola yang merasa malu dengan tingkah suaminya yang super protektif.


"Iya aku tahu kamu itu lagi hamil itu sebabnya sebagai suami yang baik aku harus lebih perhatian sama istriku." Jelas Keynan sambil memapah istrinya.


Biola menepuk jidatnya karena merasa capek berbicara dengan suaminya.


"Tapi gak gini juga cara.. Ahhh.... Keynan turunin aku!!" Tiba-tiba Keynan mengangkat tubuh istrinya ala bridal style lalu memasuk kedalam rumah sakit.


"Kamu jalannya lelet kayak siput. Aku sudah gak sabar pengen tahu jenis kelamin anak kita." Jawab Keynan sambil berlajan kedalam rumah sakit.


"Keynan aku malu dilihatin banyak orang! Lagian aku udah bilang seribu kali kalau jenis kelamin anak kita belum bisa kelihatan." Bisik Biola sambil menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya karena merasa malu dengan tatapan dari orang-orang yang berada dirumah sakit itu.


"Aku gak percaya! Lagian kamu bukan Dokternya." Ucap Keynan yang ngotot ingin mengetahui jenis kelamin anaknya padahal pernikahan mereka baru sebulan lebih beberapa minggu. Otomatis usia kandungan Biola kurang dari satu bulan karena Keynan baru menyentuh Biola beberapa hari setelah pernikahan mereka.


"Meskipun aku bukan Dokternya tapi aku gak sebodoh kamu." Bisik Biola didalam dada Bidang suaminya.


Keynan yang mendengarkan ucapan istrinyapun menghentikan langkahnya.


"Loh... kok berhenti?" Ucap Biola didalam hati sambil mendonggakan kepalanya kearah wajah suaminya.


Keynan memasuki sebuah ruangan gelap yang membuat bulu kuduk Biola merinding.


"Key, kita ngapain ke sini?" Tanya Biola sambil mengusap-ngusap tangannya karena merinding.


Keynan tidak menjawab pertanyaan Biola, dia malah menurunkan Biola dari pangkuannya dan menyudutkan Biola ketembok.


"Ke...Key... kamu kenapa?" Tanya Biola gugup.


"Sttt....." Keynan menaruh jari telunjuknya dibibir merah muda istrinya.


Biola sudah memejamkan matanya karena ketakutan. Sementara Keynan sudah terkekeh geli didalam hati.


"Hahaha..... kau mengatai suamimu bodoh maka jangan salahkan aku jika aku menakut-nakutimu sayang." Gumam Keynan sambil tertawa puas didalam hati.


"Key, aku mau keluar." Rengek Biola masih menutup matanya.


"Kalau kamu mau keluar kamu harus cium aku lebih dulu." Ucap Keynan sambil mendekap pinggang ramping istrinya.


"Kamu gila ya Key! Aku gak mau nyium kamu diruang mayat." Jawab Biola masih menutup matanya karena ketakutan melihat mayat dibelakang tubuh suaminya.


"Mayat?" Ulang Keynan sambil menaikan alisnya.


Keynan menengok kearah belakangnya dan melihat beberapa mayat yang sudah ditutupi oleh kain putih.


Krikk...


Krikk...

__ADS_1


Sedetik dua detik kemudian Keynan menelan salivanya dengan kasar saat melihat mayat-mayat itu.


"Pantesan bulu kuduk gue dari tadi merinding. Ternyata ini ruangan mayat." Ucap Keynan didalam hati.


Keynan hanya cengengesan menatap istrinya. Dia pikir ruangan ini adalah gudang itu sebabnya dia masuk kedalam ruangan ini dan berniat menakut-nakuti istrinya. Tapi dia malah masuk ruangan mayat dan benar-benar membuat dirinya dan istrinya ketakutan.


Keynan segera menarik tangan istrinya keluar dari ruangan mayat. Biola yang sudah keluar dari ruang mayatpun memonyongkan bibirnya dan mengacuhkan Keynan.


"Sayang maafkan aku. Aku tahu aku salah. Tadi aku hanya ingin bercanda denganmu aku gak tahu kalau itu ruangan mayat. Aku pikir itu gudang." Ucap Keynan mengejar-ngejar istrinya.


Biola benar-benar marah kepada suaminya sampai-sampai mengabaikan setiap ucapan dari suaminya.


Keynan terus mengejar-ngejar Biola sambil berusaha meminta maaf kepada bumil yang sedang ngambek.


BRUKK.....


Tiba-tiba Keynan menabrak seorang wanita cantik karena tidak pokus dengan jalannya.


Biola yang mendengar suara seseorang terjatuhpun langsung menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya kebelakang.


Biola membelalakan matanya saat melihat suaminya menabrak seorang wanita cantik dengan pakaian seorang Dokter.


"Maaf." Ucap Keynan sambil membantu wanita itu berdiri.


"Iya tidak apa-apa." Jawab wanita cantik itu sambil menerima uluran tangan Keynan.


Biola menatap suaminya tajam dengan dahi yang mengerut sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya dan kaki yang ia hentak-hentakan dilantai.


Sungguh emosi Biola sering naik turun sejak dia hamil muda.


"Apakah ada yang luka?" Tanya Keynan kepada wanita cantik itu.


Wanita cantik itu hanya tersenyum dan ingin menjawab ucapan Keynan namun suara seseorang membuyarkan segalanya.


EHEMMMM......


Deheman Biola dengan sengajanya ia lantangkan supaya Keynan mendengarnya.


Keynan yang sadarpun langsung menengok kearah istrinya yang sudah memasang tampang perang dengannya.


Keynan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil mendekati istrinya.


"Sayang itu gak seperti yang kamu bayangkan. Aku tadi gak..... ......"  Tiba-tiba Biola menarik tangan Keynan dan meletakan tangan Keynan diperutnya sambil mengusap-ngusap perutnya dengan tangan Keynan.


"Daddy katanya mau periksa dede bayinya?" Ucap Biola dengan nada dan tingkah imutnya.


Keynan hanya menatap istrinya dengan tidak percaya. Dia pikir istrinya itu akan ngambek tapi ternyata malah bersikap manja kepada Keynan.


"Apakah ini cara istriku melawan pelakor?" Pikir Keynan yang teringat dengan kejadian sekertaris Lisa.


Si wanita cantik hanya tersenyum menahan tawanya saat melihat bumil dan suami siaga.


Wanita cantik itu bukanlah pelakor melainkan seorang Dokter kandungan yang disuruh atasannya untuk menyambut Tuan Muda keluarga Kristian. Tapi dia malah bertemu dengan Keynan tanpa sengaja.


___________________


Hadehh... Author nya agak gak pokus.


Maaf ya guys alurnya untuk episode ini gaje.

__ADS_1


__ADS_2