
"Hai sayang, kamu hari ini gak kekampus?" Tanya Mama Kania yang melihat menantunya masih ada dirumah dan duduk santai sambil menonton tv diruang keluarga.
"Nanti siang kekampusnya Ma, soalnya ada kelas siang." Jawab Biola sedikit canggu karena mengingat hari dimana Mama Kania memergokinya yang hampir berhubungan suami istri dengan Key. Yah.. entah sejak kapan tapi kalau berbincang dengan Mama Kania, Biola tak pernah cuek dan irit bicara seperti ke orang-orang lain.
Sunggu Biola sangat malu kalau mengingat hal itu. Bahkan sampai saat ini Biola tidak berani menatap atau berdekatan lama-lama dengan suaminya. Yah meski Biola cuek kepada suaminya, tapi suaminya malah semakin aneh dan posesif menurut Biola.
"Oh.. entar diantar suamimu kekampus?" Tanya Mama Kania.
"Ya Ma, soalnya Key tadi maksa harus dia yang antar jemput aku. Kalau enggak dia gak izinin aku kuliah." Biola sendiri bingung dengan sikap Key akhir-akhir ini yang super posesif kepadanya, walaupun dicuekin oleh istrinya tapi Key tetep tak peduli dan malah semakin menjadi sifat posesifnya.
"Baguslah, sepertinya Key sudah mulai mencintaimu." Jawab Mama Kania sambil tersenyum dan duduk disamping Biola.
Biola yang mendengar penuturan Mama Kania jadi merasa malu dan hanya bisa menunduk menyembunyikan pipinya yang merona. Entah kenapa mendengar penuturan Mama Kania membuatnya malu dan jantungnya kembali berdetak.
"Oh my god! ada apa dengan jantungku? Apa aku benar-benar sakit hanya karena mendengar sesuatu yang berkaitan dengan Key." Batin Biola tanpa menjawab perkataan Mama Kania.
Mama Kania tersenyum melihat menantunya yang malu-malu. Karena ia yakin kalau Biola masih sangat malu tentang kejadian beberapa hari yang lalu.
fokus Mama Kania kini teralihkan kepada leher jenjang Biola yang terdapat kalung liontin pemberiannya. Sungguh Mama Kania sangat senang dan beruntung karena dulu dia memberikan kalung liontin itu kepada Biola.
Jika dia tidak memberikan kalung liontin itu dulu kepada Biola kecil, mungkin pada saat ini ia tak tau kalau menantunya adalah menantu yang telah ia pilih 15 tahun yang lalu.
Dan ada alasan lain sampai Mama Kania memberikan kalung itu kepada Biola. Mama Kania tidak mungkin memberikan kalung liontin turun temurun keluarganya begitu saja kepada orang lain jika alasannya hanya ingin menjadikan Biola sebagai calon menantunya kelak.
Mama Kania sangat sadar alasannya memberikan kalung turun temurun keluarganya yang sangat berharga tidaklah logis hanya karena ingin Biola menjadi menantunya kelak. Mama Kania memiliki alasan lain yang lebih tidak masuk diakal dan alasan itulah yang diingatkan oleh leluhurnya ketika memberikan, ralat lebih tepatnya menitipkan kalung liontin itu kepada keturunannya.
"Kau tau kenapa Mama memberikan kalung liontin hati malaikat ini kepadamu sayang?" Tanya Mama Kania tiba-tiba sambil menyentuh kalung liontin yang dipakai Biola. Dan menyebutkan nama dari kalung liontin itu.
Biola yang mendengarkan pertanyaan Mama Kania pun jadi bingung. Emang waktu bertemu Mama Kania kembali dan Mama Kania memberitahu kalau kalung itu milik keluarganya. Biola juga belum tau apa alasan Mama Kania memberilan kalung liontin yang menurut Biola sangat berharga. Karena kalung liontin ini merupakan kalung turun temurun keluarga Mama Kania.
__ADS_1
Tapi dia juga ingat perkataan Mamanya yang menandainya sebagai calon menantunya dengan memberikan kalung liontin turun temurun keluarganya kepadanya. Yah meski Biola tidak yakin kalau itu alasan yang logis. Karena bisa saja Mama Kania kehilangan kalung liontin leluhurnya jika saja Biola tidak benar-benar bertemu lagi dengan Mama Kania dan tidak dijodohkan dengan Keynan.
"Bukannya sebagai tanda kalau Mama memilihku sebagai menantu Mama?" Jawab Biola ragu.
"Yah... itu salah satu alasannya. Tapi apakah kamu percaya kenapa Mama sampai memberikan benda berharga leluhur Mama hanya karena alasan itu?" Tanya Mama kania balik kepada Biola.
"Sebenarnya Biola juga tidak yakin dengan alasan Mama. Karena bisa saja kan Biola tidak bertemu Mama dan tidak dijodohkan dengan Key setelah Biola dewasa." Jawab Biola jujur sambil menatap Mama Kania yang kini seperti ingin memberikan penjelasan kepada Biola.
"Kamu memang benar sayang, Mama juga gak akan ngasih kalung sepenting itu hanya karena alasan menjadikanmu calon menantuku kelak. Almarhum Kakeknya Key pernah bercerita ke Mama tentang asal-usul kalung liontin yang kamu pakai. Dan Kakeknya Key pun mendengar cerita itu dari para leluhur yang pernah dipercaya menjaga kalung itu. kalung yang kamu pakai saat ini bernama liontin hati malaikat. Liontin hati malaikat itu dimiliki oleh seorang gadis yang tidak diketahui asal usulnya. Yang pasti gadis itu merupakan orang Eropa. Gadis itu berusia belasan tahun. Dia sangat cantik dengan rambut pirangnya dan tubuh tinggi dengan kulit putihnya. Dia juga memiliki kemampuan bela diri yang sangat luar biasa. Kakeknya Key juga pernah bilang kalau gadis itu memiliki kekuatan yang lebih dari ilmu bela diri semata. Kekuatan itu berkaitan dengan magic dan kekuatan itu bisa dibilang sangat besar dan hanya orang yang ditakdirkanlah yang bisa memiliki kekuatan aneh itu." Ucap Mama Kania terjeda. Dia mengambil nafas dalam dan menceritakannya lagi kepada Biola.
"Dulu seluruh keluarga Wijaya yang kini menjadi leluhur Mama pernah diselamatkan oleh gadis pemilik kalaung liontin ini. Dan sejak saat itu keluarga Wijaya bersumpah akan menjadi pelayan selama-lamanya bagi gadis yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk keluarga Wijaya. Gadis yang tidak diketahui asal usulnya itu pernah menolak akan sumpah keluarga Wijaya tapi keluarga Wijaya tak pernah menarik sumpahnya dan tetap menjadi pelayan gadis itu. Walau gadis itu menolak tapi keluarga Wijaya dengan senang hati melayani gadis itu sebagai pelayannya jika gadis itu ada dikota tempat leluhur Mama tinggal. Karena gadis itu sangat misterius dan tak ada satu orang pun yang tau namanya atau dimana ia tinggal."
Biola begitu kaget mendenga penuturan Mama Kania. Karena selama ia tinggal dirumah keluarga Kristian, Biola tau kalau keluarga Mama Kania merupakan keluarga yang sangat terpandang dan merupakan keluarga bangsawan sejak dulu. Jadi Biola sedikit kaget saat mendengar kalau keluarga Mama Kania pernah bersumpah menjadi seorang pelayan bagi gadis belasan tahun yang tidak diketahui asal usulnya.
"Hingga pada suatu hari gadis itu tiba-tiba datang ke kediaman keluarga Wijaya dengan berlumuran darah. Entah apa yang terjadi kepada gadis itu. Tapi terlihat dari lukanya yang sangat parah kalau gadis itu habis bertarung dengan orang yang sangat hebat dan jumlahnya pasti tidak sedikit. Gadis pemilik liontin hati malaikat itu mengucapkan kata-kata terakhirnya kepada keluarga wijaya untuk menjaga kalung liontin hati malaikat samapi orang yang ditakdirkan lahir dan mengambil kalung itu. Leluhur Mama dulu sangat bingung dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu. Tapi tak lama kemudian gadis itu kembali berucap jika orang yang ditakdirkan itu ada didekat kalung liontin hati malaikat maka kalung itu akan bercahaya ke emasan. Dan bila darah orang yang ditakdirkan itu terkena kalung liontin hati malaikat maka kalung itu akan mengeluarkan nama dari orang yang ditakdirkan, seperti nama keluarga Wijaya yang tiba-tiba muncul. Sebenarnya nama keluarga Mama muncul dikalung itu karena gadis itu sangat percaya dengan keluarga Wijaya, kalau keluarga Wijaya bisa menemukan orang yang ditakdirkan dan bisa menjaga kalung hati malaikat dengan baik. Sehingga gadis itu menuliskan nama keluarga Wijaya dikalung itu dan darah keluarga Wijayalah yang bisa memunculkan nama keluarga Wijaya dikalung itu. Begitu juga dengan pemilik kalung yang sudah ditakdirkan. Gadis itu juga pernah bilang kalau kalung itu memiliki kekuatan untuk mengubah takdir seseorang."
"Apa-apaan ini! Kenapa gue ngerasa didongengin ya." Gumam Biola tak percaya.
"Hahah.... kamu pasti gak percaya kan? Dulu Mama juga gak percaya, tapi setelah bertemu dengan mu, Mama jadi mempercayai kalau kalung hati malaikat itu memiliki kekuatan." Ucap Mama Kania sambil tertawa.
"Benarkah?" Tanya Biola ragu.
"Sini in kalungnya!" Biola menyerahkan kalung itu kepada mama kania.
"Maaf ini mungkin menyakitkan tapi apa boleh Mama menusuk jarimu untuk membuktikan kebenaran tenatang liontin hati malaikat ini." Biola hanya mengangguk dan Mama Kania pun mengambil peniti untuk mengambil setetes darah dari jari menantunya.
Saat Mama Kania akan menusuk jari menantunya tiba-tiba Key datang dan berteriak ke arah Mamanya.
"MAMA... apa yang Mama lakukan!!" Teriak Key panik karena melihat jari istrinya akan ditusuk oleh Mama Kania.
__ADS_1
Key langsung menarik tangan Biola kepelukannya dan membenamkan kepala Biola didada bidangnya. Sambil menatap tajam ke arah Mamanya.
"Ke_Key kau...." Ucap Biola terhenti oleh perkataan Key yang lebih keras dari ucapan Biola.
"Ma! Mama apa-apaan si maen tusuk-tusuk jari istriku. Nanti kalau dia kesakitan giman?" Kata Key dengan nada tinggi.
Mama Kania hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah posesif putranya kepada istrinya.
"Kamu tenang dulu, Sini! kamu duduk dulu biar Mama jelasin. Terus lepasin mantu Mama, nanti dia pingsan karena kehabisan nafas kalau kamu peluk erat kayak gitu." Sindir Mama Kania yang melihat menantunya didekap erat oleh suaminya.
Key tersadar dan melonggarkan pelukannya tapi tetap tidak melepaskan pelukannya.
"Maaf sayang." Ucap Key lembut sambil menatap wajah Biola yang sedang mengambil nafas dengan terburu-buru.
"Ehemmm.... " Deheman Mama Kania yang mulai kesel melihat tingkah posesif putranya.
Key yang sadar dengan deheman Mama Kania pun menarik tangan Biola untuk duduk disofa dan mendengarkan penjelasan Mama Kania. Tapi Biola dibuat risih oleh tangan Key yang bertengger manis dipinggangnya dengan begitu posesif.
"Ya ampun! ada apa dengan peria ini? Semakin hari tingkahnya semakin aneh. Gak tau apa jantung gue gak tenang jika deket-deket dia. Terus tuh tangan dikondisikan ngapa? Buat gue malu aja." Gerutu Biola sambil memelototkan matanya kearah Key tapi Key malah menatap Mamanya untuk mendengarkan penjelasan dari Mamanya.
_____________________
**Hai teman-teman, terima kasih atas dukungan kalian untuk Novel ini. semoga kalian suka dengan ceritanya.
Dan aku mau kasih tahu kalau sekarang kebenaran tentang rahasia masa kecil Keynan dan Biola akan perlahan-lahan mulai terungkap.
Jadi pantengin terus ya.
Dan jangan lupa dukungannya guys**.
__ADS_1