Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 30


__ADS_3

Biola mengambil kotak itu. Dia meniup debu yang lumayan sangat tebal diatas kotak berwarna hitam itu dan mengusap debu yang tidak tertiup dengan tangannya.


Biola membuka kotak kecil itu yang ternyata didalamnya adalah secari kertas yang telah berwarna putih kecoklatan dan sebuah jepitan rambut kecil berbentuk pita berwarna hitam dengan butiran mutiara palsu berwarna putih.Yang Biola yakini harganya tidak mencapai 10 Ribu rupiah.


Biola tersenyum melihat jepitan rambut sederhana yang terlihat sangat imut menurutnya. Tapi Biola sendiri tidak mengerti dengan keadaannya saat ini.


Karena bibirnya sedang tersenyum memandangi pita kecil itu, tapi perasaan dan hatinya sangat sedih. Seolah-olah ada sesuatu yang sangat mengganjal dihatinya. Tapi Biola sendiri tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini.


Dan entah sejak kapan Biola jadi menyukai jepitan rambut berbentuk imut itu.


Biola menaruh jepitan rambut itu kembali kedalam kotak itu lalu membuka secarik kertas yang ada bersama jepitan rambut didalam kotak kecil berwarna hitam itu.


Biola perlahan membuka secarik keretas yang terlipat itu, tapi pada saat Biola membukanya tiba-tiba sebuah daun kering jatuh dari dalam lipatan kertas itu.


Bola membungkukkan tubuhnya untuk mengambil daun kering yang sudah berwarna hijau kecoklatan. Biola yakin kalau daun itu dipetik sudah sangat lama dan pada saat daun itu dipetik daunnya masih sangat segar dari tangkainya. Karena warnanya yang hijau kecoklatan bukan berwarna coklat.


Biola memandangi daun itu yang bentuknya terlihat aneh. Biola baru menyadari kalau daun yang dia pegang saat ini adalah daun semanggi berkelopak 4.


Dimana legenda daun semanggi berkelopak 4 ini merupakan lambang khas irlandia yang disebut dengan shamrock dan dipercaya akan membawa keberuntungan serta kebahagiaan.


Setiap helai dari daun semanggi berkelopak 4 ini melambangkan kepercayaan, harapan, cinta dan keberuntungan.


Entah siapa orang yang menyimpan daun semanggi berkelopak empat ini didalam kotak kecil berwarna hitam ini. Yang pasti orang itu menginginkan kepercayaan, harapan, cinta dan keberuntungan.


Dan yang membuat Biola pusing saat ini adalah kenapa dia bisa tau tentang legenda daun semanggi berkelopak 4 saat melihat daun semanggi yang ada ditanggannya. Padahal selama ini ia tidak pernah melihat dan mengetahui tentang legenda daun semanggi berkelopak 4.


Biola membalikan daun semanggi itu. Biola terbengong tak pecaya saat membaca nama yang tertulis didaun semanggi itu.


"Bi _ Biola...!!?" Ucap Biola saat membaca nama didaun semanggi itu.


Biola cukup terkejut saat membaca namanya ditulis didaun semanggi itu.


"Kenapa ada namaku didaun semanggi ini?" Fikir Biola sambil membolak-balikan daun itu.


Biola berusaha untuk mengingat tentang apa yang ia rasa telah ia lupakan selama ini tapi dia tidak mengingat apa-apa. Yang ada hanyalah perasaan pamiliar disetiap sudut di Vila itu dan daun semanggi berkelopak 4 yang ia pegang saat ini.


"Tidak tidak tidak... Nama Biola tidak hanya aku saja didunia ini. Masih banyak nama Biola didunia ini. Dan aku yakin daun semanggi berkelopak 4 ini adalah untuk orang lain." Ucap Biola dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tanpa Biola sadari air matanya meluncur dengan sendirinyan setelah membaca namanya didaun semanggi yang ia pegang. Dia selalu bingung kepada dirinya sendiri yang sulit untuk Biola kendalikan.


Seolah-olah tubuh dan jiwanya saling memberi pendapat yang bertolak belakang dan tidak bisa disatukan.


"Ada apa ini? Kenapa hatiku sangat sakit. Apa yang sebenarnya aku lupakan? Kenapa hanya ada rasa pamiliar yang aku rasakan tapi aku tidak mengingat perasaan yang sangat mengganggu dan menyakitkan dihatiku ini." Ucap Biola terduduk lemah dan menaruh kedua telapak tangannya dilantai yang terbuat dari kayu dirumah pohon itu.


Biola menghapus air matanya dan meletakan daun semanggi itu kembali kedalam kotak berwarna hitam itu. Ia mengambil catatan kecil yang belum sempat ia baca sebelumnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dear Biola Anggara,


Aku senang telah mengenalmu. Kamu adalah seorang anak perempuan paling pemberani dan anak paling ceria yang pernah aku temui.


Aku sangat nyaman ketika bermain denganmu. Aku sangat sayang padamu melebihi persahabatan kita yang beda alam ini.


Kau adalah mahluk yang sangat sepesial bagiku. Kau adalah penyemangat dalam hidupku.


Kau selalu ada disetiap aku bersedih, marah, bahagia dan disaat aku sedang terpuruk. Aku berharap kau memiliki raga sepertiku sehingga aku bisa memelukmu disaat aku senang dan sedih.


Aku ingin membagi semua kesedihanku dan kebahagiaanku bersamamu. Dengan cara memelukmu dengan hangat. Aku sangat ingin memelukmu didekapanku dan tak akan ku biarkan kau pergi dan menghilang dari hidupku.

__ADS_1


Aku ingin memberikanmu banyak hadiah agar kau bisa memakainya seperti jepitan pita ini yang tidak bisa aku berikan kepadamu.


Tapi nyatanya itu hanyalah anganku semata. Kau tetaplah pergi dan menghilang dari dunia ini.


Tapi janjiku akan selalu aku pegang dan akan selalu aku tepati sampai akhir hidupku. Kalau aku hanya akan mencintai mu seumur hiduku. Dan aku hanya mau menikahimu untuk yang pertama dan yang terakhir dihidupku.


Aku juga tak akan menikahi wanita lain jika itu bukanlah dirimu.


Walau pun kamu sudah tidak ada lagi disisiku, tapi aku selalu berdoa dan memohon kepada tuhan agar mempertemukan kita kembali dalam keadaan didunia yang sama bukan didua dunia yang berbeda.


Makannya aku menuliskan namamu didaun semanggi yang kau berikan kepadaku. Karena aku percaya dengan harapanku dan cintaku kepadamu yang akan membawa kita kepada suatu kebahagiaan.


Kuharap suarat ini sampai kepadamu, burung beo ku yang cerewet.


                    Love You


                  Keynan Keristian


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Deg.....


Jantung Biola tiba-tiba berdebar cepat setelah membaca tulisan tangan dari seorang laki-laki yang tak lain adalah suaminya sendiri.


"A _ apa ini? Ini pasti bohong? Hiks.... ini bohong... Hiks... bohong...." Tangis Biola pecah. Air matanya yang telah ia bendung sedari tadi kini telah meluncur begitu deras. Seperti cuaca hari ini yang entah kenapa tiba-tiba hujan lebat disertai petir yang menyambar disaat Biola menangis.


Sungguh Biola tidak mempercayai semua yang ia baca. Tapi nama Biola Anggara yang ditulis oleh Key merupakan nama keluarganya. Ia tidak tahu harus bahagia atau bersedih. Tapi yang jelas saat ini perasaannya sangat bercampur aduk.


Biola ingin menumpahkan semua rasa sesak yang ada dihatinya. Dia masih belum percaya dengan apa yang ia baca adalah kunci dari jawaban yang selama ini selalu ia cari. Dia masih ingin bukti yang sangat akurat kalau Biola pernah hidup di dua dunia bersamaan.


Dan pernah mengenal sosok Keynan Kristian sebelumnya. Sebelum dia menjadi Suami Biola. Sebelum perubahan sikap dan sifat yang terjadi didalam hidup Biola.


Biola ingin mengingat ingatannya yang hilang dari memorinya. Tapi bisa dibilang ingatan itu memang tidak benar-benar ada didalam ingatannya.


Duaarrr...


Key terbangun dari tidurnya saat mendengar suara petir yang sangat keras sampai-sampai membangunkan Key dari alam mimpinya. Tapi tidak sampai membuatnya membuka matanya yang sedang terpejam.


Key memeluk guling yang ia kira istrinya dengan sangat erat. Tapi tak berapa lama ia merasakan adanya kejanggalan dengan apa yang ia peluk.


Key membuka matanyanya dan melihat kalau yang dia peluk adalah guling. Key mengedarkan pandangannya mengelilingi kamarnya. Tapi dia tidak menemui istrinya.


Key bangun dari tidurnya dan membuka kamar mandi tapi istrinya juga tidak ada disana.


Entah kenapa rasa khawatir kini menyelimuti peria berusia 25 tahun itu.


Key melangkahkan kakinya keluar kamar tanpa mencuci muka terlebih dahulu. Tujuan utamanya adalah dapur.


Didapur terdapat dua orang wanita yang sedang asik  bercengkrama sambil mempersiapkam makan malam.


Key berharap kalau itu adalah istrinya. Tapi harapannya itu buyar pada saat ia melihat Bi Aidah dan Teh Sarah lah yang sedang ada didapur.


Teh sarah yang menyadari kekhawatiran tuannya pun bertanya.


"Maaf Tuan Muda sedang mencari siapa?" Tanya Teh Sara sambil menatap Key yang tampak kelabakan mencari seseorang.


"Istriku, dimana dia?" Tanya Key dengan penuh kekhawatiran. Hatinya benar-benar sangat mengkhawatirkan istrinya. Dia merasa sesuatu yang buruk telah menimpa istrinya.


Bi Aidah dan Teh Sara hanya diam. Mereka tidak mengetahui dimana keberadaan Nyonya Muda mereka.

__ADS_1


"JAWAB...!!!" Bentak Key yang membuat Ibu dan anak itu ketakutan.


"Ma _ maaf Tuan Muda, ka _ kami tidak melihat Nyonya Muda." Jawab Teh Sarah terbata sambil menundukan kepalanya karena merasa bersalah.


"GAK GUNA..!!!" Bentak Key lagi. Sunggu saat ini dia sangat mengkhawatirkan istrinya sehingga dia berbicara kasar kepada kedua pembantunya itu.


Mang Aslan dan Kang Salim yang mendengar keributan didalam Villa pun langsung menghampiri asal keributan.


Mereka melihat Bi Aidah dan Teh Sarah sedang dimarah-marahi oleh Tuan Mudanya.


Key yang sadar melihat keberadaan Kang Salim dan Mang Aslan langsung menanyakan keberadaan Biola.


"Apa kau melihat istriku!" Tanya Key dengan nada sedikit membentak ke arah Mang Aslan dan Kang Salim.


Mang Aslan yang mengingat percakapannya dengan Biola pun langsung menceritakannya kepada Key.


"Saya melihat Nyonya ditaman belakang Vila Tuan Muda. Nyonya Muda bilang kalau dia ingin berkeliling Vila." Jawab Mang Aslan yang langsung disusul Key ketaman Belakang. Karena hari sudah mau gelap ditambah hujan yang lebat disertai petir membuat rasa khawatir Key menjadi bertambah 10× lipat.


Key menerobos hujan yang lebat. Terlihat cuaca yang sudah gelap karena hujan lebat. Dia mengedarkan pandangannya kesekeliling tempat ditaman belakang tapi dia tidak meliht keberadaan istrinya.


"BIOLA.....DIMANA KAMU..." Teriak Key yang tidak menemukan istrinya.


"SAYANG....!! DIAMNA KAMU.." Key terus berteriak sampai-sampai suaranya terdengar sampai ketelinga para pekerja di Vila itu yang juga ikut mencari Nyonya Muda mereka.


Mereka tidak percaya dengan apa yang dilakukan Tuannya saat ini. Dia berteriak-teriak seperti orang gila hanya karena istrinya menghilang. Mereka juga tidak menyangka kalau rasa cinta Tuan Mudanya kepada Nyonya Muda mereka begitu besar.


Sampai-sampai Key terlihat seperti orang gila hanya karena kehilangan istrinya.


"Sayang dimana kamu.." Ucap Key lirih. Key terduduk ditanah dengan pandangan kosong menatap tanah.


Tanpa terasa cairan bening keluar dari sudut matanya. Laki-laki itu tidak bisa membendung air matanya lagi dia menangis dibawah guyuran hujan yang lebat.


Hatinya sangat hancur saat ini. Dia sangat mengkhawatirkan istrinya. Biarlah rencana yang ia rancang untuk mengungkapkan perasaannya batal asalkan dia bisa menemukan istrinya.


Sunggu semenjak bertemu Biola, Key merasa kalau Biola adalah belahan jiwanya yang selama ini ia cari. Sesuatu yang selalu membuat hidup Key hampa.


Sesuatu yang selalu Key cari tapi dia tak tahu harus mencari apa dan siapa. Dan setelah bertemu Biola, Key baru mendapatkan jawaban dari pencariannya yang tak jelas itu.


Key tak ingin kehilangan Biola hanya untuk sebentar saja. Katakanlah Key terlalu berlebihan dan posesif. Tapi jauh didalam hatinya ada sebuah rasa yang mengatakan kalau dia harus mendekap istrinya untuk tetap disampingnya agar istrinya itu tidak menghilang.


Ditengah-tengah tangisan peria itu. Dia mendengar suara seorang wanita yang menangis berasal dari rumah pohon yang tak jauh darinya.


Key Baru sadar kalau tempat itulah yang belum dia periksa.


Key berlari kearah pohon itu dengan tergesah-gesah.


____________________


**Hayo penasaran kan? aku belum kasih part masa kecil Biola dan Key yang hilang dari ingatan mereka loh?


Tadinya aku mau kasih flashbacknya tapi setelah dipikir-fikir nanti aja deh😂


Oh ya untuk episode ini aku nulisnya banyakan loh sampai hampir 2000 kata. Padahal biasanya juga 1000 kata lebih. Lumayan 2 episode disatuin tapi becanda 😂


Maaf ya authornya lagi gaje😂


karena aku gak ngira bakalan sampai episode 30.


Tapi makasih ya yang udah mau dukung Novel gaje aku. Meski yang like sedikit😢

__ADS_1


Dan satu lagi, tolong tinggalkan jejak kalian ya supaya authornya semanget nulisnya.😘


Salam hangat dari Sulis17**


__ADS_2