
Mona saat ini sedang uring-uringan karena setelah pesta dikeluarga Kristian itu membuatnya putus dari Tama pacarnya.
Sehari setelah pesta itu berakhir Tama memutuskan Mona tampa alasan. Ia sangat marah akan putusnya dengan pacarnya itu. Ia selalu menyalahkan Biola atas apa yang terjadi kepadanya setelah putus dari Tama.
"Ini semua gara-gara Si Biola anak dari wanita murahan itu. Jika saja pada saat itu dia tidak mempermalukan gue mungkin saat ini Tama masih jadi pacar gue. Dasar wanita murahan. Emang anak sama ibu nya itu sama, sama-sama wanita murahan." Umpat Mona dengan dipenuhi oleh rasa dendam yang sangat besar.
"Dasar wanita murahan!! Dia gak inget kalau apa yang saat ini dia miliki dan nikmati itu adalah pemberian dari gue. Jika saja pada waktu itu gue tau kalau orang yang dijodohkan dengan gue itu pewaris keluarga Kristian, gue pasti tidak akan pernah menolaknya. Ini semua gara-gara Ayah yang pilih kasih itu." Umapat Mona dengan dipenuhi rasa emosi.
"Ada apa ini Mona...??!!" Teriak Mama Mirna saat melihat kamar anaknya itu berantakan.
Mona yang melihat Mama Mirna masuk kedalam kamarnya pun langsung berlari ke arah Mama Mirna dan memeluk Mamanya itu dengan berlinang air mata.
"Hiks... hiks... Ma, Tama putusin aku." Ucap Mona dengan penuh derama dan berlinang air mata dipelukan Mamanya. Mama Mirna pun membulatkan matanya tak percaya.
"Kok bisa begitu! Kenapa kalian bisa sampai putus?" Tanya Mama Mirna dengan syoknya.
"Ini semua gara-gara wanita murahan itu! Gara-gara dia mempermalukan aku dipesta itu, Tama mutusin aku Ma." Adu Mona dengan sesenggukan.
"Dasar wanita murahan!! Kalau saja Ayah kamu gak ngancem Mama kalau dia akan membelokir semua kartu Mama. Mama pasti sudah menceritakan apa yang terjadi kepada nenekmu." Gerutu Mama Mirna dengan penuh emosi.
"Ma, aku mau Keynan Ma, aku mau rebut apa yang seharusnya jadi milik aku." Ucap Mona dengan berlinang air mata.
Mama Mirna tak tega melihat anak sematawayangnya menagis dengan begitu lirih. Ia sangat dendam dengan Biola yang telah mempermalukan anaknya dan merebut posisi anaknya untuk menjadi Nyonya Muda keluarga Kristian.
"Ini semua gara-gara anak dari wanita murahan itu. Seharusnya dia itu mati bersama ibunya tapi takdir selalu saja menolongnya. Ia selalu saja lolos dari maut yang telah aku rencanakan. Sepertinya aku harus bertindak lagi dan membunuh anak dari wanita murahan itu." Gumam Mama Mirna dengan penuh emosi.
"Kamu tenang saja sayang, apa yang seharusnya menjadi milikmu pasti akan kembali kepadamu." Ucap Mama Mirna sambil mengelus pucuk kepala anaknya dengan lembut.
_______________________
"Menjauh!! Aku masih marah ya sama kamu." Ucap Biola kepada suaminya yang ingin mendekatinya.
"Sayang, kamu mau sampai kapan ngambek sama aku. Ini udah hampir tiga hari loh tapi kamu masih ngambek sama aku. Kata orang pamali loh marah-marah sama orang sampai tiga hari lamanya apa lagi aku ini suamimu sayang." Biola membelalakan matanya saking kagetnya mendengar penuturan dari suaminya.
"Dari mana dia dapet teori aneh seperti itu." Gumam Biola dalam hati.
__ADS_1
"Aku gak mau tau, kamu harus tidur disofa seperti kemarin malam." Ucap Biola mengusir suaminya yang ingin merangkak keatas tempat tidur.
"Sayang aku kangen." Ucap Keynan yang berdiri disisi tempat tidur sambil menatap kearah istrinya dengan tatapan penuh pengharapan.
Biola yang melihat raut wajah suaminya pun sedikit goyah. Karena wajah Keynan yang tampan itu ketika memelas sungguh menggugah hati siapa saja yang melihatnya.
"Tidak, tidak, tidak.... Key harus dihukum. Kalau dia gak dihukum dia kan kebiasaan ngebohongin aku." Batin Biola sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidur disofa atau aku usir dari kamar." Ancam Biola.
Keynan menghembuskan nafasnya dengan berat. Ia mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah, tapi cium sini dulu." Tunjuk Keynan kearah pipi sebelah kanannya.
"Aku kan udah bilang kalau aku lagi ngambek. Jadi gak ada cium-ciuman." Ucap Biola yang membuat Keynan hanya bisa memelaskan wajahnya.
"Pelit." Gumam Keynan yang masih terdengar ke telinga istrinya.
"Apa?" Tanya Biola kepada suaminya.
Mereka berdua sudah sama-sama berbaring tapi tidak ada yang benar-benar tertidur.
Keynan terus saja merubah posisi tidurnya yang tidak nyaman diatas sofa. Biola yang melihatnyapun merasa iba, namun rasa ibanya itu tertutupi oleh rasa egonya yang sangat besar.
Biola berusaha menutup matanya dan berusaha untuk tidak memperdulikan suaminya. Ia masih ingin menghukum suaminya itu karena telah membohonginya.
"Yang.... aku kangen pengen meluk kamu." Ucap Keynan dari arah sofa.
Biola tidak memperdulikan ucapan suaminya. Ia berusaha untuk menutup matanya agar cepat tertidur namun dia tidak bisa tertidur. Sejujurnya Biola juga merasakan apa yang dirasakan oleh Keynan. Ia juga sangat merindukan dekapan hangat suaminya.
"Sayang, aku mau nengok adik kamu." Ucap Keynan yang sudah ngelantur kesana kesini.
Biola yang mendengar ucapan suminya pun membelalakan matanya kaget. Dan menyalah artikan ucapan suaminya.
"Apa dia bilang adik? dia ini benar-benar ngeselin. Jadi selama ini dia punya hubungan dengan Mona." Gerutu Biola didalam hati sambil memukul-mukul guling yang sedang ia dekap.
__ADS_1
"Mona dirumah Ayah. Ngapain kamu tanya sama aku." Ucap Biola dengan ketus.
Keynan langsung bangkit dari rebahannya dan duduk diatas sofa. Ia tiba-tiba merinding saat mendengar nama adik dari istrinya itu.
"Sayang bukan adik kamu yang itu." Jelas Keynan kepada istrinya yang sedang meringkuk diatas tempat tidur.
"Loh.. terus siapa lagi orang adikku cuman Mona satu-satunya." Ucap Biola dengan ketus. Ia benar-benar marah dengan ucapan suaminya itu yang merindukan adik iparnya sendiri.
Keynan bangkit dari duduknya dan mendekati istrinya yang membelakanginya. Keynan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Key lepas..!!" Ucap Biola sambil berusaha melepaskan tangan Keynan yang memeluk pinggangnya.
"Gak! aku sangat merindukanmu." Ucap Keynan sambil menghirup aroma wangi dari tubuh istrinya.
"Bohong! Tadi kamu bilang merindukan Mona tapi sekarang udah lain." Gerutu Biola sambil memukul-mukul tangan Keynan yang mendekapnya dari arah belakang.
"Aku merindukan adik kamu yang ini." Ucap Keynan tepat didaur telinga Biola sambil menyentuh daerah pribadi Biola.
"Ugghh.. Key..." leguh Biola saat suaminya itu mengelus daerah kewanitaannya.
"Sayang aku kangen." Ucap Keynan sambil menerkam bibir merah muda istrinya dan pergelutan itu pun kembali terjadi.
Biola sungguh tidak bisa menolak pesona dari sang suami yang selalu memikatnya. Setiap kali Keynan melakukan hubungan suami istri, Biola selalu terbawa suasana dan membuat Keynan tambah semangat melakukannya dan permaianan mereka bisa sampai beberapa ronde.
"Sayang aku mencintaimu. Jangan ngambek-ngambek lagi sama aku. Kamu tahu kalau aku sangat merindukanmu." Ucap Keynan setelah melakukan kegiatan panas mereka dan mencium kening istrinya yang sudah menjadi kebiasaan Keynan setelah melakukan kegiatan panasnya bersama istrinya.
"Cepatlah hadir dirahim Mamamu sayang. Papa sangat ingin melihat malaikat kecil ditengah keluarha kecil kita." Ucap Keynan sambil mengelus perut datar istrinya yang sedang tertidur.
Merekapun tertidur dengan saling berpelukan tanpa sehelai benangpun dan hanya ditutupi oleh selimut tebal.
______________________
**Maaf ya guys yang minta crazy up aku gak bisa hari-hari ini soalnya autornya bagi-bagi waktu dengan urusan pribadi. Ini aja aku nulisnya malem-malem hehehe....
Tar kalau gak sibuk aku crazy up 😉
__ADS_1
Makasih guys atas dukungan kalian 😘**