Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 61


__ADS_3

Ini masih Flashback ya guys😊


____________________


Bi Adidah dan Viola pun tak bisa menahan tawanya lagi saat mendengar Keynan ingin melamar anak yang ada didalam kandungan Viola.


"Hahaha..... Aduh maaf nya Neng geulis, Tuan Mudah masih alit jadi masih can terang nanaon.


(Hahaha.... Aduh maaf ya Kakak cantik, Tuan Muda masih kecil jadi masih tidak tau apa-apa). Ucap Bi Aidah sambil tertawa dan membuat Keynan mengerucutkan bibirnya kesal karena ditertawakan.


"Iya, gak apa-apa kok, saya mengerti." Jawab Viola sambil berusaha menahan tawanya saat melihat wajah Keynan yang cudah cemberut.


"Kalian kenapa malah ketawa si, Key serius mau menikah sama Putri kecil yang ada didalam perut Tuan Putri!" Ucap Keynan kesal sambil menunjuk perut buncit Viola.


Viola menundukan tubuhnya sedikit sambil menatap wajah Keynan yang sedang cemberut.


"Iya iya...   Maafkan Tante ya sayang, Tante hanya senang saja karena Putri kecil Tante sudah dilamar oleh seorang peria kecil yang sangat tampan dan menggemaskan seperti kamu. Tante yakin kamu pasti bisa membahagiakan Putri kecil Tante." Jawab Viola sambil tersenyum dan mengusap rambut Keynan gemas.


"Kalau begitu kapan Putri kecil yang ada diperut Tuan Putri akan keluar? Key ingin segera menikah dengan Putri kecil milik Tuan Putri." Jawab Keynan Polos.


Bi Adiah yang mendengarnya pun berusaha menahan tawanya sedari tadi. Sama hal nya dengan Viola yang berusha menahan tawanya karena tak menyangka kalau Putri kecilnya yang bahkan masih didalam kandungannya sudah dilamar oleh seorang peria kecil yang sangat polos dan menggemaskan.


"Sabar ya sayang, Putri kecil Tante masih belum lahir. Kalau kamu mau menikahi Putri kecil Tante maka kamu harus menunggunya sampai dia tumbuh dewasa dan menjadi Tuan Putri untuk kamu." Jawab Viola penuh kelembutan tapi membuat Keynan kecewa dan berwajah sedih.


Viola dan Bi Aidah hanya bisa tersenyum mendengar keinginan seorang Peria kecil yang ingin melamar seorang Putri kecil yang bahkan belum lahir kedunia.


"Benarkah!? Kalau begitu Key harus menunggu sampai kapan Tuan Putri?" Tanya Keynan dengan wajahnya yang polos.


"Emmm..... Tante rasa kamu harus menunggu selama segini." Jawab Viola sambil berfikir dan menunjukan dua jarinya ke arah Keynan.


Keynan tetsenyum senang saat melihat Viola menunjukan dua jarinya karena Keynan berfikir kalau dua jari yang Viola tunjukan itu adalah dua hari, jadi itu sebabnya Keynan tersenyum bahagia.


"Dua hari!?" Tebak Keynan sambil tersenyum kegirangan.


"Tidak, Tidak, maksud Tante 20 Tahun." Jawab Viola sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"20 Tahun?" Tanya Keynan kaget.


"Iya, apa kamu akan menyerah dan tidak ingin menikahi Putri keci Tante lagi?" Tanya Viola pura-pura sedih.


Sungguh mengerjai anak kecil yang kelewat polos membuat Viola sangat terhibur begitu juga Bi Aidah.


"Tidak akan, Key pasti akan menunggu Putri kecil yang ada di perut Tuan Putri. Key akan membangun sebuah kastil yang sangat besar untuk Putri kecil dan Key. Agar setelah kita menikah nanti Key dan Putri kecil akan menjadi Raja dan Ratu di kastil itu." Jawab Keynan penuh percaya diri.


"Baiklah kalau begitu sayang, Tante akan menyerahkan Putri kecil Tante. Kamu harus menunggu dan menikahi Putri kecil Tante setelah 20 tahun lagi. Dan kamu harus menjaga dan menyayangi Putri kecil Tante mengerti!" Ucap Viola dengan wajah pura-pura serius.


"Itu pasti Tante! dia milikku dan akan menjadi Ratuku setelah 20 Tahun yang akan datang." Ucap Keynan penuh Keyakinan.


Viona hanya bisa tersenyum sambil mengelus pipi Keynan dengan mata berkaca-kaca karena terharu.


Entah kenapa setelah mendengar ucapan peria kecil yang ada dihadapannya membuat Viona merasa kalau apa yang dikatakan oleh peria kecil itu akan terwujud.

__ADS_1


"Terima kasih sayang. Semoga saja kamu bisa menjadi Raja yang baik dan bisa melindungi Putri kecil Tante dimasa depan." Ucap Viona sambil memeluk tubuh kecil Keynan dan menitikan air mata.


Entah kenapa Viola merasa kalau dia tidak akan pernah bisa melihat dan mengawasi Putri kecilnya.


"Ini mungkin terdengar aneh ditelinga orang-orang tapi aku berharap apa yang diucapkan anak kecil ini benar-benar terwujud. Sebagai seorang Ibu aku juga berharap yang terbaik untuk anaknya." Ucap Viola didalm hati sambil mendekap Keynan dengan erat.


Setelah itu Viola berpamitan kepada Keynan dan Bi Aidah.


Keynan merasa sedih karena harus berpisah dengan Tuan putrinya yang mengandung seorang Putri kecil yang akan nenjadi Ratu yang akan menemaninya dimasa depan sampai maut memisahkan mereka.


Keynan terus menatap Viola yang kini sedang berdiri dipinggir jalan untuk mencari taxi.


Bi Aidah terus mengajak Keynan masuk kedalam minimarket untuk berbelanja kebutuhan rumah. Tapi Keynan tetep mau menunggu dan melihat Viola sampai Viola mendapatkan taxi.


Tak lama sebuah mobil berwarna putih melaju dengan kecepatan penuh kearah Viona. Tapi Viona tidak menyadarinya karena dia sedang berteleponan dengan seseorang.


Keynan melihat kedua hantu yang mengawal Viola tampak panik. Mereka ingin menyelamatkan Viola namun apa daya mereka hanyalah arwah yang tidak memiliki raga.


Para pengawal itu merupakan pengawal setia keluarga Viola sejak dulu. Mereka berjanji akan menjaga dan melindungi keluarga Viola dari generasi ke generasi. Walau sekarang mereka hanya tinggal aruwah saja dan tidak bisa melindungi keluarga Viola secara fisik. Namun mereka selalu menolong keluarga Viola dari gangguan-gangguan dari ilmu gaib yang sering menyerang kelurga Viola.


Latar belakang keluarga Viola tidaklah biasa. Viola bukanlah seorang gadis miskin yang tidak memiliki asal usul yang jelas seperti yang Oma Laras pikirkan.


Keluarga Viola merupakan keluarga yang sangat berkuasa dari dulu sampai sekarang. Bahkan keluarga Kristian pun mungkin tak sebanding dengan keluarga Viola.


Pak Bayu sendiri tidak mengetahui latar belakang keluarga istrinya. Pak Bayu tidak memperdulikan latar belakang istrinya karena Pak Bayu sangat mencintai istri pertamanya.


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya pengawal satu panik.


"Ta_tapi itu akan melanggar aturan kedua alam. Kita akan dimusnahkan dan kita tidak akan bisa melindungi generasi keluarga Alexsa lagi." Balas pengawal satu.


"Kita masih berada didunia ini karena untuk ini! Untuk melindungi generasi keluarga Alexsa. Agar keluarga Alexsa tidak musnah dan hanya meninggalkan sejarah saja. Kau tau keluarga Alexsa itu merupakan keluarga penyihir paling Anggung di Inggris pada jaman dulu. Jadi wajar saja banyak yang mengincar nyawa generasi keluarga Alexsa untuk dijadikan tumbal. Sehingga yang tersisa dari keluarga Aleksa hanya tingga beberapa orang." Timpal pengawal kedua.


"Kau benar! Ini memang akhir bagi kita sebagai pengawal keluarga Alexsa." Ucap pengawal satu pasrah.


Mereka pun berubah menjadi cahaya dan masuk kedalam kandungan Viola.


Keynan yang melihat kedua pengawal itu berubah jadi cahaya dan masuk kedalam perut tempat calon istrinya beradapun kaget.


Tapi tak lama dari itu Keynan melihat sebuah Mobil berwarna putih yang ingin menabrak Viola. Padahal Viola masih berada dipinggir jalan.


"TUAN PUTRI AWAS......!!!" Teriak Keynan sambil berlari kearah Viola dan menarik tangan Viola hingga Viola terjatuh keaspal dengan sangat keras.


Meski tabrakan itu berhasil dihindari namun jatuhnya Viola yang sangat keras membuat Viola pendarahan.


Pendarah Viola sangat banyak ia sangat mengkhawatirkan anaknya yang ada didalam kandungannya. Ia bahkan tidak memikirkan dirinya sendiri yang mungkin dalam keadaan kritis.


"TUAN MUDA!!!" Teriak Bi Aidah saat melihat Keynan sudah tersungkur ke aspal karena menyelamatkan Viola.


Bi Aidah juga melihat kearah Viola yang sudah pendarahan. Bi Aidah yang panik langsung berteriak minta tolong.


Tak berapa lama orang-orang datang dan mulai menolong Viola yang sedang pendarahan.

__ADS_1


Mereka membawa Viola kerumah sakit disusul oleh Keynan yang memaksa ingin melihat Viola dan ingin mengetahui keadaan calon pengantinnya kelak.


Sesampainya dirumah sakit Bi Aidah langsung membawa Keynan menemui Dokter karena Keynan juga terluka karena tersungkur ke aspal pada saat menyelamatkan Viola.


Keynan sempat menolak dan merengek-rengek minta bertemu Viola. Tapi Dokter berkata kalau Viola sedang melakukan oprasi jadi mau tak mau Keynan harus menunggu hingga beberapa jam didalam kamar pasien tempatnya dirawat.


Beberapa jam pun berlalu Bi Aidah membawa Keynan untuk menjenguk Viola karena rengekan Keynan namun yang mau dijenguk ternyata sudah meninggal dan bertepatan pada saat Keynan sampai didepan ruangan tempat Viola dirawat. Mayat Viola sedang didorong keluar ruangan itu.


Terlihat seorang pria juga keluar dari dalam ruangan tempat Viola dirawat sambil menggendong seorang bayi perempuan cantik yang nampak sehat dan tidak ada cacat sedikitpun.


Seorang suster mengambil alih bayi itu dari peria itu dan membawa bayi itu keruang inkubator.


Keynan dan Bi Aidah hanya bisa terdiam sambil menatap mayat Viola yang didorong oleh perawat rumah sakit disusul oleh seorang peria yang tadi menggendong bayi.


Bi Aidah hanya bisa menagis melihat teragedi yang terjadi dalam satu hari ini. Dia masih teringat saat Viola dan Keynan sedang asik berbicara beberapa jam yang lalu dan sekarang tubuh Viola hanya tinggal mayatnya saja.


Seorang suster melewati Bi Aidah dan Keynan sambil menggendong seorang bayi yang tadi digendong oleh seorang peria yang sedang bersedih.


Bi Aidah menghampiri suster itu dan bertanya kepada suster itu.


"Punten Bu Suster, Ari ieu teh murangkalihna Ibu anu pupus sanes?


(Maaf Bu Suster, apa ini anaknya Ibu yang meninggal bukan?)" Tanya Bi Aidah dengan Bahasa sunda karena Bi Aidah selalu tidak fasih berbicara dalam Bahasa Indonesia.


"Iya Ibu, ini adalah Putri dari Ibu yang barusan meninggal. Maaf ya Ibu, adek, Saya harus membawa bayi ini keruang inkubator. Meski bayi ini terlihat sangat sehat dan kuat tapi dia terlahir prematur jadi kita sebisa mungkin mencegah terjadinya resiko buruk." Jawab Suster itu ramah sambil berlalu keruang inkubator.


"Bi, apa tadi Putri kecil yang ada di perut Tuan Putri. Lalu kenapa Tuan Putri dibawa orang-orang itu." Tanya Keynan polos.


"Tuan Putrina bade dipariksa. Tuan Muda hoyong ningali Putri kecilna teu?. (Tuan Putrinya mau diperiksa. Tuan Muda mau lihat Putri kecilnya tidak?)." Tanya Bi Aidah yang mendapat anggukan dari Keynan.


Keynan dan Bi Aidahpun keruang Inkobator tapi mereka tidak di izinkan masuk dan hanya bisa di izinkan melihat dari kaca diluar ruangan inkubator.


Bi Aidah pun menunjuk keberadaan Putri kecil kepada Keynan dari balik kaca diruangan inkubator.


Keynan pun melihat kearah seorang bayi perempuan cantik. Keynan tersenyum saat melihat calon pengantinnya dimasa depan.


Bayi itu tampak menggerak-gerakan tubuhnya seolah-olah meminta Keynan mendekat kearahnya.


"Dia calon pengantinku Bi?" Tanya Keynan kepada Bi Aidah.


"Muhun Tuan Muda. (Iya Tuan Muda)" Jawab Bi Aidah sambil tersenyum.


"Tapi kenapa tubuhnya kecil?" Tanya Keynan polos.


"Tubuhna alit pan masih bayi, jadi wajar mun tubuhna masih alit." (Tubuhnya kecil kan masih bayi, jadi wajar kalau tubuhnya masih kecil). jawab Bi Aidaha.


"Oh begitu.... Kalau begitu Putri kecil harus menunggu aku untuk melamarmu 20 tahun lagi. Ingat kau hanya boleh menikah denganku. Kau adalah Tuan Putri kecilku dan kita harus menikah ketika kita sudah dewasa nanti. Ini janji diantara kita." Ucap Keynan sambil menempelkan jari kelingkingnya dikaca pembatas diruangan inkubator dan disambut oleh senyuman manis dari bayi yang Keynan sebut Putri kecil.


Flashback Off


________________________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys 😘


__ADS_2