
Senja itu penari Odisa disibukan dengan kegiatan merangkai bunga dan pernak pernik yang akan dipasang saat upacara nanti. Ruangan sudah dibersihkan dan ditata, tinggal menunggu hasil karya mereka dipajang saat malam nanti.
“Aku tidak sabar menunggu besok” ujar beberapa diantara mereka
Yang lainnya ikut tersenyum menyetujui ucapan itu. Gayatri duduk diantara mereka, mendengar pujian kepada calon ratu baru. Telinganya telah terlatih mendengar hal buruk tentangnya. Kali ini bahkan mereka lebih frontal membandingkan Siddarth bersama dirinya dan Jhanvi. Syukurlah Jhanvi mengurungnya di sini, dia lebih leluasa mendengar pendapat orang lain.
Beberapa jam kemudian mereka telah bersiap memasangkan pernak-pernik, hiasan dan meletakan kalung bunga di baki khusus yang akan dipakai besok. Setelah semuanya selesai para penari diharuskan beristirahat untuk persiapan besok, mereka harus berdandan lebih pagi dan hadir di tempat acara sebelum yang mulia tiba.
Jhanvi turun ke pelataran istana tempat pembukaan acara penobatan dan pemberkatan oleh pendeta. Persiapan itu sesuai dengan keinginannya. Hari ini tidak ada tamu yang datang, sesuai arahan raja tamu-tamu yang akan tiba besok diarak menuju gerbang istana dengan iringan dan tarian ketika mereka menginjakan kaki di pelataran istana.
Jhanvi memeriksa baki-baki ditemani Rishi dan Siddarth. Siddarth menggenggam tangan Jhanvi, tidak ingin perempuan yang tampak rapuh di matanya terluka.
“Pelan-pelan” Siddarth frustasi saat Jhanvi mengabaikan larangannya berlari-lari kecil menuju deretan kalung bunga yang ditata rapi dalam baki.
__ADS_1
“Aku ingin kau memakai yang ini, dan ini milikku” ujar Jhanvi takjub melihat kecantikan bunga-bunga di hadapannya. Sejak delapan bulan yang lalu dia dilarang keluar dari kamarnya dan itu membuatnya bosan. Hari ini Siddarth dan yang lainnya memperbolehkan dia berjalan-jalan di tempat yang akan dipakai besok.
“Aku sudah menantikan hari ini sekian lama. Kau mewujudkan impianku” ujar Jhanvi berterima kasih pada Siddarth yang sedang menatapnya penuh cinta.
“Aku tidak pernah sebahagia ini. Sejak bertemu denganmu aku melihat takdir ini di masa depan” balas Siddarth membela anak rambut Jhanvi yang menyentuh wajahnya karena sepoi angin.
“Takdir telah mempertemukan kita. Kisah kita akan diceritakan turun temurun di tanah Hindustan ini” kata-kata Siddarth memberi rasa percaya diri yang baru dalam diri Jhanvi. Mereka berdua sepakat mereka adalah belahan jiwa yang bertemu dalam waktu yang telah ditentukan sang pencipta.
“Ayahmu akan melihat kau menjadi wanita paling cantik di dunia besok. Penobatan ini akan mengukuhkan kedudukanmu. Jangan khawatir, bahkan iblis pun tak bisa menghalangi penobatan suci kita” Siddarth kembali meyakinkan Jhanvi, ada binar kebahagiaan yang meluap dalam mata cantik Jhanvi.
“Rishi tinggalkan kami” ujar Siddarth meminta Rishi segera pergi dari tempat itu, membiarkan kedua orang yang tengah di mabuk cinta itu memadu kasih. Siddarth memuja Jhanvi, semua yang ada pada Jhanvi telah utuh menjadi miliknya tidak akan dibagi dengan yang lainnya. Wajah, tubuh, sikap, dan kecantikan Jhanvi hanya untuknya maka Siddarth berjanji akan mengabdikan diri pada istrinya kali ini dia akan menepati janjinya sampai mati.
Guntur dan kilat menyambar-nyambar di langit. Hawa sejuk di tempat itu berubah menjadi dingin.
__ADS_1
“Sepertinya akan muncul hujan” ujar Jhanvi melonggarkan tangan Siddarth yang tengah memeluknya.
“Jangan khawatir, pawang hujan terbaik di negeri ini sudah ku datangkan. Puasa yang telah dia lakukan untuk Dewa Indra telah dijalankan sebulan yang lalu. Dewa Indra welas asih, dia akan membantu kita juga. Ingat, jangan lupakan Mahadewa aku pemuja setianya” ujar Siddarth yakin.
“Har, har, Mahadev” ujar Jhanvi menangkupkan kedua tangannya.
Guntur dan kilat berhenti. Hawa dingin berubah menjadi hangat.
“Lihatlah, bahkan Mahadewa mendengar ucapan tulus yang keluar dari bibirmu. Dia memberkati kita” ujar Siddarth.
“Tidurlah, persiapkan dirimu untuk besok” ujar Siddarth memeluk Jhanvi membiarkan Jhanvi tertidur dalam peraduannya menyambut hari baru dan keajaiban baru bagi mereka.
...----------------...
__ADS_1