
"Hahahahaha" tawa Bansheer menggelegar ke seluruh pelosok istana.
"Piyush, cari seorang penulis dan bawa dia ke sini" perintah Bansheer.
Kurang dari setengah hari Piyush datang membawa seorang pemuda lusuh, anak dari perdana menteri Jayamangkala yang telah dia bunuh.
"Dia terkenal pintar di akademi, murid dari Patih Drona Dwipajaya" ujar Piyush memaksa anak itu tunduk pada Bansheer.
"Katakan siapa namamu" tanya Bansheer
"Banyu" ujar pria muda itu menatap mata Bansheer dalam.
"Hahahahha aku suka tatapan ingin membunuh ini. Kau kuangkat sebagai penulis pribadiku. Tulislah sejarah tentang Bansheer sang penguasa agar keturunanku dan seluruh dunia tahu. Aku Bansheer yang akan mengubah tiga jaya" teriak Bansheer.
"cuih aku tidak sudi menulis kisah penipu. Karma akan mengikuti sepanjang hidupmu, aku bisa melihat kekalahan di wajahmu" ludah Banyu.
"plakk"
Tamparan keras Bansheer menghantam pipi dan rahangnya. Banyu meludah bercampur darah.
__ADS_1
"Aku adalah karma itu sendiri, karma yang datang akibat kebodohan manusia di tanah ini. Aku yang akan mewujudkan kejayaan yang sesungguhnya!" teriak Bansheer murka.
"Bawa dia ke penjara bawah tanah. Lucuti pakaiannya dan rantai dia. Jangan beri makan hingga dia bersedia menulis" perintah Bansheer.
Banyu ditarik paksa dari hadapan Bansheer. Sesuai perintahnya Banyu dibiarkan sendirian dalam penjara yang pengap. Tikus, semut, kecoak dan binatang lainnya hilir mudik di hadapan Banyu. Banyu bergidik ngeri.
"Nikmati karmamu di sini" bisik Piyush lalu pintu di tutup.
Aku tidak punya waktu bersenang-senang. Semua prajurit tiga jaya sudah berkumpul di Jayabaya. Batas-batas kerajaan ini telah dirubuhkan. Jalan-jalan yang menghubung tiga jaya telah dibuka. Jiwang telah diperluas ke sampai memasuki tanah Jayamangkala. Sekarang aku harus memikirkan perluasan ke Wilisgiri dan Dwipajaya.
Semua berita ke Astapura untuk sementara bisa kucegah, tapi tidak akan bertahan lama. Cepat atau lambat Sri Narendra dan Siddarth akan bertindak. Aku perlu seluruh informasi di Astapura. Jika Astapura tidak stabil maka seluruh rencanaku akan berjalan.
...*****...
Patih Mahesa mendapat kabar tentang Bansheer dan tiga jaya. Dia bergegas melapor kepada Raja Daneswara.
"Tuanku, Bansheer adalah dalang dibalik semua ini. Dia menukar pelayan yang mengantarkan makanan pada malam itu. Dia menaruh racun ke dalam makanan Jayamangkala pada mangkuk yang telah diberi tanda lalu mengadu domba mereka bertiga" lapor Mahesa.
"Cari pelayan itu" ujar Daneswara.
__ADS_1
"Ampun tuanku, semua yang terlibat telah dibunuhya. Bukan hanya itu saja, dia membunuh semua menteri yang memberontak kepadanya dan mengancam yang lainnya"
Patih Drona yang mendengar kabar itu memejamkan matanya membayangkan perlakuan sadis Bansheer.
"Kita harus siap sedia sebelum bahaya datang. Cepat atau lambat Bansheer pasti akan memikirkan perluasan kekuasaan" ujar Patih Wirasana mengelus janggutnya.
"Aku juga memikirkan hal yang sama. Saat ini angka kelahiran dan jumlah wanita lebih banyak dari jumlah pria di kerajaan ini. Bagaimana caranya agar mereka bisa selamat?" tanya Daneswara.
"Wanita dan anak-anak tidak diperkenankan ikut serta dalam perang bukan karena mereka tidak mampu, melainkan kengerian di medan perang dan akibat dari kalah perang bisa membuat mereka menjadi budak seumur hidup" ujar Patih Drona.
"Akan lebih baik mereka pergi, membesarkan anak, dan melanjutkan keturunan agar turunan Dwipajaya tetap hidup" Patih Wirasana menambahkan.
Paramitha istri pertama Daneswara mencuri dengar percakapan itu. Segeralah dia berlari menuju tempat dimana Swastika selir raja berada. Dia menceritakan apa yang dia dengar pada Swastika.
"Mengapa para lelaki ini meragukan istri dan kaum wanita? yang perlu kita selamatkan adalah anak-anak. Para wanita akan melakukan apapun untuk mempertahankan tanah ini" ujar Paramitha tidak terima.
"Mereka memikirkan kehormatan dan derajat kaum wanita. Sudah sepatutnya kita menerima keputusan itu dan mendukung rencana mereka" ujar Swastika menenangkan Paramitha.
"Tidak! aku akan tetap di sini demi Dwipajay" ujar Paramitha tegas.
__ADS_1
...----------------...