
"Turunlah, kita sudah sampai" ujar Rishi pada Laksmi.
Mereka berdua menumpang kereta kuda bersama keempat perempuan lainnya yang akan berjualan di pasar dekat pelabuhan.
Rishi dan Laksmi berdandan layaknya wanita penjual, sehingga rupa asli mereka tidak mudah dikenali.
"Aku akan mengantarmu ke pelabuhan. Kembalilah ke Nusantara dengan selamat. Jangan biarkan siapa pun menyentuhmu" ujar Rishi sambil menyelipkan sebuah belati di balik saree Laksmi.
Mereka menyusup ke gerombolan pedagang yang sedang antri memasui kapal.
Suara langkah kaki kuda memecah kericuhan antrian penumpang kapal.
"Periksa mereka semua dengan teliti!"
Piyush, batin Rishi menyebut nama prajurit kepercayaan Bansheer. Pria yang memiliki bekas luka berupa goresan pedang di suduh mata kiri hingga ke pipi itu memberikan sketsa wajah Laksmi kepada petugas pelabuhan.
"Cepat! bergabung dengan yang lainnya. Aku harus segera pergi" Rishi mendorong Laksmi semakin terdesak ke dalam rombongan penumpang.
Laksmi yang terdesak, berusaha keluar dari rombongan itu melihat ke mana Rishi pergi, namun wujud Rishi tidak Laksmi temukan di mana pun.
"Hey apa yang kau lakukan, sebentar lagi kapal akan berangkat!" ujar seorang wanita yang mengantri di belakang Laksmi sambil menyangga kendi berisi susu di kepalanya.
Laksmi tersadar. Dia memegang tas berisi bekal dan baju lalu maju sesuai urutan antrian.
__ADS_1
Genggamannya semakin erat saat Piyush berjalan di sampingnya.
Laksmi memperbaiki saree yang menutupi kepalanya.
Piyush meneliti Laksmi, merasa ada yang aneh dengan wanita itu.
Laksmi mengalihkan pandangannya ke segala arah, menghindari tatapan menyelidik Piyush.
Tibalah giliran Laksmi.
"Buka!" ujar penjaga pelabuhan meminta Laksmi menurunkan saree yang sengaja dia angkat menutupi bagian hidung hingga dagu.
Gayatri menurunkan sareenya.
Piyush yang tidak sabar segera menarik rambut Laksmi hingga kepala wanita itu terngadah.
Tarikan paksa di rambutnya membuat Laksmi meringis.
Laksmi menggit bibir bagian dalamnya, mencegah suaranya agar tidak keluar.
Piyush meneliti wajah Laksmi.
"Lanjut!" perintah Piyush setelah yakin gadis kumal di hadapannya bukan Laksmi yang dicari Bansheer.
__ADS_1
Laksmi menormalkan detak jantungnya. Rambutnya yang tadi pagi di tata Rishi terurai di berantakan.
Laksmi mengupulkan sisa-sisa kekuatannya. Dia masuk ke dalam kapal dan berbaur bersama ribuan orang.
Laksmi duduk bersandar pada dek kapal. Sesekali dia mengelus perutnya. Dia mengeluarkan sedikit bekal lalu makan sambil melihat sekeliling kapal.
Setelah makan, Laksmi berjalan menuju sisi luar kapal. Dia menikmati riak ombak dan angin laut yang berhembus menyentuh kulitnya.
"Kau bisa jatuh kalau terlalu lama berdiri di situ" ujar seorang wanita pada Laksmi.
Laksmi menoleh melihat sang pemilik suara. Tampak olehnya wanita tua memikul kendi susu yang menegurnya di tempat antrian.
Wanita itu menurunkan kendi yang diusungnya lalu duduk di sisi kapal.
"Kemarilah duduk di sini" ujar wanita tua itu menepuk tempat kosong di sampingnya.
Laksmi menuruti permintaan wanita itu.
"Mengapa anda membawa kendi berat ini ke sana ke mari?" tanya Laksmi heran. Biaya untuk penjaga barang hanya 10 rupee perhari harga yang dapat di bayar oleh penjual susu. Pendapatan penjual susu dalam sehari bisa membeli setengah jantung emas.
"Susu ini ku olah sendiri. Putraku suka sekali dengan rasanya. Karena itu aku tidak membiarkan siapapun mengotori kendiku dan mencicipi isinya, kecuali calon menantuku" ujar wanita tua itu sambil terbahak menyaksikan ekspresi heran Laksmi.
...----------------...
__ADS_1