
Saksenya pamit pada Raja Daneswara dan ibunya setelah dua hari berada di Dwipajaya. Saksenya kembali ke Jiwang, setelah memastikan Laksmi mendapat tempat tinggal dan pekerjaan yang layak. Raja Daneswara bermurab hati mengangkat Laksmi menjadi salah satu juru masak di dapur khusus prajurit.
Hari sudah siang, matahari tepat di atas kepala. Panasnya membuat Saksenya kegerahan. Saksenya menyaksikan para pekerja sangat kelelahan sedangkan dari kejauhan Bansheer sibuk menceramahi mereka.
"Kembalilah ke Suballa. Mulai hari ini Jiwang ada dalam pengawasanku" tegas Bansheer.
Saksenya dengan senang hati mempersilahkan Bansheer mengurus kembali tanah itu dan sudah bisa dipastikan akan jadi seperti apa Jiwang di masa depan.
"Baiklah, akan ku bawa kembali prajurit Raja Nakula"
Saksenya segera mempersiapkan kepulangan mereka dan akan berangkat besok pagi ke Suballa. Perasaan Saksenya tidak enak karena Bansheer mempersilahkan dirinya pergi tanpa mengajaknya adu otot. Sudahlah, untuk apa memusingkan urusan Astapura. Ada banyak hal yang harus kulakukan di Suballa saat tiba nanti.
Saksenya membawa prajuritnya ke sebuah penginapan dekat pelabuhan. Dia menjemput ibunya sekaligus pamit pada raja dan anggota keluarga kerajaan.
Saat dini hari tiba mereka berlayar melewati jalur pelayaran rahasia.
"Terima kasih paman. Berkat paman aku bisa menjalankan tugasku dengan baik"
__ADS_1
Raja Nakula menepuk pundak Saksenya.
"Hanya itu yang bisa kulakukan. Sekarang usiaku tidak muda lagi satu persatu tugasku telah diambil alih oleh penerusku" ujar Nakula.
"Apa yang paman lakukan sudah lebih dari cukup" ujar Saksenya menatap mata Raja Nakula.
"Lihatlah putramu saudariku, dia lebih dewasa dari saat terakhir aku bertemunya" ujar Nakula membanggakan Sadewa pada ibunya.
Sonarika mengangguk membenarkan ucapan Nakula.
"Tinggalah di sini beberapa hari lagi" saran Nakula pada Saksenya dan Sonarika, agar Bansheer dan Astapura tidak curiga pada kepulangan mereka yang singkat.
Saksenya benci peperangam namun tidak dapat dipungkiri ilmu dasar peperangan harus dia kuasai siapa tahu di masa depan ilmu itu dapat membantunya.
"Tuan, ada berita buruk" bisik mata-mata yang menemui Nakula di ruang kerjanya.
"Klan Tengri telah berlayar menuju Asia Tenggara. Belum jelas motifnya seperti apa, tampaknya mereka ingin mengatur hubungan dagang"
__ADS_1
"Hagai Khan" bisik Nakula.
Dunia telah mendengar kehebatan Hagai Khan. Dia menguasai dataran Tiongkok dan Asia Barat. Karena keberhasilannya, muncul rumor aneh tentang Hagai bahwa pria itu memiliki ilmu yang bisa menghilang, dan tidak segan-segan memakan hati manusia. Terdengar terlalu berlebihan untuk ukuran manusia.
Mengatur hubungan dagang tidak terdengar seperti negoisasi yang menguntungkan melainkan malapetaka di depan mata.
Nakula mengingat kekejaman yang dilakukan klan Tengri di Joseon dan Nippon bahkan Cheng Ho tidak berkutik di hadapan Hagai.
Nakula menarik nafas panjang.
Klan kecil ini berasal dari Mongolia. Mereka memiliki ciri-ciri fisik yang mencolok di banding klan lainnya di Asia Barat. Mereka tinggal berpindah tempat, membangun kemah, beternak, memancing, bercocok tanam dilakukan atas asas kekeluargaan dan gotong royong. Sungguh klan yang solid.
Sekali lagi Nakula membuka kitab pelayaran laksamana Cheng Ho yang dibelinya dari seorang pengemis di Nusantara. Isi kitab itu sangat rinci lengkap dengan peta dan jalur pelayaran Cheng Ho. Cheng Ho bahkan menjabarkan tempat-tempat potensial di Nusantara.
Sampai hari ini Nakula selalu berpikir bagaimana mungkin seorang pengemis memiliki atau menulis kitab ini dengan sangat rinci. Kalau saja pengemis itu menjualnya ke sembarang orang, maka Nusantara akan rata dengan tanah.
Kitab itu sedikit menceritakan tentang asal mula Cheng Ho dan perselisihannya dengan klan Tengri hingga dia memutuskan berlayar ke Asia Tenggara dan menetap di Nusantara.
__ADS_1
Tidak ada informasi spesifik lainnya selain ciri fisik dan sistem perekonomian klan Tengri. Halaman itu hanya berisi dua paragraf sisanya dibiarkan kosong. Halaman selanjutnya sudah membahas cerita Cheng Ho yang lain.
...----------------...