
Kabar kehamilan Jhanvi tersiar hingga ke Nusantara dan ke telinga Bansheer. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengubah rencana. Dia mengabari Siddarth bahwa dia telah menduduki tiga Jaya. Siddarth tidak perlu khawatir karena perluasan lahan pertanian telah dilakukan. Astapura tinggal menikmati hasilnya.
Siddarth tentu saja senang. Dia menyerahkan urusan Jiwang dan tiga Jaya pada Bansheer karena Bansheer merupakan salah satu orang kepercayaannya. Piyush mempertanyakan niat Bansheer yang sebenarnya.
Bansheer menjelaskan bahwa menjadi musuh dalam selimut jauh lebih menguntungkan daripada terang-terangan memberontak. Siddarth tidak akan mungkin meninggalkan istri yang sedang hamil hanya untuk ke Nusantara.
Raja Daneswara juga mendengar kabar itu, hatinya semakin pilu. Dia menuliskan surat agar putrinya tetap tenang dan tegar. Jika terjadi sesuatu cepatlah kembali ke Dwijaya. Raja Daneswara khawatir putrinya tidak bisa bertahan.
Gayatri membaca surat singkat yang ditulis ayahnya. Dia tidak ingin menyerah sebelum tahu kebenaran yang tersembunyi di balik ini semua. Nalurinya berkata Siddarth punya rencana yang belum diketahuinya dan dia harus tahu.
"Rupika, kapan perayaan holi berlangsung?" tanya Gayatri.
"Satu minggu lagi nyonya. Mulai besok kita akan mempersiapkan perayaan itu" ujar Rupika senang.
Satu minggu kemudian ….
Gerbang kota menuju Astapura telah ditutup dalam rangka penyambutan hari raya holi. Orang luar yang ingin pulang harus menginap hingga perayaan berakhir begitu pula dengan yang datang harus menunggu sampai gerbang dibuka setelah festival.
__ADS_1
Tradisi ini telah berlangsung setelah perang dimulai. Sebelum terjadi perang siapapun boleh bergabung.
Jhanvi tampak murung. Dia hanya bisa menyaksikan orang yang lewat dari balkon istana. Perayaan dimulai. Bunyi musik di mana-mana, semua orang menari dan bernyanyi. Merek bersuka ria.
Raja Sri Narendra dan keluarga kerajaan turut diundang hanya Jhanvi yang tidak diizinkan untuk hadir.
"Lihat itu, nyonya benar-benar cantik"
Puji Rishi pada Gayatri yang lewat bersama para penari Odissa.
Mereka berbaris menuju pelataran istana yang telah dikelilingi oleh anggota dan tamu kerajaan.
Semua mata tertuju pada barisan itu. Sebuah suara merdu menghentikan suara semua orang yang berbisik. Gelang kaki dan tangan yang dikenakan Gayatri bergemerincing.
Gayatri menyanyikan sebuah lagu Hindi yang syairnya menggambarkan berkat yang akan datang di musim semi. Semua yang melihat tarian Gayatri dan mendengar suaranya terkagum-kagum.
Rishi ikut menggerak-gerakan badannya di samping Jhanvi seiring dengan musik yang menyatu dengan suara indah Gayatri. Jhanvi menatap Rishi kesal namun dia tak sanggup marah. Pertama kalinya dalam hidup Jhanvi merasa kesal dikurung karena kehamilannya.
__ADS_1
"Bagus sekali putriku. Tarian yang sangat indah" ujar Raja Sri Narendra.
Raja Sri Narendra memperkenalkan Gayatri kepada tamu-tamunya. Di Hadapan para tamu Sri Narendra meminta Gayatri mengucapkan permintaanya.
Gayatri dengan lantang menyebut bahwa dia ingin Siddarth bersamanya hingga festival holi berakhir, 10 hari kedepan.
Jhanvi mengepal tangannya erat, saat mendengar permintaan Gayatri. Permainan apa yang sedang Gayatri lakukan saat dirinya tengah hamil? batin Jhanvi.
Perayaan holi hari ini telah berakhir satu jam yang lalj namun Rishi masih terus mendengungkan lagu yang dibawakan Gayatri.
"Hentikan Rishi, kau membuat bayi dalam perutku meronta-ronta" tegur Jhanvi.
"Hey mahluk kecil, ketahuilah ibu sambungmu menyanyikan lagu festival holi dengan sangat indah" ujar Rishi tepat di depan perut Jhanvi.
Jhanvi tidak senang dengan kata ibu sambung yang diucapkan Rishi.
...----------------...
__ADS_1