
"Apa yang kalian lakukan! bermalas-malasan? hah?" Bansheer menendang satu persatu pekerja yang mengeluh. Diambilnya cambuk dari tangan prajurit dan dilecutkan ke tubuh para pekerja. Bau darah mengalir, semakin membuat Bansheer menggila.
"Mahadewa! lihatlah tanah tandus ini telah dipenuhi oleh darah orang tidak berdosa!" teriak Bansheer.
"Kami adalah pengikutmu yang setia. Limpahkanlah kemenangan dan kesejahteraan kekal bagi pengikutmu" Bansheer berteriak pada Mahadewa sambil merentangkan tangannya.
Teriakan Bansheer menggema di perkebunan itu. Targetnya hampir tercapai. Tanah ini telah lengkap ditanami palawija. Sebentar lagi mereka akan memetik hasil dari perkebunan ini.
"Tuan" ujar Piyush menyadarkan Bansheer.
"Ada apa?" tanya Bansheer ketus.
"Budak dari Persia, Libanon, dan Mesir sudah tiba di pelabuhan. Silahkan anda melihat-lihat" ujar Piyush.
"Siapkan kuda, kita berangkat sekarang. Amran, jaga para pecundang ini jangan sampai lengah" perintah Bansheer sembari melemparkan cambuk pada Amran.
Bansheer dan Piyush menyusuri jalan menuju pelabuhan. Sore itu suasana di pelabuhan cukup ramai. Mereka berdua berjalan menuju kerumunan orang. Yah, jual beli budah adalah sah di zaman itu dan selalu menarik perhatian semua kalangan dari bocah kecil hingga pria tua yang sebentar lagi akan menemui ajalnya.
"Tuan Bansheer kami telah menunggu kedatangan anda. Sambut Esha pria berdarah Pakistan yang bertugas melayani jual beli budak.
__ADS_1
"Ini budak terbaik yang kami punya, silahkan anda memeriksanya" ujar Esha menunjuk ke arah empat buah kurungan besi berukuran sekitar 4x8.
Keempat kurungan itu memisahkan bagian laki-laki dan perempuan. Usia 19-35 tahun berada dalam kurungan terpisah. Usia paling muda adalah 12 tahun dan mereka digabungkan bersama usia kurang dari 19 tahun.
Piyush melihat-lihat budak perempuan yang penuh sesak dalam kurungan itu. Meskipun tampak lusuh dan bau, keindahan paras para budak ini mampu menghipnotis kerumunan manusia di tempat itu.
"bughhh" Bansheer menghantam kepala Piyush.
"Tinggalkan mereka, cari budak laki-laki" ujar Bansheer menatap nyalang ke arah budak perempuan yang ketakutan.
"araghhh" teriak budak-budak perempuan saat penonton menarik pakaian mereka dari celah kurungan jeruji besi itu. Suara sorakan penonton semakin menjadi saat salah satu budak hampir dilucuti semua pakaiannya.
"bughhh" Bansheer melayangkan tinjunya pada pria cabul yang tampak bahagia telah berhasil merobek baju budak wanita.
Pria itu berlari menerobos kerumunan menghindari kemarahan Bansheer. Bansheer melempar jubah yang dikenakannya lewat celah kurungan kepada wanita yang ketakutan itu.
"Tuan tolong saya tuan, tolong beli saya. Saya akan melakukan apapun" rengek wanita itu ketakutan. Matanya menatap panik ke arah sekitarnya takut tindakannya diketahui oleh Ehsan.
"Lepaskan jlng!" Bansheer menepis tangan perempuan itu lalu menuju kurungan para pria. Dia membeli 20 pria yang terdiri dari 5 pria muda dan 15 pria paruh baya yang dianggapnya cocok bekerja di ladang.
__ADS_1
"Terima kasih tuan, senang berbisnis dengan anda" ujar Esha bersemangat sambil menerima dua puluh keping emas.
"Ingat aku tidak percaya dengan orang Pakistan" ancam Bansheer.
"Itulah sebabnya anda berbisnis dengan orang Pakistan"
"Ma-maksud saya kami tidak berani membohongi anda" ujar Esha cepat, menyadari lelucon yang dia sampaikan, salah sasaran.
Bansheer, Piyush dan ke 20 budak yang dirantai di masukan dalam sebuah gerobak kuda berisi tumpukan jerami dan dibawa menuju Jiwang.
"Piyush, sampai di mana berita tentang Tengri" tanya Bansheer.
"Hagai Khan belum bergerak. Mereka masih mendirikan kemah di Ulan Bator. Separuh wilayah Nippon telah mereka taklukan. Nippon diduduki oleh fraksi yang ditunjuk Hagai" ujar Piyush.
"Lalu bagaimana dengan persiapan di Astapura" tanya Bansheer lagi.
"Entah ini kabar baik atau buruk, Tuan Siddarth telah melangsungkan pernikahan kedua di kuil Mahadewa dengan Putri Raja Aryan dari Madhyaprasta." ujar Piyush.
"Bagus, bagus, dia pasti bekerja keras di malam pertama nya" ujar Bansheer sembari bertepuk tangan mendengar kabar itu.
__ADS_1
"Piyush persiapkan dirimu untuk pertempuran besar" ujar Bansheer tersenyum licik.
...----------------...