
"Apa yang terjadi?" tanya Gayatri khawatir. Dia baru saja melihat surat diantar seorang utusan kepada Saksenya yang telah resmi berstatus sebagai suaminya.
"Bansheer bergerak menuju perbatasan Wilisgiri diwakili oleh Ankush mantan kepala perompak Astapura" ujar Saksenya cepat.
"Kita harus segera mengunjungi para raja dan meminta bala bantuan" ujar Saksenya lagi.
Sambil mempersiapkan keberangkatan, Gayatri menjelaskan posisi Dwipajaya, perbatasan, Jiwang, Wilisgiri dan Tiga Jaya. Saksenya mendengarkan sambil membuat sketsa Dwipajaya diatas kertas lontar miliknya. Dia menunjukan pada Gayatri gambaran Dwipajaya berdasarkan cerita Gayatri.
"Persis seperti Dwipajaya yang asli" ujar Gayatri takjub memandang coretan tangan Saksenya.
Gayatri meminta suaminya membuatkan satu coretan lagi untuknya. Setelah semuanya siap Saksenya menitipkan Subala pada ibunya yang masik berstatus Maharani kerajaan itu. Sonarika memberi restu kedua anaknya.
Mereka berangkat ke Nepal menemui raja Sadewa. Kedatangan mereka tidak disambut melainkan dilakukan secara tertutup mencegah agar berita tidak tersebar ke luar kerajaan.
"Aku tak menyangka putri Raja Dwipajaya akan bersanding dengan anak kami. Aku adalah paman Saksenya tak banyak yang tahu hubungan darah kami. Aku merestui kalian sekaligus menyangupi permintaan mengirimkan bala bantuan yang akan menetap sebagian di Subala. Nepal siap kapan pun kalian butuhkan" ujar Raja Sadewa memberkati kedua pengantin baru.
__ADS_1
"Pernikahan tak selamanya tentang hal-hal indah tapi menyatukan dua kepribadian yang berbeda. Aku harap kalian saling setia, dan membantu dalam segala hal" nasehat Sadewa.
Gayatri dan Saksenya tinggal selama dua hari di tempat itu lalu berangkat ke khasmir, mereka mrnemui ahli perang terbaik Raja Nakula saudara kembar Raja Sadewa.
Raja Nakula mengadakan jamuan kecil menyambut kedatangan mereka.
"di Khasmir kami tidak membocorkan rahasia apapun. Aku cukup kecewa kau tak mengabariku tentang pernikahan kalian, setelah mendengar langsung darimu aku bisa mengerti posisi kalian"
"Gayatri jangan merasa terbebani dengan balas dendamu. Bansheer memang harus sadar akan posisi dan kedudukannya. Tanah yang dipijaknya hari ini bukanlah tanah milik leluhurnya. Aku rasa alam di Dwipajaya akan mendukungmu" Nakula menepuk pundak mereka berdua memberi dukungan sebanyak yang dia bisa.
Mereka berkeliling ke wilayah kerajaan yang memiliki hubungan kerajaan dengan Subala dan yang terakhir mereka sampailah di Indrajaya.
"Hahahaha akhirnya si keras kepala ini memiliki istri. Setelah sekian purnama aku merasa berdosa pada ayahmu hari ini aku bisa tidur dengab tenang" Gopal memandang Saksenya dan Gayatri bergantian.
Gadis keras kepala dan pria yang selalu tersenyum. Keduanya cocok. Meski tak menyangka keponakannya akan memperistri mantan menantu Sri Narendra, kini Gopal menerima pilihan Saksenya. Dia yakin bukan hanya sekedar cinta semu melainkan komitmen membangun Subala membuat Saksenya menjatuhkan pilihannya pada wanita tangguh dari nusantara.
__ADS_1
"Aku akan membantu kalian jika mengalami kesulitan terutama kesulitan dalam berumah tangga. Gayatri jangan bersikap canggung, kita telah menjadi keluarga. Pintu rumah kami selalu terbuka untukmu" ujar Gopal memeluk Gayatri meyakinkan wanita itu dia tak sendiri di negeri itu ada banyak pihak yang bersedia berjuang bersamanya.
Setelah perjalanan panjang satu bulan mereka kembali ke Subala. Gayatri berterima kasih Saksenya bersedia menerima masa lalu dan kekurangannya. Perjalanan yang mereka lakukan membuatnya sadar akan ketulusan Saksenya, membantu Gayatri mungkin cuma alasan semata. Jauh di dalam hatinya dia pasti hanya ingin Gayatri menetap di Subala bersamanya. Memikirkan itu membuat perasaab Gayatri menghangat. Ruang di hatinya yang dulu sepi dan gelap mulai menampakan kehidupan. Sudah lama tak merasa senyaman ini.
"Selama sebulan ini Bansheer hanya mengamati hutan Wilisgiri tanpa menyentuhnya lebih jauh. sepertinya sedang mempelajari keadaan" ujar Saksenya tak mendapat laporan pergerakan Bansheer.
"Sekeliling gunung dan lembah itu telah di mantrai patih Mahesa. Karena pemilik mantra telah meninggal, mantra itu tak akan bisa bertahan lama. Jika ada seorang yang bisa menghancurkan diding mantra itu dia bisa menerobos Wilisgiri dan bertemu raksasa merah" ujar Gayatri khawatir.
"Seberapa ganas raksasa merah?" tanya Saksenya.
"Raksasa itu tak ganas, dia satu-satunya yang tersisa dari pembantaian Wilisgiri. Sebagai keturunan terakhir dia sangat sensitif dengan kedatangan manusia karena trauma di masa lalu. Raksasa itu menghabiskan waktu menjaga alam Wilisgiri dan bersemedi di lembah tempatnya tinggal" ujar Gayatri mengingat pembantaian Wilisgiri saat dirinya kecil menyaksikan tentara colombo membantai keluarga raksasa itu.
Gayatri mengambarkan kekejian tentara Colombo di wilayahnya dan seluruh rakyat di daerah itu yang berusaha mempertahankan Tiga Jaya dan Dwipajaya. Ingatannya terputus karena tidak berada di tempat kejadian. Semua wanita dipaksa bersembunyi di ruang bawah tanah tempat harta Dwipajaya tersimpan.
Perpustakaan kerajaan, Gayatri ingat tempat yang dijaga guru drona salah satu tempat sakral sekaligus rahasia Dwipajaya ada di ruangan itu. Gayatri memikirkan cara agar bisa menyerang Bansheer tanpa merusak wilayah di sekitar daerah itu. Tempat rahasia itu hanya bisa dibuka oleh keturunan lurus kerajaan, dia yakin tempat itu masih utuh.
__ADS_1
...----------------...