
“Lahan seluas sepuluh hektar ini akan lebih baik jika lima hektar ditanami palawija, dan sisanya ditanami bahan dasar rempah-rempah” ujar Saksenya pada dirinya sendiri sambil melihat peta yang ditinggalkan Bansheer.
Tanaman palawija membutuhkan perawatan ekstra karena rentan terhadap hama, sedangkan tanaman rempah-rempah perawatannya lebih sederhana. Saksenya melihat data tanaman palawija yang akan ditanam. Sorgum, Kentang, Kedelai, Kacang Hijau, Kacang Polong dan Kacang Panjang. Saksenya menambahkan catatan rempah-rempah yang akan ditanamnya Kunyit, Jahe, Lengkuas, Merica, dan Ketumbar.
Saksenya membagi para pekerja sebanyak lima puluh orang mengisi kolam, dan sisanya membajak lahan yang akan ditanam. Pekerja difokuskan untuk mengisi dua kolam. Saksenya membuat daftar rencana kerja pada selembar kertas. Berpedoman pada posisi matahari, Saksenya menjadwalkan istirahat para pekerja.
“Tuan, kami datang mengantarkan bahan makanan dan beras untuk diolah” Prajurit Dwipajaya membawa lima karung beras dan sayur-sayuran untuk diolah.
Saksenya meminta prajurit tersebut membawa makanan ke dapur darurat yang didirikan pekerjanya untuk memasak makanan.
__ADS_1
“Baru satu hari bekerja, aku melihat ada perbedaan mencolok antara Raja Saksenya dan Bansheer” ujar Raja Daneswara memantau pekerjaan Raja Saksenya.
“Apa mungkin kedudukan membuat perbedaan yang mencolok?” tanya Patih Mahesa.
“Tidak. Pengalaman, ilmu pengetahuan, dan sikap bijaksana menjadi dasar untuk memimpin” ujar Raja Daneswara sambil tersenyum.
“Sampaikan terima kasihku pada Raja Daneswara. Kalau pekerjaanku sudah selesai, aku akan menemui beliau” ujar Raja Saksenya.
Setelah tanah di bajak, Saksenya meminta para pekerja membuat campuran pupuk alami dari kotoran hewan, daun perila yang telah dicacah, sekam, tanah humus yang diberikan oleh Raja Jayaswara dan garam kasar. Setelah pupuk di campur, pupuk dibiarkan selama satu malam sebelum di siram di atas tanah yang sudah di bajak.
__ADS_1
Daun perila yang Saksenya gunakan banyak tumbuh di sepanjang jalan menuju sungai. Saksenya heran kenapa masyarakat sekitar sini menganggap daun perila adalah golongan rumput-rumputan, sementara di lembah obat daun ini digunakan untuk berbagai macam campuran obat dan sisa ekstrak daun ini digunakan sebagai pupuk. Selagi mereka belum tahu kegunaan daun perila lebih baik dia menyuruh pekerja untuk memetik semua daun perila tanpa mencabut akar tanaman tersebut.
Saksenya menimbang-nimbang tanaman apa yang sebaiknya di tanam duluan. Setelah lama berpikir akhirnya Saksenya memutuskan Sorgum dan Kacang Panjang akan dicobanya terlebih dahulu. Dua tanaman ini menurut Saksenya proses menanam dan merawatnya paling mudah.
Saksenya meminta izin pada Raja Jayaswara agar dia bisa memanfatkan pinggiran sungai untuk menanam talas. Raja Jayaswara tidak keberatan sejujurnya dia tidak peduli dengan daerah pinggiran sungai yang dimaksud Saksenya toh tidak mengurangi wilayah kekuasaanya.
Di sisi lain Raja Gopal mendengar berita berangkatnya Saksenya atas perintah Raja Sri Narendra membuatnya dilanda ke khawatiran yang luar biasa. Dia tidak dapat menduga rencana Saksenya selanjutnya. Harapannya menjadikan Saksenya sekutu mulai memudar. Sudah saatnya dia membayar mata-mata dibanding mencari sekutu.
...----------------...
__ADS_1