Dvesa

Dvesa
Doa kepada Dewa Indra


__ADS_3

"Kurang ajar! bedabah itu berhasil menghabisi Virbadra!" teriak Gopal marah atas berita yang di sampaikan Naveer.


Setelah kerajaan ketiga ditaklukan maka selanjutnya adalah kerajaan keempat dan kelima.


Apa yang harus kulakukan? Satu-satunya sekutu berada di negeri yang jauh. Hanya dia harapanku memberitahukan infomasi dan strategi Siddarth. Gopal mondar-mandir tidak tenang di hadapan Yadav dan Naveer.


"Naveer, segera kirim Mira dan Govinda menuju Khasmir!" ujar Gopal meminta Naveer membawa anak dan istrinya tinggal di dataran khasmir di bawah pimpinan raja Sadewa.


Sadewa dan Gopal telah membuat kesepakatan atas rasa persaudaraan. Jika nanti Indrajaya harus berperang, anak dan isterinya boleh tinggal di Khasmir sampai kapan pun mereka mau.


Sadewa salah satu diantara para raja yang tidak berani Astapura usik. Meskipun Sadewa tampak genit namun kemampuan analisa dan strategi perang Sadewa adalah nomor satu, belum pernah ada yang menandingi kemampuan Sadewa sejauh ini.

__ADS_1


Naveer membawa barang-barang istri dan anaknya. Mira dan Govinda telah diberitahu Gopal sejak lama. Jika hari itu tiba biarlah aku saja yang menghadapi bahaya ini. Tubuh hanya boleh mati di Indrajaya dan darahhku harus kembali pada tanah leluhur kami.


Malam itu mereka bertiga berangkat melalu jalan belakang dengan hanya menggunakan satu kuda untuk menghindari mata-mata Astapura.


Sepanjang malam Gopal gelisah memikirkan rencana apa yang harus dia siapkan sebelum kedatangan Siddarth. Waktunya tinggal sedikit lagi, bagaimana mungkin aku mengabiskannya dengan berbaring di atas matras ini sedangkan Indrajaya mungkin akan hancur jika aku di alam mimpi.


Gopal bangun. Dia menuju kuil yang dibangun khusus untuk memuja Dewa Indra . Dia masuk ke kuil itu dan berdoa mohon petunjuk atas kegelisahannya.


Gopal menatap patung Dewa Indra yang nenunggang Gajah. Patung Dewa Indra tampak tersenyum ke arahnya. Gopal tidak mengerti maksud penglihatannya.


Dia tidak menemukan jawaban atas kerisauan hatinya. Jumlah prajuritnya jauh di bawah Astapura. Gopal juga tidak rela memaksa kaum Sudra dan Waysa terlibat dalam pertempuran ini.

__ADS_1


Kesalahan apa yang sudah kami lakukan di masa lalu hingga Dewa menghukum kami, sedangkan Astapura yang serakah itu mendapat anugerah tak terhingga menaklukan daerah-daerah lain.


Gopal meninggalkan kuil tersebut dan kembali ke ruangannya. Dia membaca peta wilayah, buku tentang perang, dan menandai beberapa titik yang dia rencanakan untuk mengevakuasi rakyat Indrajaya.


Gopal bisa saja meminta bantuan Raja Sadewa membantunya sebagai penasihat perang. Namun Sadewa ada di posisi netral yang menolak pakta tentang perang dan perluasan wilayah. Tidak ada yang berani memaksanya menandatangani pakta tersebut.


Dia juga bisa kehabisan waktu jika menunggu surat balasan Saksenya. Yadav sebagai penasihat perang Indrajaya justru menyarankan Gopal agar menyerah tanpa syarat kepada Astapura untuk menghindari konflik, persis seperti yabg Saksenya lakukan waktu itu.


Gopal tahu betul alasan Saksenya tunduk pada kedaulatan Astapura. Mereka ada di situasi yang berbeda.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2