Dvesa

Dvesa
Rahasia Laksmi


__ADS_3

"Tuan puteri ada kabar mengejutkan" ujar Rupika menyadarkan Gayatri yang sedang bercermin sambil menyisir rambut panjangnya.


"Katakan"


"Sesuatu terjadi pada Laksmi" ujar Rupika sedikit berbisik, takut jika suaranya terdengaf oleh orang lain.


Gayatri mencondongkan tubuhnya ke arah kiri meminta Rupika untuk membisikan kabar tersebut.


Mata Gayatri membesar mendengar bisikan Rupika. Sebuah senyum licik muncul di wajahnya.


"Permisi Tuan Puteri" sebuah suara muncuk di balik pintu.


Rupika segera menjauh beberapa langkah, sedangkan Gayatri mempersilahkan pemilik suara untuk masuk.


"Laksmi ingin bertemu Anda" ujar Gunjana diikuti wajah ketakutan Laksmi.


Laksmi duduk di bawah kaki Gayatri.


"Tetap di sini" ujar Gayatri pada Rupika dan Gunjana yang hendak memberikan privasi pada dirinya dan Laksmi.


"Ada apa" tanya Gayatri meluruskan pandangannya, tanpa menatap Laksmi.


Tangis Laksmi pecah dia memeluk kaki Gayatri sambil berurai air mata.

__ADS_1


Kedua pelayannya yang melihat kaki Gayatri basah oleh air mata Laksmi hendak menariknya.


Gayatri mengangkat salah satu tangannya membiarkan air mata Laksmi membanjiri kakinya.


Tidak ada yang bersuara sampai Laksmi sendiri yang mulai berbicara.


"Tuan puteri, maafkan kelancangan hamba. Ada hal yang ingin hamba sampaikan. Saya....saya.. sedang menggandung" ujar Laksmi lirih.


Rupika telah memberitahunya berita itu, tapi mendengar sendiri kata itu keluar dari mulut Laksmi bagai petir di siang bolong yang menghantam hatinya.


"Apa urusannya denganku?" tanya Gayatri tak peduli.


Laksmi gelisah dengan sikap Gayatri. Dia datang menemui Gayatri, dengan harapan tuan puteri itu bisa membantunya terhindar dari kemurkaan Siddarth meskipun kemungkinanya sangat kecil.


"Tuan akan membunuh saya jika dia tahu hal ini"


"Tidak tuan puteri! saya tidak berani"


Gayatri melirik tingkah Laksmi barusan. Perempuan itu mendekapkan kedua tangannya persis di kening memohon ampun atas ucapannya barusan.


"Sejak saya dipilih secara langsung oleh Tuan Siddarth, dan menjadi penari di Odissa ada satu pantangan yang tidak boleh saya langgar"


Gayatri menunggu Laksmi melanjutkan kata-katanya namun Laksmi bungkam. Sepertinya Laksmi menunggu Gayatri menanyakan rahasia yang dimaksud. Namun Gayatri menolak menanyakan itu meskipun batinnya bergejolak penasaran. Sebentar lagi akan ada dua nyonya bangsal di rumah ini, apa gunanya tahu rahasia itu.

__ADS_1


"Pindahkan barang-barangmu ke bangsal ini. Aku akan menyiapkan kamarmu. Saat Siddarth pulang nanti kit akan adakan upacara penyambutan sekaligus memberitahukan kabar baik ini"


"Nyonya ini bukan anak Siddarth" ujar Laksmi pasrah.


"Benarkah? tidak ada pria yang berani bertamu ke kamarmu selain Siddarth. Apa kau pikir ada yang akan percaya jika itu bukan anak Siddarth?"


"Karena itu aku datang memohon pertolonganmu nyonya" ujar Laksmi kembali berlinang air mata.


"Semua makanan yang kumakan telah di campur dengan ramuan khusus agar aku tidak dapat menggandung. Hari itu aku dan kekasihku bermalam bersama, selama satu bulan dia diam-diam membawakanku makanan"


"Katakan permohonanmu" ujar Gayatri.


Cepat atau lambat berita ini akan tersebar ke seluruh penjuru istana. Sebelum semuanya terlambat ada baiknya jika dia selamatkan ibu dan bayi ini.


Malam itu Gayatri bekerjasama dengan Rishi dan tabib mengemas semua barang Laksmi dan menyingkirkannya dari istana.


"Pergilah dan jangan kembali. Siddarth akan membunuhmu jika dia tahu" ujar Gayatri sebelum melepas kepergian Laksmi.


"Bagaimana dengan anda nyonya?" tanya Laksmi khawatir.


"Jangan pedulikan diriku. Jaga dirimu" ujar Gayatri.


Kereta kuda melaju dengan cepat meninggalkan Gayatri, Rupika, Gunjana, dan Rishi.

__ADS_1


"Sebaiknya kita kembali sebelum ketahuan" ujar Rishi menggiring ketiga wanita itu menuju pintu belakang istana.


...----------------...


__ADS_2