
Siddarth membuka matanya, tampak cahaya matahari pagi menerobos masuk lewat celah-celah kemahnya.
Siddarth berjalan keluar kemahnya. Dia menghirup nafas dalam lalu mulai merenggangkan otot-ototnya.
Seorang prajurit meletakan susu, sarapan pagi, dan sekendi air untuk membasuh wajah di sebuah meja lipat kecil khusus untuk Siddarth.
Siddarth membasuh wajah sambil berkaca pada air jernih itu. Wajah tampak memar di sana sini. Goresan di hidung dan pelipisnya tampak nyata.
Hari ini mereka akan menuju kerajaan keempat. Dua kerajaan lagi harus mereka taklukan makan kerajaan kecil lainnya akan berpihak pada kubu yang menang.
Siddarth masuk ke kemah, melihat peta sambil menghabiskan sarapannya.
"Tuan ada prajurit dari kerajaan Madhyaprasta ingin menemui anda" ujar prajurit itu tergesa-gesa.
"Jika dia menawarkan sekutu katakan padanya kerajaannya telah menolak kerjasama bertahun-tahun mengapa hari ini muncul dan memohon pengampunan?" ujar Siddarth angkuh.
Selain Indrajaya, Madhyaprasta yang adalah kerajaan keempat menolak bersekutu dengan Astapura. Jumlah penduduk dan kerajaan mereka tidak memenuhi separuh dari wilayah Astapura, namun kesombongan raja-raja mereka untuk berdiri sendiri bagi Siddarth terlihat seperti lelucon yang tidak masuk akal.
"Tuan, dia ingin menawarkan negosiasi" ujar prajurit itu lagi.
"Katakan padanya aku sudah beristri"
__ADS_1
Sudah menjadi kebiasaan bagi kerajaan-kerajaan kecil menawarkan wanita sebagai bentuk negosiasi. Tawaran seperti itu tidak pernah diterima Siddarth. Kemampuan menaklukan kerajaan disetarakan dengan nego seperti itu tentu saja melukai harga dirinya sebagai seorang petarung.
"bugh, brakkkkk!" prajurit yang menyampaikan pesan Siddarth ditendang hingga tubuhnya menimpa meja sarapan Siddarth.
Siddarth segera mengambil pedang yang ada di dekat ranjangnya lalu bertarung melawan prajurit yang mengenakan baju perang Madhyaprasta.
"singg, singgg, singg" bunyi bilah pedang saling beradu.
Prajurit itu berhasil merobek lengan baju Siddarth. Siddarth melakukan hal yang sama namun prajurit itu dengan gesit menghindar.
Mereka kembali bertarung, kali ini Siddarth melemparkan sisa karee yang ada di mangkuknya ke penutup muka prajurit itu.
Prajurit itu mundur, wajahnya dipalingkan kesamping menghindari tumpahan karee tersebut. Secepat kilat Siddarth menggunakan ujung pedangnya menghempaskan pelindung wajah prajurit itu.
Seorang wanita cantik, dengan kulit kecoklatan dan rambut ombal yang panjangnya hampir menyetuh siku wanita itu.
"Hahahaha" Siddarth terbahak menyaksikan seorang wanita yang sepersekian detik lalu salah tingkah karena Siddarth menatapnya intens.
"Apa Madhyaprasta kekurangan prajurit pria?" ejek Siddarth.
"Hentikan leluconmu. Aku Jhanvi putri Raja Madhyaprasta" ujar Jhanvi menyebut identitasnya.
__ADS_1
Siddarth menaikan kedua alisnya. Dia memuji keberanian Jhanvi. Siddarth memberi isyarat agar Jhanvi mengikutinya. Jhanvi mengambil penutup wajahnya dan mengikuti langkah Siddarth meninggalkan ruangan yang berantakan itu.
Mereka masuk ke kemah lain yang sudah dipersiapkan Siddarth.
"Duduklah!" Siddarth mempersilahkan Jhanvi duduk dihadapannya.
Siddarth menatap Jhanvi, menunggu wanita itu mengutarakan maksudnya.
"Aku mendapat kabar dari tiongkok. Pasukan Hagai Khan telah menginvasi kerajaan-kerajaan di Asia Timur. Perasaanku mengatakan mereka akan menuju Asia Tenggara lalu Hindustan".
Jhanvi menatap Siddarth antusias.
"Lalu?" tanya Siddarth tenang.
"Kita bersatu melawan Hagai Khan dan pasukannya" tawar Jhanvi.
"Kau kira aku bermurah hati mengampuni kalian, lalu bersama melawan Hagai Khan. Asal kau tahu, pasukan kalian tidak seberapa. Apa yang akan Astapura dapatkan setelah melawan Hagai? Jumlah tentara yang mati dan penghiatan?" ujar Siddarth memancing Jhanvi.
"Aku mewakili kerajaan Madhyaprasta akan mengakui kedaulatan Astapura atas kerajaan kami, dan juga seluruh Hindustan setelah kita berperang melawan Hagai Khan" ujar Jhanvi berdiri sambil melakukan sumpah.
Tidak butuh waktu lama bagi Siddarth menyetujui permintaan Jhanvi setelah melihat wajah memelas gadis itu.
__ADS_1
...----------------...