Dvesa

Dvesa
Simbol Dinding Gua


__ADS_3

Suara berisik membuat Gayatri terjaga, ia mendapati dirinya berada dalam tenda sedangkan bayangan di luar tenda tampak sedang hilir mudik.


Gayatri membuka selimut dan beranjak hati-hati dari matras menuju ke luar tenda. 


"Nyonya, anda baik-baik saja?," sapa Anjali yang sedang memanas air.


Gayatri mengangguk. Langit masih gelap, tetapi suasana di situ terlalu sepi. 


"Aku ingin mandi," ujar Gayatri.


Anjali mengantar Gayatri menuju sungai terdekat. Sepanjang jalan, Gayatri terus melihat ke langit, dan menelisik hutan-hutan di sekitarnya.


Bukankah ini terlalu sepi? Mereka sedang di hutan tetapi tidak ada satupun suara burung, serangga, ataupun hewan liar lainnya.


"Apa semalam terjadi sesuatu?," tanya Gayatri.


"Tuan memindahkan anda, setelah anda terlelap. Tidak ada hal lain yang terjadi," kata Anjali.


Gayatri teringat percakapan terakhir mereka, tentang Anjali.


"Jadi siapa kau sebenarnya?," tanya Gayatri curiga.

__ADS_1


"Apa anda ingat istana wanita di Astapura?," tanya Anjali.


Tentu saja Gayatri ingat. Karena kehidupannya di Astapura, Gayatri mengenal kebencian dan doanya pada Mahakali.


"Laksmi, saya penari wanita yang ditempatkan bersama Laksmi," jelasnya


Gayatri hampir saja memukulnya, kalau Anjali tidak buru-buru menjelaskan bahwa Saksenya lah yang meminta pada Siddharth agar dia mengawal Laksmi. Anjali adalah prajurit wanita kepercayaan Sonarika, mertuanya.


Anjali membantu Gayatri mandi dan membersihkan diri. Dia juga mengenakan saree bersih pada Gayatri. Bengkak di kaki Gayatri mulai berkurang, tetapi warna kebiruan belum juga hilang.


Keduanya berjalan ke arah kemah dan mendapati Saksenya sedang mengarahkan lara prajuritnya.


"Hari ini kita harus tiba di tempat raksasa merah. Kita bisa kehabisan waktu kalau terus menunda," ujar Gayatri pada Saksenya.


Mereka memacu kuda menuju gua yang ada di ketinggian. Mengandalkan ingatan masa kecilnya, raksasa merah suka berkebun. Kacang-kacangan dan kentang adalah makanan favoritnya, karena itu dia tinggal di gua yang dikelilingi tanaman tersebut.


Setelah berjam-jam melewati perbukitan, tibalah mereka di hamparan perkebunan kentang. Mereka harus hati-hari agar tidak merusak tanaman tersebut dan tibalah mereka pada gua yang Gayatri maksud.


"Aku akan masuk," kata Gayatri pada Saksenya dan rombongan.


"Aku juga," balas Saksenya.

__ADS_1


Gayatri menarik nafas dalam lalu menatap wajah Saksenya lekat-lekat.


"Dengar Tuan, anda adalah Raja Kerajaan Suballa. Tidak ada yang bisa menjamin keselamatan kita di sini. Kalau aku mati, kerjaan Suballa harus tetap hidup," kata Gayatri pelan.


Bagaimanapun juga Saksenya saat ini adalah satu-satunya pewaris kerajaan mereka dan keselamatan Saksenya adalah prioritas.


Saksenya terlihat kesal, tetapi Gayatri memeluknya. Pelukan itu terasa hampa karena pikiran Saksenya dibayang-bayangi kematian ayahnya.


"Kau harus pergi bersama Anjali dan satu prajurit lagi," perintah Saksenya.


Gayatri setuju, lalu ketiganya menyusuri lorong gua tersebut.


Gua itu tampak rapi, di dinding-dindingnya diterangi obor dan tampak lukisan anak-anak di sana. Ada perahu, ayam, tempayan, dan dua orang yang saling bergandeng tangan. Gayatri menerka-nerka gambar tersebut. 


Perahu, berarti jalan pintas. Ayam selalu digunakan sebagai simbol kegagahan mungkin lukisan ini adalah ayam jantan. Darah dan hati ayam umumnya digunakan untuk ritual baik ritual yang mendatangkan kebaikan atau petakan.  Tempayan, media dalam ritual bahkan orang meninggal pun dikuburkan dengan tempayan yang berisi harta benda, barang berharga, dan makanan. Lalu dua orang, mungkin ayah ibunya atau laki-laki dan perempuan.


"Kretek, kretek," seperti bunyi reruntuhan.


Gayatri mendekat ke arah gua itu sambil melihat dinding dan langit-langit gua, takut kalau-kalau ada yang runtuh.


Gayatri hampir saja berteriak, saat melihat raksasa merah tiba-tiba berdiri tak jauh dari hadapannya. Wajah raksasa itu sulit dikenali, sebagian tubuhnya dipenuhi sisik dan sisi tubuh lainnya mulai muncul luka-luka kecil bernanah, seperti kawah gunung api.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2