
"Apa yang terjadi?" tanya Piyush pada Ankush.
Prajurit yang dikirim ke Wilisgiri tidak dapat menembus barier hutan itu. Pelindung di sana terlalu kuat, hanya yang punya kekuatan sakti mandraguna yang bisa menghancurkan mantra pelindung.
"Cari tahu, apakah ada cara lain untuk menghancurkan pelindung itu!" perintah Piyush.
Ankush berkeliling di desa terdekat mengancam rakyat agar membocorkan rahasia membuka mantra itu. Rakyat yang ketakutan menyuruh Ankush pergi ke kadipaten Jaleswiwara. Jaleswiwara terpaksa memohon ampun saat anak dan istrinya hampir dipenggal.
"Ampun Tuan. Mantra itu akan hilang saat bulan purnama, pakailah tongkat raja dan sentuh pelindung hutan itu" ujar Jaleswiwara.
Ankush segera memberitakan kabar baik ini pada Bansheer. Bansheer terbahak culas. Dia memerintahkan agar mereka menjaga sekeliling hutan itu hingga purnama tiba, serta melaporkan apa saja yang mencurigakan di sana.
"Bagaimana dengan Lima Daksa tuan?" tanya Piyush.
Bansheer berpikir sebentar sambil mengingat mitos tentang Lima Daksa yang katanya semua tumbuhan yang tumbuh di tanah itu akan berubah menjadi racun.
Bansheer meminta Piyush mengumpulkan lima prajurit terbaik. Mereka bergerak menuju lima daksa dan memeriksa apakah mitos itu nyata atau hanya dongeng untuk menakuti rakyat.
"Hey kau, turun" perintah Bansheer saat mereka tiba di Lima Daksa.
Tempat itu terlihat tandus. Tanah kering di mana-mana namun semua bibit yang jatuh di tempat itu tumbuh subur. Aura tempat itu aneh, dan cuaca panas di sana. Bansheer menduga ada fatamorgana yang menyebabkan banyak orang asal memakan tumbuhan beracun.
__ADS_1
Prajurit yang diperintahkan Bansheer turun. Dia dipaksa masuk ke perbatasan lima daksa. Bansheer dan yang lainnya melihat prajurit itu memetik salah satu tanaman yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat.
"Apa yang kalian cari tuan?" tanya seorang biksu sambil tersenyum.
Bansheer dan yang lainnya kaget. Tak tampak biara atau kuil di tempat itu. Dari mana datangnya biksu budha berpakaian kuning ini, batin Bansheer keheranan.
"Siapa kau?" tanya Bansheer arogan.
"Saya biksu yang mengawasi Lima Daksa, jika ada yang ingin anda butuhkan silahkan katakan" ujar Biksu itu mempersilahkan.
"Kami ingin mengelilingi tempat ini. Tampaknya ladang tandus ini tidak terurus" ujar Bansheer.
"Dari mana asalmu tuan? tampaknya anda berasal dari negeri yang jauh" tebak biksu.
Biksu mengangguk paham.
"Sudah lama tempat ini tidak dikunjungi orang asing. Suatu kehormatan bagi kami anda datang ke sini" ujar Biksu.
"Mari saya tunjukan jalan mengelilingi tempat ini" Biksu berjalan di depan yang lainnya ikut sambil berjalan, membiarkan kuda-kuda diikat di luar lima daksa.
Bansheer memperhatikan setiap sudut yang mereka lewati. Tanaman-tanaman itu tumbuh subur meskipun tak nampak air di mana-mana. Banyak rumput liar, dan tundra.
__ADS_1
"Tidak ada mahluk hidup di sini selain tumbuhan?" tanya Bansheer penasaran.
"Hewan-hewan sudah lama bermigrasi ke Wilisgiri" ujar Biksu.
"Tak ada air mengalir di tempat ini" tambah Piyush.
"Air, tentu saja ada. Kalau tidak tanaman di tempat ini tak akan tumbuh" Biksu menunjuk sebuah kolam air biru di tempat itu, tersembunyi di antara tanaman liar.
"Warga desa mengatakan tumbuhan di tempat ini beracun" ujar Bansheer menunggu respon biksu yang berbalik perlahan.
"Silahkan petiklah tumbuhan di sekitarmu dan cobalah" ujar Biksu tenang.
Bansheer meminta prajurit yang ada di sampingnya memetik sayuran yang tumbuh di sepanjang jalan. Prajurit itu memakan makanan itu tak terjadi apa-apa. Bansheer yang tak yakin menyuruh yang lain mencoba tetap tak terjadi apa-apa.
"Bagaimana tuan?" tanya Biksu.
"Baiklah. Berapa lama lagi kami berjalan mencapai ujung perbatasan tanah ini?" tanya Bansheer.
"Waktu anda terbatas tuan. Butuh seluruh waktu di hidup anda untuk mengelilingi hutan ini" ujar Biksu.
Bansheer dan rombongannya tak menanggapi perkataan kiasan yang dilontarkan biksu. Mereka pamit dan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Biksu mengantar mereka kembali ke perbatasan. Melepas kepergian mereka jubahnya melayang-layang di udara.
...----------------...