
“Siapkan kereta kuda dan tujuh perajurit
terbaik” ujar Gopal kepada bawahannya Yadav.
“Baik Baginda” ujar Yadav menuju pendopo
istana dan mengumpulkan tujuh prajurit terbaik yang diminta.
Setelah semua prajurit berkumpul mereka segera menuju kemah Siddarth dan prajurit kerajaan lainnya.
Perjalanan menuju peringatan perang
memakan waktu tiga hari jika melewati lembah Kev, dan memakan waktu dua hari melewati bukit lembah Kev, serta satu hari melewati hutan kematian.
Selama perjalanan Gopal menimbang - nimbang akan melewati jalan yang mana.
Gopal menempatkan hutan kematian di
urutan terakhir. Di hutan itu terdapat tanaman berbunga yang mengeluarkan zat
beracun. Zat itu menimbulkan efek halusinasi, seolah manusia dapat melihat
kematian di hadapannya.
Perjalanan melewati lembah Kev minim
resiko, namun pergerakan mereka tidak akan mudah di baca oleh musuh. Sedangkan perjalanan melalui bukit dengan kereta kuda tentu lebih beresiko, mengingat
bukit Kev terdiri dari tebing terjal dengan bebatuan cadas di sisi kiri dan kanan.
“Perintahkan kusirnya untuk melewati
lembah Kev” ujar Gopal
“Baik tuan” jawab Yadav sembari
memberitahukan kepada kusir untuk memilih jalan sesuai perintah Raja Gopal.
Mata-mata Astapura yang melihat dan
mendengar perintah Raja Gopal segera menulis pesan, mengikatnya pada kaki
seekor burung lalu menerbangkannya.
__ADS_1
“Raja Gopal melewati lembah?”
Siddarth tersenyum sinis membaca pesan
yang dikirim mata-mata.
“Tuan, itu akan mempermudahkan kita
memantau pergerakan Raja Gopal” ujar Bansheer menanggapi sikap Siddarth.
“Justru karena terlalu mudah maka aku
mempertanyakan isi pesan ini. Raja Gopal sangat licik, berjalan melewati lembah
tidak akan menjadi pilihan jika dia punya rencana lain” ujar Siddarth sambil
memikirkan beberapa kemungkinan rencana licik Gopal.
Sementara itu, Gopal, Yadav, dan Naveer
berpisah dari rombongan. Mereka berkuda menuju hutan kematian dan posisi mereka
digantikan oleh prajurit lain yang menggenakan pakaian yang sama dengan yang mereka kenakan.
mata-mata. Dia sengaja berteriak memerintahkan kusir menuju lembah Kev, kemudian berbelok ke jalan yang lain saat mata-mata tersebut sedang tidak melihatnya.
Mereka bertiga tiba di tepi hutan
kematian. Mereka menghentikan sementara kuda yang mereka tunggangi dan membebat bagian leher, hidung, dan mulut dengan kain hitam tebal.
“Zat beracun bunga kematian akan keluar
saat bunga tersebut mekar selama tiga detik, dan akan hilang saat bunga tersebut
menguncup” ujar Gopal memberitahukan dua prajuritnya.
Dua prajurit yang dibawanya adalah
orang-orang yang pernah selamat dari hutan kematian termasuk dirinya.
“Berusalah untuk tetap sadar jika
menghirup zat beracun. Panjang, hutan ini kurang lebih empat kilo meter. Segala ilmu
__ADS_1
kebatinan tidak dapat digunakan di hutan ini. Tetaplah berjalan lurus, jangan percaya halusinasimu”
Gopal memimpin perjalan memasuk ke hutan kematian. Mulutnya komat kamit menghitung waktu perjalanan mereka.
“Lari” bisik Gopal saat perhitungannya
mendekati waktu bunga kematian mengeluarkan zat beracun.
Mereka bertiga menerobos hutan membabi
buta.
Zat beracun memenuhi hutan itu, dan
mereka terus berlari.
Efek zat beracun mulai terasa. Kepala
mereka bertiga berputar-putar. Bumi tempat mereka berpijak seolah bergetar, sebuah bunyi yang memekakkan telinga berdengung membuat kepala mereka makin terasa pusing.
Haus. Itulah yang mereka rasakan,
tenggorokan mereka terasa amat kering. Tubuh mereka mulai berkeringat.
Gopal mencegah Yadav dan Naveer membuka penutup hidung mereka. Dengan kekuatan yang tersisa Gopal menyeret Yadav dan Naveer sambil terengah. Langkahnya terseok-seok dan beberapa kali terjatuh.
Semua benda di hadapan mereka seolah
membesar dan terus membesar. Tumbuhan dan hewan-hewan kecil, seolah bertaring
dan memiliki capit. Mereka mengayunkan capit mereka bersiap memangsa Gopal dan
kedua anak buahnya. Semakin dekat, dekat dan..
“Arggggghhhhh!” teriakan Yadav
menyadarkan Gopal bahawa efek halusinasi mulai memudar bertanda bunga sialan
itu akan menguncup.
“Ingat tujuan kita menghancurkan Astapura
dan memimpin negeri ini!” teriak Gopal memaksa kedua anak buahnya agar bangun dan berlari.
__ADS_1
...----------------...