Dvesa

Dvesa
Rencana Gopal


__ADS_3

“Siapkan kereta kuda dan tujuh perajurit


terbaik” ujar Gopal kepada bawahannya Yadav.


“Baik Baginda” ujar Yadav menuju pendopo


istana dan mengumpulkan tujuh prajurit terbaik yang diminta.


Setelah semua prajurit berkumpul mereka segera menuju kemah Siddarth dan prajurit kerajaan lainnya.


Perjalanan menuju peringatan perang


memakan waktu tiga hari jika melewati lembah Kev, dan memakan waktu dua hari melewati bukit lembah Kev, serta satu hari melewati hutan kematian.


Selama perjalanan Gopal menimbang - nimbang akan melewati jalan yang mana.


Gopal menempatkan hutan kematian di


urutan terakhir. Di hutan itu terdapat tanaman berbunga yang mengeluarkan zat


beracun. Zat itu menimbulkan efek halusinasi, seolah manusia dapat melihat


kematian di hadapannya.


Perjalanan melewati lembah Kev minim


resiko, namun pergerakan mereka tidak akan mudah di baca oleh musuh. Sedangkan perjalanan melalui bukit dengan kereta kuda tentu lebih beresiko, mengingat


bukit Kev terdiri dari tebing terjal dengan bebatuan cadas di sisi kiri dan kanan.


“Perintahkan kusirnya untuk melewati


lembah Kev” ujar Gopal


“Baik tuan” jawab Yadav sembari


memberitahukan kepada kusir untuk memilih jalan sesuai perintah Raja Gopal.


Mata-mata Astapura yang melihat dan


mendengar perintah Raja Gopal segera menulis pesan, mengikatnya pada kaki


seekor burung lalu menerbangkannya.

__ADS_1


“Raja Gopal melewati lembah?”


Siddarth tersenyum sinis membaca pesan


yang dikirim mata-mata.


“Tuan, itu akan mempermudahkan kita


memantau pergerakan Raja Gopal” ujar Bansheer menanggapi sikap Siddarth.


“Justru karena terlalu mudah maka aku


mempertanyakan isi pesan ini. Raja Gopal sangat licik, berjalan melewati lembah


tidak akan menjadi pilihan jika dia punya rencana lain” ujar Siddarth sambil


memikirkan beberapa kemungkinan rencana licik Gopal.


Sementara itu, Gopal, Yadav, dan Naveer


berpisah dari rombongan. Mereka berkuda menuju hutan kematian dan posisi mereka


digantikan oleh prajurit lain yang menggenakan pakaian yang sama dengan yang mereka kenakan.


mata-mata. Dia sengaja berteriak memerintahkan kusir menuju lembah Kev, kemudian berbelok ke jalan yang lain saat mata-mata tersebut sedang tidak melihatnya.


Mereka bertiga tiba di tepi hutan


kematian. Mereka menghentikan sementara kuda yang mereka tunggangi dan membebat bagian leher, hidung, dan mulut dengan kain hitam tebal.


“Zat beracun bunga kematian akan keluar


saat bunga tersebut mekar selama tiga detik, dan akan hilang saat bunga tersebut


menguncup” ujar Gopal memberitahukan dua prajuritnya.


Dua prajurit yang dibawanya adalah


orang-orang yang pernah selamat dari hutan kematian termasuk dirinya.


“Berusalah untuk tetap sadar jika


menghirup zat beracun. Panjang, hutan ini kurang lebih empat kilo meter. Segala ilmu

__ADS_1


kebatinan tidak dapat digunakan di hutan ini. Tetaplah berjalan lurus, jangan percaya halusinasimu”


Gopal memimpin perjalan memasuk ke hutan kematian. Mulutnya komat kamit menghitung waktu perjalanan mereka.


“Lari” bisik Gopal saat perhitungannya


mendekati waktu bunga kematian mengeluarkan zat beracun.


Mereka bertiga menerobos hutan membabi


buta.


Zat beracun memenuhi hutan itu, dan


mereka terus berlari.


Efek zat beracun mulai terasa. Kepala


mereka bertiga berputar-putar. Bumi tempat mereka berpijak seolah bergetar, sebuah bunyi yang memekakkan telinga berdengung membuat kepala mereka makin terasa pusing.


Haus. Itulah yang mereka rasakan,


tenggorokan mereka terasa amat kering. Tubuh mereka mulai berkeringat.


Gopal mencegah Yadav dan Naveer membuka penutup hidung mereka. Dengan kekuatan yang tersisa Gopal menyeret Yadav dan Naveer sambil terengah. Langkahnya terseok-seok dan beberapa kali terjatuh.


Semua benda di hadapan mereka seolah


membesar dan terus membesar. Tumbuhan dan hewan-hewan kecil, seolah bertaring


dan memiliki capit. Mereka mengayunkan capit mereka bersiap memangsa Gopal dan


kedua anak buahnya. Semakin dekat, dekat dan..


“Arggggghhhhh!” teriakan Yadav


menyadarkan Gopal bahawa efek halusinasi mulai memudar bertanda bunga sialan


itu akan menguncup.


“Ingat tujuan kita menghancurkan Astapura


dan memimpin negeri ini!” teriak Gopal memaksa kedua anak buahnya agar bangun dan berlari.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2