Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 99


__ADS_3

Faysa terus mondar-mandir didepan ruang perawatan ibu mertuanya. Sudah sekitar setengah jam dia menunggu namun dokter yang ditunggunya belum juga keluar dari ruangan tersebut.


Faysa kembali duduk untuk menenangkan dirinya.


Tap tap tap


Faysa menolehkan kepalanya begitu ia mendengar suara derap langkah yang cepat. Ia melihat Rosan berjalan kearahnya dengan raut wajah cemas.


" Mas Rosan."


" Apa yang terjadi sama ibu? Bukannya kemarin ibu baik-baik saja."


" Aku juga masih menunggu mas, dari tadi dokter yang memeriksa ibu belum keluar."


" Semoga ibu baik-baik saja."


" Ya mas, kamu duduk ya mas tenangkan dirimu."


Setelah satu jam menunggu akhirnya dokter yang ditunggu pun keluar juga. Rosan segera menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan keadaan ibunya.


" Apa yang terjadi dengan ibu saya dok? Ibu saya baik-baik saja kan?"


" Beliau terkena serangan jantung. Saat ini beliau masih kritis, kita tunggu perkembangannya sampai besok. Kalau begitu saya permisi."


Rosan masuk keruangan ibunya, tampak ibunya yang terbaring lemah diatas ranjang pasien.


" Bu, apa yang terjadi? Bukannya ibu tidak mempunyai riwayat jantung sebelumnya. Ibu harus kuat ya, jangan buat Rosan cemas."


Pagi harinya seorang dokter cantik sudah duduk diruangannya. Ia mulai membaca rekam medis seorang pasien yang akan ditanganinya.


" Sus ayo kita harus segera memeriksa pasien."


" Iya dok, saya sudah menyiapkan perlengkapannya."


Dokter dan suster itu pun segera keluar dan mulai menjalankan tugasnya.


Ceklek


" Permisi," sapa sang dokter saat melihat seseorang yang tengah tertidur disamping ranjang pasien.


" Maaf Pak, saya ingin memeriksa ibu Yuli," ucap dokter kedua kalinya sambil menggoyangkan lengan lelaki yang tidur itu.

__ADS_1


"Hah." Rosan yang kaget langsung mendongakkan kepalanya dan begitu terkejut saat melihat seorang wanita dihadapannya yang memakai baju kebesaran dokter.


" Ni.....nisa," ucap Rosan lirih.


" Mas Rosan." Panggil Nisa yang ikut kaget.


" Kamu disini?" tanya Rosan masih tak percaya dengan kehadiran mantan kekasihnya itu.


" Iya, aku bekerja disini. Sebentar ya aku akan memeriksa ibu kamu."


Nisa langsung memeriksa Yuli dengan seksama dan mulai menjelaskan keadaan Yuli.


" Bagaimana Nis keadaan ibuku?"


" Sepertinya beliau mengalami syok yang cukup berat sehingga mengakibatkan serangan pada jantungnya," jelas Nisa.


" Tapi ibuku akan baik-baik saja kan Nis?"


" Kalau aku lihat jantungnya sudah mulai sedikit stabil. Ya sudah aku permisi ya karna aku harus memeriksa pasienku yang lain."


Rosan melihat kepergian Nisa hingga gadis itu menghilang dibalik pintu.


*Aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Nisa. Dia terlihat semakin cantik dan juga hebat.


****


Faysa menyambut suaminya yang pulang kerumah setelah semalam menjaga ibunya dirumah sakit.


" Mas, gimana keadaan ibu?"


" Tolong jelaskan sama aku apa yang terjadi dengan ibu sampai ibu bisa mengalami syok?"


Faysa menundukkan kepalanya, bibirnya terasa kelu untuk mengeluarkan kata-kata.


" Faysa kamu dengar aku kan?"


" Maaf mas, aku tidak bermaksud membuat ibu jadi sakit seperti ini."


" Jelaskan saja, jangan bertele-tele!"


" Kemarin saat arisan salah satu teman ibu mengenaliku karna dulu ia adalah tetanggaku."

__ADS_1


" Lalu?"


" Dia mengatakan pada ibu kalau aku...kalau aku..."


" Kalau aku apa Fay? Jangan membuatku marah!"


" Dia mengatakan kalau aku adalah mantan napi atas kasus percobaan pembunuhan," ucap Faysa dengan mulut bergetar menahan tangis.


" Apa kamu bilang Fay, kamu seorang mantan napi?" tanya Rosan tak percaya dengan pengakuan Faysa.


" Itu semua hanya kecelakaan mas, aku sama sekali tidak bermaksud membunuhnya."


Rosan berdiri dan mencengkram bahu Faysa.


" Kenapa kamu tidak pernah bilang Faysa. Kenapa hal sefatal ini kamu sembunyikan?"


" Aku tidak bermaksud membohongimu mas. Aku hanya ingin menutup aibku, aku tidak ingin mengingat masa kelamku dipenjara mas."


" Aku tidak peduli apa alasanmu! Lihat karna perbuatanmu, ibuku jadi masuk rumah sakit dan keluargaku harus menanggung malu dengan aib yang kamu bawa!"


Rosan menarik tangan Faysa menuju kamar. Ia menurunkan koper dan mengeluarkan baju-baju Faysa dari lemari.


" Pergi kamu dari rumahku! Aku tidak sudi satu rumah dengan penipu seperti dirimu!"


" Mas jangan usir aku. Aku minta maaf mas jika aku bersalah."


" Bik suruh pak Yusri untuk menyeret perempuan ini keluar dari rumah!"


Pak Yusri selaku satpam dirumah Rosan pun segera melaksanakan tugasnya. Dengan terpaksa ia menarik istri majikannya keluar.


" Mas....mas." Panggil Faysa namun diabaikan Rosan.


Faysa sudah keluar dari gerbang rumah yang sudah ia tinggali selama 8 bulan itu.


" Maafkan saya non, saya hanya menjalankan tugas," ucap Yusri lalu menutup pintu gerbang.


Faysa memandang rumah tersebut beberapa saat sebelum ia melangkahkan kakinya pergi.


Kenapa aku tidak boleh bahagia? Apa selamanya aku hanya hidup dengan kemalangan.


Faysa melangkahkan kakinya sambil menyeret koper. Hanya ponsel dan baju yang ia bawa.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2