
Gathan menghentikan mobilnya disebuah mini market yang tak jauh dari apartemennya
" Ayo turun bentar," ajak Gathan sambil melepas sitbeltnya.
" Emangnya Kakak mau beli apa?"
" Udah ayo ikut aja," ucap Gathan lalu menarik tangan Faysa agar turun dari mobil.
Gathan mengambil keranjang kecil lalu memberikannya pada Faysa.
" Pilihin bahan makanan, gue laper nanti mau makan."
" Kakak mau makan apa?"
" Terserah! Apa pun yang loe buat gue pasti makan."
Akhirnya Faysa mulai mengambil sayuran, telur, daging dan buah-buahan. Setelah merasa cukup, Faysa pun memberikan blanjaannya pada Gathan.
" Nggak ada yang pengen loe beli?"
" Nggak Kak."
" Yakin?"
" Iya, ayo buruan Kak karna nanti sore aku ada jadwal kuliah."
Gathan pun segera membayar blanjaannya dikasir lalu kembali melanjutkan perjalanan.
Tak berapa lama mereka pun sampai disebuah gedung apartemen yang tak asing bagi Faysa.
" Kak kita ngapain kesini?" tanya Faysa khawatir.
" Ada yang mau gue bicarain sama loe jadi gue butuh ruang yang lebih privasi. Tenang aja gue nggak akan macem- macem kecuali loe yang mau," ucap Gathan dengan senyum jahil.
__ADS_1
Tanpa bicara lagi, Gathan membawa Faysa masuk ke apartemen yang dulu dipakainya jika ingin bertemu dengan Faysa diluar penjara.
Faysa mengamati isi apartemen yang tak banyak berubah itu dan ingatannya kembali pada saat dulu ia dan Gathan melakukan hubungan suami istri untuk pertama kali.
" Fay, ayo kita ke dapur. Gue udah laper," ucap Gathan yang membuyarkan lamunan Faysa.
" Ahh, iya Kak," jawab Faysa lalu mengikuti langkah Gathan menuju dapur.
" Loe mau bikin apa Fay?"
" Aku mau bikin steak sama sayur sop Kak."
" Wah enak nih! Ada yang perlu gue bantuin?"
" Kalau pun ada paling Kakak juga nggak bisa nglakuinnya. Udah Kakak tunggu diruang tamu aja!"
" Ya udah biar gue yang nyiapin meja makannya aja."
Setelah setengah jam berkutat di dapur, akhirnya Faysa dan Gathan menikmati makan siang mereka berdua.
" Ya udah aku mau beresin meja dulu biar nggak kotor."
" Nggak usah Fay, biar nanti diberesin orang suruhan gue. Gue tunggu dibalkon ya sekarang, jangan lama-lama."
Setelah cuci tangan dan berkumur, Faysa pun menyusul Gathan yang menunggunya di balkon. Faysa ikut duduk disebelah Gathan .
" Kak, apa yang mau Kakak bicarakan?"
" Fay, loe tahu saat gue nglihat anak-anak begitu gembira saat bersama loe, gue jadi ngrasa berdosa pada anak-anak. Tanpa mereka tahu, guelah sebagai papa mereka yang udah ngambil kasih sayang seorang ibu yang seharusnya mereka dapatkan dari bayi. Gue udah jahat kemereka hanya karna keegoisan gue Fay!" ucap Gathan sedih.
" Aku emang kecewa dengan kebohongan kamu selama ini Kak, tapi aku juga berterima kasih karna kamu udah ngrawat Gafa dan Dini dengan sangat baik. Aku ingin mereka manggil aku mama Kak."
" Gue akan segera bilang ke Dini dan Gafa kalau loe adalah mama yang selama ini mereka rindukan. Gue ingin memberikan kebahagiaan yang sempurna buat kedua anak kita Fay. Faysa, gue tahu gue udah jahat banget sama loe dan gue selalu bikin loe menderita, tapi apa loe mau memaafkan gue dan melupakan semua kenangan buruk diantara kita Fay?"
__ADS_1
" Aku udah maafin Kakak, ini memang takdir yang sudah jadi garis hidupku Kak. Dini dan Gafalah yang jadi prioritasku sekarang Kak."
" Fay, gimana kalau kita menikah lagi agar Dini dan Gafa semakin bahagia karna melihat kedua orang tuanya bersatu?"
" Nggak bisa Kak! Kita udah cerai talak tiga. Kita nggak bisa menikah kembali."
" Tapi Fay, gue cinta banget sama loe dan gue nyesel banget udah nyeraiin loe secara sepihak waktu itu."
" Sudahlah Kak, itu tidak mungkin terjadi. Lupakanlah aku Kak dan carilah wanita lain yang bisa menjadi ibu sambung yang baik."
" Nggak bisa Fay! Masak nggak ada cara lain supaya kita bisa menikah lagi," ucap Gathan frustasi.
" Ada Kak."
" Apa itu Fay?"
" Kita harus menikah dulu dengan orang lain tapi itu juga bukan solusi yang tepat Kak, karna jika aku menikah lagi aku juga tidak ingin mempermainkan pernikahanku hanya untuk bisa kembali dengan Kakak."
" Aghhhh....! Kenapa semua harus serumit ini Fay?"
Faysa mendekati Gathan yang duduk dilantai dengan wajah yang menunduk.
" Kak, aku senang jika Kakak benar-benar berubah tapi ikhlaskan semua Kak karna tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan," ucap Faysa sambil mengusap lembut rambut Gathan.
Gathan mengangkat wajahnya dan menatap Faysa yang melihatnya penuh cinta. Perlahan Gathan memajukan wajahnya hingga menyisakan jarak yang tipis dengan Faysa.
Faysa langsung menutup bibirnya dengan tangan karna sadar jika Gathan ingin menciumnya.
" Sekali saja Fay, gue mohon," ucap Gathan sambil menarik tangan Faysa dari bibirnya.
Dengan lembut Gathan ******* bibir mungil Faysa tanpa perlawanan. Semakin lama, Faysa pun membuka bibirnya dan membiarkan Gathan menciumnya lebih dalam.
Gathan memainkan lidahnya dan suara decitan bibir mereka terdengar pelan diruangan yang hening itu seakan membiarkan dua insan itu saling melepas rindu yang tertahan dihati mereka.
__ADS_1
bersambung.....