
Huwek....huwek
Gathan memuntahkan seluruh makanan yang baru saja masuk kedalam perutnya. Keringat dingin tampak membasahi wajahnya yang terlihat pucat.
Raka yang melihat bosnya mendadak mual pun menghampirinya di toilet.
" Apa bos sakit? Kenapa wajahnya pucat sekali?" tanya Raka khawatir.
" Nggak tahu Raka. Ya sudah sekarang kamu langsung anterin saya pulang aja."
Mereka berdua pun keluar dari restoran dan langsung menuju apartemen.
" Bos gimana kalau kita mampir ke rumah sakit dulu untuk periksa," tawar Raka karena melihat bosnya yang tak terlihat sehat itu.
" Nggak perlu Raka, nanti minum obat besok juga udah sembuh. Saya mau tidur dulu, nanti bangunin saya kalau sudah sampai apartemen," ucap Gathan lalu mulai merebahkan kepalanya disandaran kursi.
Sesampainya di apartemen Gathan langsung mengistirahatkan dirinya. Dia merebahkan tubuhnya dikasur sambil melihat- lihat foto Faysa diponselnya. Wajah manis yang kadang terlihat sendu itu sering kali mengganggu pikirannya.
__ADS_1
" Hah!" teriak Gathan sambil menjatuhkan ponselnya dikasur.
Kenapa gue selalu keinget Faysa. Padahal gue benci banget sama dia karena udah buat gue koma dan bahkan dia berani mempermainkan gue. Awas ya Fay, loe jangan senang dulu karna loe masih ada digenggaman gue, gumam Gathan sambil mengepalkan tangannya.
Gathan yang lelah pun akhirnya tertidur namun tiba- tiba dia terjaga pada dini hari. Gathan bangun dan merasakan perutnya keroncongan.
" Kok gue rasanya laper yah," ucap Gathan sambil mengusap perutnya.
Gathan menuju pantry dan mencari sesuatu yang bisa ia makan. Namun wajahnya langsung kecewa karna tidak ada makanan apapun yang bisa ia makan. Dikulkas pun hanya ada minuman dingin dan telur tapi tentu saja dia tak bisa memasaknya.
Gathan kembali ke kamarnya untuk mengambil ponsel dan mulai melakukan panggilan kepada Raka.
" Slamat malam bos, apa ada hal yang mendesak hingga bos menelfon saya malam-malam begini?" tanya Raka dengan suara serak.
" Terserah saya mau menelfon kamu jam berapa pun karna saya bos kamu! Sekarang juga kamu bangun dan cari ikan goreng untuk saya. Saya udah laper banget," ucap Gathan yang langsung mematikan telfonnya.
Sementara, di kamar sebelah Raka uring-uringan dengan sang bos yang menganggu tidurnya apalagi dia dibangunkan hanya untuk membeli ikan goreng.
__ADS_1
" Hah si bos nyebelin banget sih! Masak jam segini minta makan ikan goreng, udah kayak wanita ngidam aja," gerutu Raka dengan sikap bosnya yang tidak biasa itu.
Begitu Raka datang, Gathan langsung melahap makanannya itu dengan tidak sabar. Otomatis hal itu membuat Raka terheran- heran.
****
Bayu begitu kaget mendengar kenyataan yang baru saja diceritakan Faysa. Dia tak menyangka jika Faysa telah menikah dengan Gathan secara siri bahkan kini Faysa ditinggalkan dalam keadaan hamil.
Bayu melirik kearah Faysa yang mulai terisak dengan suara yang tertahan. Dia pun menggenggam tangan Faysa lalu menarik wanita tersebut kedalam pelukannya.
Bayu mengusap lengan Faysa untuk memberikan ketenangan pada wanita yang dicintainya itu meski keadaannya kini sudah berbeda.
" Kamu tenang ya Fay, aku akan menjaga kamu dan juga calon bayi kamu. Aku nggak akan biarin laki- laki brengsek itu mengganggu hidup kamu lagi."
Faysa hanya diam tapi hatinya kini terasa sedikit lega karna bisa meluapkan ungkapan hatinya yang selama ini ia simpan.
bersambung....
__ADS_1