Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 94


__ADS_3

Gathan sudah terlihat begitu tampan dengan celana kain hitam dan kemeja warna biru muda. Malam ini akan melamar Windy ditemani papanya dan juga Angel.


Angel masuk kekamar Gathan dan melihat kakaknya itu masih duduk diatas ranjang.


" Kakak, kok masih belum pakai sepatu?"


" Sini dulu dek, kamu nggak kangen sama Kakak?"


" Kangenlah," ucap Angel lalu masuk kedalam pelukan Gathan.


" Gafa dan Dini gimana, mereka nggak rewel kan?" tanya Gathan sambil mengusap kepala Angel penuh sayang.


" Yah hanya kadang-kadang sih kalau mereka pas nangis minta pulang karna kangen kakak. Oh ya kak, sebenarnya kakak mau menikah sama siapa sih? Angel kayaknya nggak pernah lihat kakak pacaran?"


" Namanya Windy, dia sekretaris kakak dikantor. Papah yang jodohin kakak sama dia."


" Yaahhh...padahal Angel berencana mau ngenalin kakak sama seseorang. Orangnya itu cantik, kalem, baik pasti cocok jadi mama sambung buat Gafa dan Dini. Pastinya cocok juga buat kakak."


" Oh ya, emangnya dia siapa dek?"


" Ya yang jelas dia pernah nolongin Angel. Angel berhutang budi banget sama dia tapi sayang pas Angel kesana orangnya udah pergi."


" Nolongin kamu? Emang apa yang terjadi sama kamu dek? Kok kakak nggak tahu?"


" Ehh bukan apa-apa kok kak. Itu udah ditungguin papah, yuk turun," ucap Angel mengalihkan cerita karna belum siap.


Mereka bertiga pun pergi kerumah Windy untuk melakukan lamaran. Mereka disambut secara antusias oleh keluarga Windy.


" Kakak kok mau sih dijodohin sama dia? Kakak yakin nih?"


" Yakin dek, emangnya kenapa?"

__ADS_1


" Cantik banget sih kak orangnya, tapi gatel dari tadi nempel kakak melulu. Angel nggak yakin Gafa dan Dini bisa cocok punya ibu tiri kayak dia."


" Ya sudah dek, ini udah kehendak papa dan cuma ini satu-satunya jalan supaya kakak bisa berkumpul dengan Gafa dan Dini."


Tak lama Gathan pun dipanggil untuk melakukan tukar cincin. Gathan menyematkan cincin dijari Windy begitu pun sebaliknya lalu disambut tepuk tangan oleh para keluarga.


Saat semua tengah melakukan makan malam, Windy pun mengajak Gathan menjauh dari kerumunan.


" Sayang, aku bahagia banget malam ini. Seminggu lagi kita akan menikah dan aku akan jadi milik kamu selamanya."


" Kamu harus ingat Win kalau aku ini seorang duda dua anak jadi kamu juga harus bisa menyayangi kedua anakku seperti anak sendiri."


" Tentu saja sayang, aku menerima semua yang ada pada diri kamu."


" Ya sudah kita kembali saja, aku lapar ingin makan."


****


" Mas, kamu sudah pulang? Maaf aku tidak tahu."


" Tak apa sayang, lanjutkan saja masakmu."


" Nanti saja aku lanjutkan, aku siapin dulu air hangat untuk Mas Rosan mandi," ucap Faysa sambil mematikan kompor.


Mereka berdua naik keatas dengan tangan Rosan yang merangkul bahu istrinya.


" Mas, airnya sudah siap."


" Kamu tunggu disini ya, jangan turun dulu."


Akhirnya Faysa menunggu suaminya mandi sambil bermain ponsel. Dia iseng membaca berita dan tiba-tiba ia terkejut saat melihat berita utama yang berjudul " Pewaris Alyariz grup melangsunkan pertunangan dengan sekretaris cantiknya".

__ADS_1


" Akhirnya kamu sudah mau menikah kak dan calon istri kamu sangat cantik dan terlihat sangat berkelas. Semoga kamu bahagia kak," ucap Faysa sambil memperhatikan foto Gathan dan calon istrinya yang sedang memperlihatkan cincin ditangan mereka.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Rosan yang membuat Faysa kaget.


" Nggak kenapa kok Mas, cuma baca berita aja. Oh ya ini Mas bajunya udah aku siapin."


Rosan menepis pakaian yang disodorkan Faysa dan malah menarik pinggang Faysa.


" Kenapa Mas?"


" Aku nggak butuh pakaian ini sayang karna aku menginginkan kamu malam ini," ucap Rosan lalu mencium bibir Faysa.


Rosan menggiring Faysa hingga mereka kini sudah berada ditempat tidur. Baju yang Faysa pakai pun kini sudah tanggal dari tubuh indahnya.


" Kamu siap sayang? Aku masukin ya?"


" Iya Mas."


Rosan memasukkan miliknya dan mulai menggerakkan tubuhnya diatas tubuh Faysa.


Rosan terus meracau saat menghujam istrinya itu.


" Sayang walaupun milik kamu sudah longgar tapi tetap enak," ucap Rosan sambil terus menikmati kegiatannya hingga ia menumpahkan seluruh benihnya dirahim Faysa.


" Semoga anak kita cepat tumbuh disini."


" Iya Mas."


" Ya sudah kita bangun untuk makan malam."


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2