
Gathan melepas jas dan dasi yang melekat ditubuhnya dan menggantinya dengan jaket setelah memimpin rapat internal bersama para karyawannya. Raka yang melihat bosnya pun jadi penasaran.
" Apa bos ingin pergi keluar?"
" Yap, aku mau keluar sebentar dan mungkin kembali setelah makan siang," ucap Gathan sambil berlalu meninggalkan Raka yang masih berada diruangannya.
Gathan mengendarai mobilnya menuju pusat kota. Dia ingin sedikit menyegarkan pikirannya yang hampir tak bisa tenang semenjak menginjakkan kakinya di Singapura. Apalagi bila dia mengingat pertemuan terakhirnya dengan Faysa dimana saat itu dia hampir saja membunuh Faysa.
Tiba- tiba Gathan menghentikan mobilnya didepan sebuah toko perlengkapan bayi. Tanpa memikirkan apapun, Gathan langsung turun dan masuk kedalam toko tersebut.
Gathan tersenyum melihat aneka baju bayi dan anak- anak yang terpajang di toko itu.
Percakapan dalam bahasa Inggris
" Permisi Tuan, ada yang bisa kami bantu? Kami bisa memilihkan baju yang sesuai untuk anak anda," tanya seorang pelayan yang membuat Gathan terbangun dari lamunannya.
" Ehmmm...anak?" ucap Gathan bingung.
" Iya Tuan, jika Tuan bingung memilihnya kami dengan senang hati akan membantu anda?"
Duh kenapa gue bisa masuk kesini? Hah pasti gue udah gila. Gumam Gathan dalam hati sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
" Ehmm, carikan saja dua stel pakaian untuk ukuran bayi," jawab Gathan asal.
" Untuk bayi perempuan atau laki-laki Tuan?"
__ADS_1
" Carikan saja dua- duanya."
Gathan keluar dari toko dengan menenteng dua paper bag. Dia masuk kemobil dan meletakkan bawaannya dikursi sebelah.
" Huh mau gue apain nih baju, mau gue kasih tapi kasih kesiapa?" ucap Gathan sambil mengetuk stir dengan satu jarinya.
Gathan kembali kehotel setelah satu jam pergi. Begitu membuka ruangannya, Gathan langsung kaget karna ada seseorang yang duduk dikursinya dengan membelakangi meja.
" Hey, siapa kamu?" tanya Gathan dengan berteriak.
Orang itu langsung membalikkan badan dengan senyum mengembang diwajahnya.
" Duh Tan, ngapain sih loe pakai teriak segala? Gue nggak budeg kali," ucap seseorang yang ternyata adalah Ardi.
" Lagian ngapain sih loe sok-sok' an ngasih kejutan! Kapan loe dateng?"
" Oh ya, Vicky mana kok nggak ikut?"
" Tahu tuh, dia lagi sibuk buat dapat proyek besar. Oh ya Tan, gue capek nih pengen istirshat. Gue numpang diapartemen loe yah?"
" Oke deh, biar supir gue yang nganterin loe dan sandi apartemennya nanti gue chat."
" Thanks bro, ya udah gue cabut dulu."
Pukul sembilan malam Gathan sudah sampai di apartemennya dan mendapati Ardi yang sedang asyik menonton tv.
__ADS_1
" Than pergi yuk," ucap Ardi begitu Gathan sudah sampai.
" Gimana kalau ke club? Udah lama nih gue nggak kesana."
" Oke deh tapi kita makan dulu soalnya gue tadi udah minta Raka buat ngirim makanan kesini. Gue mandi dulu,"
Tak lama, Raka datang dengan membawa makanan lalu menatanya dimeja makan. Raka langsung pamit setelah melaksanakan tugasnya.
Gathan dan Ardi duduk di kursi lalu mulai menyantap makan malam mereka.
" Cewek loe sekarang siapa sih Than? Perasaan gue nggak pernah lihat loe gandeng cewek semenjak loe sembuh?" tanya Ardi penasaran.
" Gue nggak punya cewek dan gue lagi males pacaran."
" Hahaha...yakin loe udah insyaf? Atau jangan- jangan loe dapet hidayah pas masih koma," canda Ardi.
" Sialan loh! Lagian kalau gue udah insyaf bukannya itu berarti gue ngasih kesempatan sama loe biar mereka pada milih loe. Karena kalau ada gue pasti mereka lebih milih gue," jawab Gathan percaya diri.
" Sialan loh Than! Gue juga ganteng kali," jawab Ardi tak trima.
" Ya tapi kadar ketampanan loe masih dibawah gue."
" Ya udah yuk berangkat sekarang daripada loe ngledekin gue terus. Pokoknya malam ini gue mau bersenang- senang,"
Mereka berdua pun keluar dari apartemen menuju club paling terkenal di kota itu.
__ADS_1
bersambung....