Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 27


__ADS_3

Gathan pulang dengan wajah ceria sambil sesekali bersiul. Entah kenapa hatinya terasa begitu senang.


Akankah semua ini karena Faysa?


Tidak, Gathan menyakinkan hatinya bahwa niatnya menikahi Faysa hanyalah untuk pemuas nafsunya saja sebagai balasan atas tindakan Faysa yang berani mencelakainya, bahkan membuat dirinya koma.


Gathan menjatuhkan diri keranjang empuknya itu. Badannya benar-benar terasa lelah setelah melakukan olahraga bersama Faysa. Biasanya setiap kali bersama pacarnya, Gathan hanya melakukan sekali hanya untuk menyalurkan hasratnya saja.


Tapi entah saat melakukannya bersama Faysa, Gathan seperti tak ingin beranjak dari atas tubuh wanita yang kini telah menjadi istri sirinya itu. Alhasil Gathan pun melakukannya berkali-kali hingga membuat tubuhnya kini terasa lelah.


Brakk


Suara pintu yang dibuka dengan keras membuat Gathan membuka matanya yang hampir terpejam.


" Kakak," panggil Angel sambil berlari kearah Gathan yang masih rebahan.


Angel memeluk erat kakaknya yang terlihat kepayahan itu.


" Kakak kenapa sih? Bangun dong!"


" Kamu yang kenapa, dateng-dateng nggangguin kakak! Kakak capek Dek, mau tidur dulu."

__ADS_1


" Eh kok tidur sih! Katanya Kakak mau ke kantor Kak Vino."


" Iya besok aja, Kakak beneran capek nih."


" Sekarang aja dong Kak! Aku udah buatin kue brownis tuh buat kak Vino," rengek Angel sambil menarik-narik tangan Gathan.


" Hah jadi kamu buatin kue spesial buat Vino sementara Kakak nggak gitu?" ujar Gathan sewot.


" Hey tenang, buat Kakak ada kok tapi pliss ya titip kue buat kak Vino."


" Emang apa sih Dek lebihnya Vino? Lagian dia udah nganggep kamu kayak adiknya sendiri."


" Banyak dong! Kak Vino itu ganteng, baik, lembut nggak galak kayak Kakak. Udah ah aku mau siapin kuenya dulu dan satu lagi seharusnya Kakak ngedukung aku," kata Angel lalu pergi meninggalkan kamar Gathan.


" Faysa ada yang berkunjung," kata petugas singkat.


Faysa mengerutkan kening memikirkan siapa yang datang berkunjung. Apakah suaminya datang lagi untuk menemuinya? Hah suami, membayangkannya saja sudah membuat hati Faysa miris. Gathan menikahi dirinya bukan atas dasar cinta tapi hanyalah sebagai ajang pemuas *****.


Tak ingin berlama-lama, Faysa pun segera keluar menuju ruang kunjungan. Dari jauh tampak bayu tersenyum lebar padanya. Faysa melirik kearah tangan bayu yang membawa banyak bungkusan plastik.


" Halo Fay gimana kabar kamu?"

__ADS_1


" Baik Bay, terima kasih kamu sudah berkunjung kesini."


" Jangan ngomong gitu Fay, oh ya ini aku bawain makanan dan banyak camilan kesukaan kamu."


" Ya ampun Bay ini terlalu banyak! Besok-besok nggak usah bawa sebanyak ini, simpan saja uang kamu untuk ditabung."


" Uangku nggak bakalan cepat habis cuma untuk beli makanan kayak gini Fay, lagian kan ini maunya aku sendiri."


" Ya udah terserah kamu aja, tapi sekali trima kasih ya," kata Faysa sambil tersenyum manis yang membuat Bayu menjadi terpesona.


" Iya Fay, oh ya Fay ada yang ingin aku bicarakan sama kamu dan sebelumnya aku sudah membicarakan hal ini sama ibu kamu dan beliau setuju," ucap Bayu berhati-hati.


" Emang mau bicara apa Bay kok sampai ke ibu aku?" tanya Faysa penasaran.


Bayu mendekati Faysa lalu menggenggam erat kedua tangan Faysa.


" Setelah kamu bebas aku ingin melamar kamu Fay. Aku...aku cinta sama kamu Fay, aku udah lama memendamnya. Setelah kita menikah, aku akan membawa kamu juga ibu kamu pindah keluar kota dan kita akan memulai hidup baru di sana."


Faysa yang syok dengan kata-kata Bayu pun sontak melepaskan tangannya. Faysa mundur perlahan dari hadapan Bayu, tapi dengan cepat Bayu meraih pinggang Faysa dan membawa Faysa dalam pelukannya.


" Tolong jangan tolak aku Fay, aku sangat mencintai kamu. Aku janji akan bekerja lebih keras lagi untuk keluarga kita nanti," kata Bayu sambil memeluk Faysa semakin erat.

__ADS_1


Tapi pemandangan syahdu itu ternyata disaksikan oleh sepasang mata yang menatap tajam kearah mereka. Tangannya terkepal dengan sorot mata yang memerah.


bersambung.....


__ADS_2