
" Pah, Gafa kangen mama," ucap Gafa saat sedang sarapan bersama.
" Dini juga pah. Udah lama mama nggak ngajak jalan- jalan," keluh Dini.
" Mungkin mama lagi ada kesibukan sayang tapi nanti akan coba papa hubungi," jawab Gathan menenangkan kedua anaknya.
Dari arah tangga tampak Windy yang baru bangun dengan masih memakai piyama.
" Sayang sana cepat berangkat sekolah nanti terlambat," ucap Gathan yang diangguki kedua anaknya.
Setelah bersalaman, kedua anak itu pun pamit berangkat sekolah.
Windy langsung duduk dikursi lalu mengambil piringnya.
" Kamu sarapan nggak bangunin aku mas?"
" Memang biasanya nggak pernah kan? Lagi pula kamu terlihat sangat lelah, habis berapa ronde kemarin?" tanya Gathan menyindir.
Windy tersenyum kecut mendengar pertanyaan Gathan.
" Kenapa kamu cemburu?"
" Ya...tapi itu hanya dalam mimpimu! Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang kamu lakukan. Aku heran kenapa begitu ngotot ingin aku menikahi wanita sepertimu?"
Brakk
Windy menggebrak meja sambil berdiri. Matanya menatap tajam kearah Gathan.
" Jaga bicaramu mas! Aku bosan karna kamu selalu mengabaikanku. Aku akan melaporkan semua ini ke papa Toni!" ancam Windy.
" Jangan pernah kamu berani berteriak didepanku! Kamu mengancamku seperti aku ini anak kecil," ucap Gathan lalu pergi dari hadapan Windy.
Pukul 12 Gathan pergi menjemput kedua anaknya disekolah. Ia berinisiatif untuk menghibur kedua anaknya karna Faysa sulit dihubungi.
" Papa!" teriak Gafa dan Dini bersamaan.
" Halo sayang, bagaimana sekolahnya hari ini?"
" Semua lancar pah! Papah udah bilang kemama?" tanya Gafa.
" Mama belum bisa sayang."
" Mama nggak sayang kita lagi ya pa?" tanya Dini sedih.
__ADS_1
" Sayang dong, hanya saja mama juga harus membagi waktu untuk keluarganya yang lain. Gimana kalau kita ketempat oma? Tante Angel bilang dia punya banyak es krim," ucap Gathan mencoba menghibur.
Mereka pun segera pergi ketempat tujuan.
" Pak, Angel ada kan?"
" Selamat siang Tuan muda. Non Angelnya ada didalam."
Gathan menggandeng kedua anaknya memasuki rumah orang tuanya.
" Tante Angel!"
" Halo sayang....kalian pasti kangen tante. Iya kan?"
" Nggak, kita kesini karna kata papa tante punya banyak es krim."
" Ya sudah sana ambil dikulkas. Minta tolong bibik untuk mengambilkannya."
Kedua bocah itu pun segera berlari kedapur.
" Kakak bilang sibuk, nggak bisa kesini," sindir Angel.
" Ya sebenarnya gitu tapi kakak lagi pusing."
" Iya Non."
Pembicaraan Angel dengan seorang pelayan membuat Gathan sedikit heran.
" Emang mbak Chacha itu siapa dek?"
" Temen Angel yang mau Angel kenalin ke kakak," ucap Angel bersemangat.
Tak lama datanglah seorang perempuan berkerudung warna biru muda sambil membawa nampan berisi minuman.
" Mbak minumnya bawa sini aja."
Perintah dari Angel membuat Faysa melangkahkan kakinya mendekati Angel yang sedang duduk dengan seorang laki-laki yang tengah sibuk dengan ponselnya.
" Mbak kenalan dulu sama kakak aku," ucapan Angel membuat Faysa mengurungkan niatnya yang ingin pergi.
" Kak, ini teman Angel namanya mbak Chacha."
Gathan mendongakkan kepalanya dan begitu kaget dengan orang yang akan dikenalkan Angel.
__ADS_1
" Kak Gathan."
" Faysa."
Panggil mereka bersamaan hingga membuat Angel menjadi bingung.
" Ka...kalian saling kenal ?" tanya Angel tak percaya.
" Ka..kamu bagaimana bisa kenal dengan Faysa dek?" tanya Gathan balik.
Angel menundukkan kepalanya karna masih takut menjawab pertanyaan Gathan.
" Dek."
" Angel kenal mbak Chacha karna dulu dia pernah menyelamatkan Angel yang hampir diperkosa Rexi."
" Apa dek! Kamu pernah hampir diperkosa? Kenapa kamu nggak pernah cerita sama kakak? tanya Gathan emosi hingga membuat Angel takut.
" Angel takut kak. Angel berhutang budi sekali dengan mbak Chacha karna udah nolongin Angel waktu itu. Kalau nggak, Angel nggak tahu gimana nasib Angel sekarang."
Gathan mengusap wajahnya dengan kasar. Apakah ini karma yang ia dapatkan karna dia juga pernah mencoba memperkosa Faysa.
Gathan menatap Faysa yang masih memeluk Angel yang sedang menangis.
" Faysa terima kasih karna kamu sudah menyelamatkan Angel."
Faysa hanya mengangguk lalu mengangkat wajah Angel dan menghapus air matanya.
" Lalu kenapa kakak bisa kenal mbak Chacha?" tanya Angel penasaran karna ia yakin Faysa bukanlah tipe perempuan yang biasa dipacari kakaknya dulu.
" Mungkin ini sudah saatnya kamu tahu dek. Faysa ini adalah ibu kandung dari Gafa dan Dini. Dulu kakak menaruh dendam sama dia karna sudah membuat kakak koma. Kakak menjadikan Faysa sebagai istri siri sekaligus budak **** hingga dia hamil. Tanpa kakak sadari kakak ternyata mencintai Faysa hingga kakak tidak bisa mengontrol rasa cemburu kakak dan itu menyebabkan kakak menceraikannya."
Angel begitu syok dengan penjelasan kakaknya hingga ia hanya diam sementara Faysa meneteskan air mata saat Gathan kembali mengingatkan kenangan buruk mereka.
" Aku juga mau bilang Fay kalau ternyata papalah yang telah membayar orang untuk menyiksa kamu selama dipenjara dan bahkan dengan teganya dia memasang kamera untuk merekam adegan saat Rosan memperkosa kamu."
Faysa kembali menangis ia tak menyangka kalau orang tua Gathan begitu membenci dirinya hingga tega melakukan hal buruk padanya.
" Kak, apa benar papa melakukan itu semua?" tanya Angel tak percaya.
" Ya dek, kakak harus segera membawa Faysa pergi dari sini sebelum papa mengetahuinya. Kakak ajak Faysa keatas dulu, ada hal yang harus kakak bicarakan dengannya."
bersambung...
__ADS_1