
Faysa mencoba lebih memperhatikan dua anak kecil yang tak jauh darinya. Senyum langsung terbit dari bibir Faysa begitu melihat wajah Dini dan Gafa.
" Hallo sayang, kita ketemu lagi," sapa Faysa.
" Tante! Tante juga mau beli kado ya?" tanya Dini polos.
" Nggak, tante lagi gantiin temen tante yang kerja disini. Oh ya kemarin kita belum kenalan ya. Nama kalian siapa?"
" Aku Dini, kalau yang pendiem ini namanya Gafa."
" Aku ndak pendiem, aku cuma ndak suka cerewet kayak kamu" ucap Gafa tak terima yang membuat Faysa tersenyum dengan tingkah keduanya.
" Sudah- sudah, oh ya Gafa sama Dini mau beli apa? Nanti biar tante bantuin."
" Kita mau beli kado buat hari ibu Tante tapi kita ndak punya mama jadi bingung mau beli apa," ucap Dini dengan wajah sedih.
Faysa yang melihat kesedihan diwajah Dini pun tak tega lalu ia segera meraih sapu tangan pink berajut bunga- bunga lalu memberikannya pada Dini.
" Dini dan Gafa nggak usah sedih. Ini ada sapu tangan bagus cocok loh buat Dini. Biarpun kalian udah nggak ada mama tapi masih ada papa kan yang slalu sayang kalian."
" Iya Tante, papa kita sayang banget sama kita."
" Oh ya kalian kesini sama siapa?"
" Sama papa Tante, itu lagi telfonan diluar." Faysa memperhatikan arah telunjuk Gafa pada seorang laki- laki yang hanya terlihat punggungnya itu.
" Ya udah Tante bantu cariin kado mau?"
" Mau Tante," jawab keduanya.
__ADS_1
Setelah cukup lama memilih, akhirnya Dini dan Gafa membeli kado yang dipilihkan Faysa.
Gathan yang sudah selesai bertelfonan dengan mama dan beberapa kliennya pun memutuskan kembali masuk toko.
" Sayang gimana kalian udah dapet kadonya?"
" Udah Pah."
" Mana, Papa mau lihat."
" Lagi dibungkusin Pah."
" Kita minum dulu yuk, Papa haus nih. Nanti biar kadonya dianterin mbaknya."
Dini dan Gafa pun mengikuti Gathan membeli minuman di outlet yang tak jauh dari toko.
" Mbak ini kadonya sudah siap tapi kok dua anak itu nggak ada ya?" tanya Faysa pada petugas kasir.
" Mereka lagi beli minuman didepan ya, kamu langsung anterin aja. Tapi hati- hati ya karna itu bos pemilik mall ini."
" Hah jadi Dini dan Gafa anak pemilik dari bos mall ini," ucap Faysa kaget.
Faysa keluar dari toko dan matanya mengitari sekeliling mencari Dini. Faysa terlihat lega begitu pandangannya menemukan dua anak kecil yang sedang berada di outlet minuman boba.
Faysa menghampiri mereka dengan hati-hati karna ia akan menghadapi orang yang berpengaruh ditempat kerja temannya itu.
" Permisi Tuan, saya mau mengantar kado."
Deg
__ADS_1
Jantung Gathan langsung berdetak kencang begitu mendengar suara wanita yang sepertinya ia kenal.
" Tuan," panggil Faysa sekali lagi.
Dengan pelan, Gathan menolehkan kepalanya kebelakang dan
Duarrr
" Kak...kak Gathan," ucap Faysa lalu menutup mulutnya karna tak percaya dia bertemu dengan lelaki yang kini ada dihadapannya.
" Faysa," ucap Gathan pelan karna sama terkejutnya.
Dini dan Gafa memandang heran pada dua orang dewasa dihadapan mereka.
" Loh Tante kenal sama papa kita?" tanya Dini.
" Ehmm, dia papa kalian?" tanya Faysa yang diangguki dua bocah itu.
Kak Gathan punya anak kembar? Apa Kak Gathan sudah menikah lagi? Tapi kenapa umurnya sama dengan kedua bayiku yang meninggal.
" Tante Faysa," panggil Dini karna melihat Faysa melamun.
Faysa tiba-tiba berlari dan meninggalkan tempat itu dengan berbagai macam pertanyaan.
Gathan yang menyadari hal itu segera mengajak kedua anaknya untuk pulang.
" Gafa, Dini ayo kita pulang sekaran. Oma dan opa sudah menunggu dirumah."
bersambung.....
__ADS_1