
Selesai mengurus usahanya di Bandung, Gathan segera pulang bersama Ardi yang ikut menemaninya.
" Than kita langsung mau pulang ke rumah loe atau mau ke apartemen dulu?" tanya Ardi yang sedang fokus menyetir.
" Ke apartemen aja Di! Setelah istirahat nanti gue mau langsung nyusun bahan buat skripsi."
" Oke deh. Oh ya Chellyn nyariin loe terus tuh! Gue sampai pusing jawabnya."
" Hah biarin aja, dia mah udah basi. Udah ah gue mau tidur dulu. Nanti bangunin gue kalau udah nyampe."
" Ahh enak di elo, capek di gue dong!"
Gathan pun tak menggubris Ardi dan langsung memejamkan matanya sambil membuat posisi ternyaman.
*****
" Apa! Jadi maksudmu Gathan menikahi wanita itu?" kata Toni yang tak menduga akan kelakuan putranya itu.
" Tuan muda Gathan menikahi Faysa secara siri dan hanya bermaksud membuat Faysa sebagai budak seksnya." Lapor Jimmy.
" Anak itu bisa-bisanya membuat keputusan besar tanpa sepengatahuannku juga ibunya. Tapi sudahlah, untuk sementara akan aku biarkan Gathan bermain- main dulu dengan gadis itu. Oh ya Jim, percepat pembangunan hotel yang di Australia karna aku akan mengirim Gathan kesana setelah dia lulus."
" Baik Tuan besar. Akan saya pantau terus dari sini. Kalau begitu saya undur diri dulu."
****
Sudah hampir dua minggu Faysa tidak bertemu dengan Gathan lantaran kesibukan Gathan yang tengah menyelesaikan skripsinya.
Faysa yang tengah duduk melamun diatas kasurnya itu tiba-tiba kaget dengan panggilan petugas yang meneriakkan namanya.
__ADS_1
" Iya Bu."
" Keluarlah, ada yang membesukmu!"
Tanpa bertanya lagi, Faysa segera beranjak dari kasurnya itu. Setelah sampai di ruang besuk, Faysa agak terkejut dengan orang yang kini ada dihadapannya.
" Tu..Tuan Alan." Panggil Faysa dengan gugup.
" Slamat siang Nona Faysa. Saya datang kesini untuk menjemput anda karna tuan muda Gathan sudah menunggu anda di apartemennya."
" Benarkah?"
" Kalau begitu kita langsung berangkat. Anda bisa lewat pintu rahasia dan saya tunggu digerbang belakang," ucap Alan lalu segera pergi meninggalkan Faysa.
Faysa pun diantar oleh seorang petugas yang menjadi orang dalam Gathan. Sampai diluar ternyata sudah ada mobil yang menunggunya didepan gerbang.
Mobil yang dikemudikan Alan pun langsung melesat meninggalkan area rutan. Didalam mobil Faysa merasa bahagia karena bisa kembali merasakan udara bebas diluar rutan. Sesekali bibirnya menyunggingkan senyum saat menikmati pemandangan diluar.
Tak terasa mobil yang ditumpangi Faysa telah sampai disebuah gedung apartemen sederhana.
" Kita sudah sampai Nona. Anda bisa langsung menemui Tuan muda di flatnya dan maaf saya tidak bisa mengantar karna masih banyak pekerjaan."
" Trima kasih Tuan Alan, kalau begitu saya permisi." Pamit Faysa lalu masuk kedalam gedung apartemen tersebut.
Faysa menuju lantai 5 nomor 3 yang merupakan flat Gathan. Faysa memencet bel kamar tersebut hingga nampaklah batang hidung suaminya yang sudah 2 minggu ini tak dijumpainya.
" Kak," sapa Faysa.
" Cepatlah masuk."
__ADS_1
Gathan berjalan kearah kamarnya dengan diikuti Faysa yang berada dibelakangnya. Gathan mendaratkan tubuhnya diatas kasur lalu menatap Faysa.
" Cepat kemarilah. Gue udah kangen banget sama tubuh loe itu."
Perkataan Gathan cukup membuat hati Faysa sakif tapi dia berusaha mengabaikan hal itu demi menjalankan perannya.
Ketika Faysa sudah duduk diatas ranjang, Gathan pun langsung menerkamnya bak singa kelaparan. Gathan yang sudah dua minggu tak menyentuh Faysa pun merasa puas ketika bisa menjamah lagi istrinya. Bahkan dia sedikit bermain kasar karna hasratnya yang menggebu-gebu.
" Kak cukup, saya sudah lelah sekali," ucap Faysa dengan keringat yang sudah membanjiri seluruh tubuhnya.
" Arrgghh...loe nggak boleh protes! Sekali lagi baru gue lepasin loe," ucap Gathan yang masih asyik diatas tubuh sang istri.
Faysa hanya bisa pasrah mendengar jawaban suaminya itu. Gathan begitu puas melihat ekapresi wajah Faysa yang sayu dan terlihat lelah melayani dirinya.
Setelah selesai Gathan segera membersihkan diri karena tubuhnya begitu lengket oleh keringat dan juga ****** ***** mereka. Selesai mandi Gathan hanya menggunakan pakaian rumahan lalu membangunkan Faysa.
" Heh bangun loe! Cepetan mandi lalu masakin gue."
Faysa segera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, dia pun menuju dapur untuk memasak makanan yang diinginkan Gathan sementara Gathan sendiri masih berada di kamar untuk mengerjakan skripsinya.
Ayam bakar, sambal ijo, sayur kangkung kini sudah tersedia diatas meja makan. Faysa lalu masuk kamar untuk mengajak Gathan makan.
" Kak, makanannya udah siap."
" Oke," jawab Gathan singkat lalu mengikuti langkah Faysa.
Faysa menarik kursi untuk tempat duduk Gathan lalu mengambilkan sepiring nasi dan menaruh lauk serta sayur diatasnya. Gathan memakan masakan buatan Faysa dengan lahap. Entah mengapa dia merasa menikmati momen ini. Dimana ada yang melayaninya bukan hanya diatas ranjang tapi juga lainnya.
bersambung....
__ADS_1