
Begitu masuk klub, Gathan dan Ardi langsung disambut dengan hentakan suara musik yang sangat keras juga lampu yang gemerlapan.
Tampak para pria dan wanita berjoget dilantai dengan goyangan yang seirama dengan musik.
" Duduk sana yuk Than," ajak Ardi sambil menunjuk meja yang kosong.
Gathan mengikuti Ardi dari belakang sambil sesekali menggeleng- gelengkan kepalanya. Begitu duduk, mereka langsung disambut waitres yang berpenampilan cukup seksi.
Ardi menyebutkan minuman dan camilan yang dipesannya sambil menyusuri penampilan waitres yang kini berada disebelahnya. Gathan pun hanya tersenyum tipis melihat tingkah sahabatnya itu.
Tak lama berselang, tampak dua wanita penghibur berjalan mendekati meja Gathan.
" Permisi tampan, boleh kami duduk disini dan menemani kalian," ucap wanita dengan rambut bergelombang.
" Oh tentu saja manis, bukan hanya menemani kami minum tapi kalian juga boleh menemani kami melakukan hal lainnya," jawab Ardi dengan nada menggoda.
Kedua wanita itu tampak senang lalu duduk disebelah pria- pria tersebut. Mereka saling mengobrol dan menuangkan minuman yang memabukkan kegelas Gathan dan Ardi.
Ardi yang sudah mulai mabuk dan merasakan panas ditubuhnya pun tak bisa menahan diri lagi. Ardi menarik tangan wanita yang berada disebelahnya untuk diajak naik keatas.
__ADS_1
" Than gue duluan, gue udah nggak tahan nih."
" Dasar payah, baru minum segitu aja udah mabuk," ledek Gathan.
Ardi tak memperdulikan ledekan Gathan dan langsung merangkul pinggang wanita penghiburnya.
" Ayo manis, sudah saatnya kamu memuaskan aku."
" Tentu saja tampan," jawab wanita itu sambil mengusap dada Ardi.
Kini tinggal Gathan berdua dengan wanita yang berambut pendek.
" Oke," jawab Gathan singkat.
Gathan berjalan didepan,sedang sang wanita mengikutinya dari belakang. Dalam hati wanita tersebut tentu merasa senang karna malam ini dia berhasil mendapatkan pelanggan yang muda, tampan dan yang terpenting uangnya. Wanita tersebut yakin jika lelaki yang berjalan didepannya ini adalah pria kaya jika dilihat dari gaya dan segala yang dikenakannya.
Begitu sampai kamar, wanita itu segera mendorong Gathan hingga terjatuh diatas kasur.
Dia berjalan berlenggak-lenggok sambil melepaskan satu persatu kain yang melekat ditubuhnya. Begitu dekat, dia langsung menyambar bibir Gathan namun Gathan hanya diam saja dan tidak memberikan reaksi.
__ADS_1
Kini tangan wanita tersebut mulai beraksi dengan menyusuri tubuh Gathan hingga tangan tersebut sampai diatas celana Gathan.
" Wah tampan, ternyata dia belum bangun. Kamu tenang saja aku akan membangunkannya hingga ia menjadi besar dan siap memasuki ini," ucap sang wanita sambil menunjuk daerah sensitifnya.
Baru ingin memulai aksinya lagi, tapi tangan Gathan langsung menepisnya dengan kasar hingga wanita itu terjatuh dilantai. Gathan berdiri lalu mengambil beberapa uang dolar dari dalam dompetnya.
Gathan melempar uang itu dan pergi begitu saja meninggalkan ****** yang berusaha menggodanya tapi tidak berhasil.
Tanpa memperdulikan Ardi yang mungkin kini sedang bersenang-senang dengan jalangnya, Gathan langsung melajukan mobilnya kembali ke apartemen.
" Padahal ****** tadi cukup cantik dan seksi, tapi kenapa gue sama sekali nggak tertarik? Bahkan adik gue bangun pun enggak," ucap Gathan pada dirinya sendiri yang merasa aneh.
Gathan masuk kedalam kamarnya dan melihat paper bag yang dibawanya tadi masih berada diatas meja. Gathan mengambilnya lalu memasukkannya kedalam almari.
Gue simpen aja deh, siapa tahu nanti butuh. Tapi siapa juga yang butuh ya? Tapi nggak apalah daripada gue buang.
Gumam Gathan yang terlihat bingung.
bersambung....
__ADS_1