Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 86


__ADS_3

Perlahan Rosan membuka matanya yang masih terasa berat. Tangannya bergerak keatas memijit kepalanya yang masih terasa pusing.


Kesadaran Rosan mulai kembali saat ia melihat kamar yang ditempatinya itu terasa asing.


" Ini kamar siapa? Kok gue bisa tidur disini?" ucap Rosan dengan heran.


Rosan membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan wajahnya langsung menunjukkan ekspresi kaget saat melihat keadaan tubuhnya yang polos.


" Kenapa gue telanjang? Apa yang gue lakukan semalam?"


Rosan segera memunguti bajunya yang berserakan dilantai. Setelah memakai baju, Rosan melangkah keluar kamar. Namun langkahnya terhenti saat sekilas ia melihat sebuah bingkai foto diatas meja.


Rosan mengambil foto itu untuk melihat lebih jelas siapa orang yang ada dalam foto itu.


" Faysa! Jangan-jangan ini kamar Faysa? Berarti semalem gue ama dia..."


Rosan langsung keluar kamar dan mencari keberadaan Faysa. Perasaan Rosan menjadi kalut saat melihat Faysa duduk dilantai kamar mandi dalam keadaan basah.


" Faysa apa yang kamu lakukan disini?" tanya Rosan khawatir lalu menggendong Faysa.


" Apa yang kamu lakukan? Jangan sentuh aku! Pergi kamu dari rumahku!" teriak Faysa berontak.


Rosan memindahkan Faysa kekamar lalu mengambilkan baju ganti untuknya.


" Gantilah baju dulu Faysa. Aku nggak mau kamu sakit, ada hal penting yang harus kita bicarakan. Aku akan menunggu diruang tamu."


" Aku udah nggak ada semangat hidup lagi. Aku sudah hancur. Semua orang memperlakukanku seperti sampah bahkan yang mengakui mencintaiku pun melakukan hal yang sama."


Hati Rosan begitu sesak mendengar ucapan Faysa. Rosan segera membalik badannya dan menghampiri Faysa.


" Faysa, maafkan aku. Aku sungguh minta maaf, aku sama sekali nggak berniat menyakiti kamu. Kejadian semalam benar- benar diluar kendaliku," ucap Rosan menyesal.

__ADS_1


" Pergilah, anggap kita tak pernah kenal. Aku tidak akan menuntut apa pun darimu."


" Tidak Faysa, jangan seperti ini. Aku akan bertanggung jawab, aku akan segera menikahimu. Ku mohon maafkan aku, aku sangat mencintaimu."


" Pergilah, aku butuh waktu sendiri. Aku ingin tenang," ucap Faysa dengan pandangan kosong.


" Baiklah Fay, tapi ingat jangan melakukan hal-hal yang menyakiti dirimu. Dua hari lagi aku akan datang."


Dengan berat hati dan diliputi perasaan bersalah akhirnya Rosan pergi dari kos Faysa.


Kurang ajar! Siapa yang sudah mencampur minumanku dengan obat perangsang?


Faysa maafkan aku. Aku akan menikahimu dengan segera.


****


Gathan tampak tak tenang duduk dikursi kebesarannya hingga membuat Alan heran.


" Entahlah Lan, hanya saja perasaanku benar-benar tidak enak."


" Mungkin karna Tuan rindu dengan kedua anak Tuan. Akan saya telfonkan jika Tuan muda berkenan?"


Alan segera melakukan panggilan terhadap dua anak majikannya setelah mendapat persetujuan dari Gathan.


" Ini Tuan sudah tersambung," ucap Alan sambil menyerahkan ponselnya.


Gathan menerimanya dan tampak dua wajah anaknya dilayar ponsel.


" Halo sayang, gimana kabar kalian?"


" Kita baik Pah, malahan kita lagi senang-senang."

__ADS_1


" Tunggu-tunggu kalian sedang dimana ini?"


" Kita di Universal studio pah! Kemarin opa pulang terus ngajak kita jalan-jalan. Tante Angel juga disini."


" Hah kalian di Singapur! Kenapa nggak ijin papa?"


" Opa bilang nanti opa yang bakal bilang ke papa."


" Ya sudah, kalian hati-hati dan selamat menikmati liburan."


" Papa nyusul kesini ya, jangan lupa ajak mama. Kita kangen banget soalnya."


" Eh...iya. Jangan lupa pesan papa ya untuk jangan bilang siapapun kalau kalian sudah bertemu dengan mama."


" Oke pah. Ya udah kita renang dulu ya pah, dadah."


Gathan melambaikan tangannya lalu mematikan panggilan.


" Ternyata mereka sedang liburan ke Singapura. Masih berapa hari kita disini Lan?"


" Tinggal 3 hari lagi tuan."


" Hah kenapa lama sekali!"


Gathan membuka ponselnya dan tampak pesan yang ia kirim ke Faysa belum terkirim.


*Kenapa ponselnya nggak aktif? Apa dia marah sama gue gara-gara gue tidurin?


Tapi malam itu dia terlihat pasrah walaupun menangis.


Faysa pliss jangan bikin gue khawatir*.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2