
" Pah kapan kita pulang ke rumah kita?" tanya Dini.
" Nanti ya sayang, papa baru bikin rumah yang lebih besar dari rumah kita yang kemarin jadi Dini harus sabar ya. Sekarang papa pergi dulu ya, kamu dirumah sama Gafa jagain oma sama opa."
" Iya pah...Papah kok sekarang naik motor jelek gitu?"
" Ehmm papa lagi bosen naik mobil bagus jadi papa pakai motor ini. Lagi pula naik motor ini ternyata lebih mengasyikkan," ucap Gathan lalu melajukan motornya menuju kafe tempat dia janjian dengan Ardi.
Tak butuh waktu lama Gathan sudah sampai di kafe yang ia tuju. Tanpa sungkan ia memarkirkan motornya disebelah deretan mobil mewah milik para pengunjung.
" Mas, motornya jangan diparkir disini!" tegur satpam saat melihat motor butut milik Gathan.
" Terserah bapak mau parkirin motor saya dimana yang penting motor saya aman nggak dimaling orang," ucap Gathan sambil berjalan masuk.
" Hah penampilannya saja yang sok kaya tapi kere lagian motor jelek gini siapa yang mau maling," ucap satpam itu dengan kesal.
Gathan duduk dipojok sambil menunggu Ardi yang belum datang. Sekitar lima belas menit kemudian datanglah Ardi bersama Vicky.
__ADS_1
" Hey Than udah lama loe nunggu disini?" tanya Ardi sambil menarik kursi didepan Gathan.
" Yah lumayan lama tapi nggak apa-apa gue ngerti kalian berdua orang sibuk."
" Bisa aja loe Than. Oh ya Than kita berdua ikut prihatin dengan apa yang menimpa loe sekeluarga. Tenang aja Than sebagai teman, kita bakal bantu loe ngrebut perusahaan keluarga loe lagi," ucap Vicky.
" Nggak perlu Vic, mungkin ini memang karma yang harus gue terima atas semua kesalahan gue terutama sama Faysa dan mungkin dengan ini pula bisa membuat papa gue juga bisa sadar atas semua kesalahannya. Yah intinya gue sekeluarga akan mulai menikmati hidup baru kami," jelas Gathan.
" Gila Than, gue hampir nggak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut loe barusan! Loe emang udah beda dengan Gathan yang gue kenal dulu," ucap Ardi yang ditanggapi senyuman tipis oleh Gathan.
" Terus sekarang loe kerja dimana Than?" tanya Vicky.
" Kemarin gue baru ketrima jadi bagian pemasaran produk cologne untuk pria besok gue udah mulai kerja."
" Ya kurang lebihnya seperti itu."
" Loe kerja aja ditempat gue Than, gue bakal kasih posisi bagus buat loe," timpal Ardi.
" Trims Ar tapi nggak perlu. Gue benar-benar pengen berusaha sendiri."
__ADS_1
" Ya udahlah Than kita cuma bisa berharap dan ngedoain loe supaya loe bisa kembali sukses dan spesial hari ini traktiran dari kita. Loe boleh pesen apa aja, dibungkus juga boleh."
Setelah bertemu dengan dua sahabatnya, Gathan pulang sebentar untuk berganti baju lalu pergi lagi untuk menjemput Faysa. Hari ini dia ingin berjalan berdua dengan Faysa dan mentraktirnya makan batagor dipinggir taman.
Tadi siang saat bertemu dengan kedua temannya, Vicky dan Ardi sempat menyelipkan amplop kecil ketangannya saat mereka akan pulang.
Gathan sudah sampai diseberang kantor Faysa. Ia duduk berjongkok sambil menunggu pujaan hatinya keluar dari kantor tersebut.
Tak lama Faysa pun keluar dengan mengenakan pakaian bergambar yang membuatnya semakin terlihat imut. Ia berdiri didepan pintu gerbang lalu menghampiri Gathan.
" Kakak ngapain disini?"
" Kamu capek nggak? Kalau nggak aku pengen ngajak jalan kamu sebentar aja."
" Oke, tapi jangan sampai malam ya kak?"
__ADS_1
" Nggak kok cuma sebentar, yuk jalan."
bersambung.....