Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 108


__ADS_3

Gathan menahan tangan Faysa saat mereka hampir masuk ruangan papanya.


" Kenapa kak?" tanya Faysa heran.


" Kamu yakin ingin ikut masuk Fay?" tanya Gathan cemas.


" Yakin, memangnya pak Toni masih membenciku kak?"


" Bukan karna itu Fay tapi apa kamu yakin ingin menengok papa setelah apa yang papa perbuat pada kamu selama ini."


" Kak aku memang marah dan kecewa dengan papa kakak tapi jika aku membenci bahkan membalas perbuatannya apa itu akan membuat hatiku tenang dan damai kak? Dendam hanya akan membuat kepuasan sesaat kak tapi aku yakin setelah itu hati kita tidak akan pernah tenang," jelas Faysa.


" Faysa kamu memang wanita luar biasa. Sungguh bodoh Rosan yang telah melepasmu dan mungkin aku lebih bodoh dari dia karna pernah menyia-nyiakanmu."


" Sudah kak jangan bahas itu lagi sekarang ayo masuk."


Mereka berdua pun masuk dan tampaklah Toni yang sedang menunduk sambil memegang kedua kakinya yang telah hilang karna diamputasi.


" Pah." Panggil Gathan pelan yang ikut sedih saat melihat keadaan papanya yang bukan hanya terluka fisik tapi juga mentalnya.


Toni mendongakkan kepalanya dan begitu terkejut saat melihat Gathan bersama Faysa.


Dengan susah payah Toni berusaha untuk turun dari ranjangnya dan menghampiri Faysa.


" Papa mau apa?" tanya Gathan yang dengan sigap membantu Toni.


" Tolong suruh Faysa kemari Than, papa ingin minta maaf," ucap Toni dengan terisak.


Gathan menatap Faysa dan meminta Faysa mendekat dengan melambaikan tangannya.


Faysa mendekati ranjang Toni dan duduk disampingnya.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan om Toni?"


" Faysa maafkan perbuatan saya selama ini yang sudah mendzolimi kamu hingga membuat hidupmu menderita saat dipenjara bahkan sesudahnya. Maafkan saya Faysa," ucap Toni sesenggukan bahkan punggungnya sampai bergetar.


" Saya sudah mengiklhaskan semuanya om. Saya sudah memaafkan om Toni."


" Saya sudah merasakan karma dari perbuatan saya selama ini. Saya kehilangan seluruh harta saya bahkan kedua kaki saya. Sekarang saya jadi orang cacat yang tidak berguna," ucap Toni sambil memukul kedua kakinya.


Faysa menghentikan tangan Toni yang memukul kakinya sendiri.


" Om, kehilangan harta bukan berarti om kehilangan hidup. Om masih punya keluarga lengkap. Istri, anak juga cucu om itu adalah harta paling berharga yang om miliki. Om dan kak Gathan adalah orang pintar, saya yakin kalian berdua pasti bisa sukses kembali."


" Faysa, saya sungguh malu sekali denganmu karna kamu masih mau dekat dengan orang sehina saya."


" Om jangan bicara begitu yang penting sekarang om harus semangat biar orang-orang yang ada disekeliling om juga ikut semangat dan tidak sedih melihat keadaan om yang sekarang."


Prok prok prok


Gathan yang melihat Windy datang dengan sigap berdiri dan bermaksud mengusir Windy.


" Pergi kamu dari sini!" bentak Gathan.


" Sabar dong mantan tuan muda, hahaha....aku kesini hanya ingin menyerahkan surat cerai sekaligus memperkenalkan calon suamiku. Sayang ayo masuk jangan malu-malu."


Semua orang menatap kearah pintu dan begitu terkejut dengan pria yang akan diperkenalkan Windy sebagai calon suaminya.


" Slamat siang tuan besar, bagaimana kabar anda?"


" Jim...Jimmy apa maksud semua ini?" tanya Gathan tak percaya.


" Seperti yang Windy katakan tadi kalau aku adalah calon suaminya sekaligus CEO baru perusahaaan Alyariz grup, tapi aku akan segera mengganti nama perusahaannya karna aku tidak suka nama tersebut."

__ADS_1


" Jimmy kamu mengkhianatiku setelah bertahun-tahun menjadi asisten sekaligus orang kepercayaanku? Kamu benar-benar brengsek!" maki Toni.


" Tutup mulut anda tuan Toni yang terhormat. Apa anda masih ingat dengan karyawan yang anda pecat bahkan anda memfitnah dan menjebloskannya ke penjara karna dia mengetahui permainan busuk anda dalam berbisnis? Bahkan pria itu sampai mati dipenjara karna tidak kuat dengan siksaan orang-orang suruhan anda!" teriak Jimmy yang memuncak emosinya.


" Ka....kamu anaknya Bagus?


" Ya dan aku datang dalam kehidupanmu untuk membalas semua perbuatanmu. Aku bersabar bertahun-tahun dan kini waktunya sudah tiba. Aku cukup berbaik hati karna tidak menjebloskanmu kepenjara dan membiarkanmu membusuk disana. Dan ingat aku tidak akan segan melakukannya jika kalian sampai berani mengusikku."


" Sudahlah om ku sayang, sebaiknya kita tinggalkan orang-orang menjijikkan seperti mereka."


****


Faysa mendekati Gathan yang tengah duduk termenung disebuah taman.


" Kak kamu masih memikirkannya?"


" Aku hanya tidak menyangka Fay jika Jimny orang kepercayaan papa yang berada dibalik semua ini dan aku tidak menyangka jika papaku sejahat itu."


" Kak kita memang tidak merubah masa lalu, yang bisa kita lakukan hanya mencoba memperbaikinya. Sekarang apa rencana kakak?"


" Aku tidak akan mengusik perusahaan alyariz grup, jika itu masih rejeki keluargaku pasti semuanya akan kembali. Aku akan mencari kerja dan memulai semuanya dari nol."


" Aku sangat bangga dengan kakak. Kak Gathan sekarang lebih dewasa dan lebih tenang dalam menghadapi masalah."


" Itu semua karnamu Fay, kamu yang membuatku jadi seperti ini. Jika tidak mengenalmu mungkin aku masih jadi pria egois dan menyebalkan. Kalau rencanamu apa setelah cerai dari Rosan?"


" Saat ini aku hanya ingin fokus ke anak-anak kak. Aku ingin bekerja lebih keras lagi dan mengumpulkan uang untuk mereka."


" Kamu boleh bekerja tapi tidak boleh berlebihan. Bagaimana pun aku adalah ayah yang harus lebih bertanggung jawab untuk anak-anak," ucap Gathan yang tanpa sadar mengusap-usap kepala Faysa yang berbalut kerudung.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2