Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 66


__ADS_3

Pagi harinya Faysa datang ke tempat kerjanya dengan wajah pucat. Bahkan kedua matanya masih terlihat bengkak akibat ia semalam menangis karena perbuatan Gathan yang melecehkannya.


Faysa meletakkan tas dan jaketnya didalam loker bersamaan dengan Asri yang kebetulan sudah datang.


" Faysa, kamu kenapa? Kok muka kamu sembab dan pucat gitu?" tanya Asri khawatir.


" Aku nggak apa-apa kok Mbak. Semalem aku begadang buat ngerjain tugas kuliah," kilah Faysa.


" Tumben Fay, biasanya kamu nggak kayak gitu. Aneh deh," ucap Asri heran.


" Ehmmm tugasnya banyak banget Mbak ditambah pas hari minggu aku ada kerjaan. Ya udah aku duluan ya Mbak," jawab Faysa lalu pergi meninggalkan Asri.


Faysa menyapu lantai sambil memikirkan sesuatu. Ia benar-benar takut jika kejadian semalam akan terulang lagi. Meskipun tadi malam Gathan tidak memperkosanya tapi bisa saja hal itu akan terjadi dikemudian hari.


Rosan yang baru datang tampak heran melihat Faysa yang tidak seperti biasanya.


" Faysa," panggil Rosan sambil menyentuh pundak Faysa.


" Ah Pak Rosan!" jerit Faysa kaget sambil menepis tangan Rosan dengan kasar.


" Maaf Pak, saya tidak sengaja. Saya benar-benar kaget."


" Tidak masalah, makanya kalau kerja jangan melamun. Oh ya setelah ini tolong buatkan saya teh panas."


" Iya pak," jawab Faysa sambil menganggukkan kepalanya.


Faysa pun segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat lalu pergi ke pantry. Setelah selesai Faysa pun mengantarkannya ke ruangan Rosan.


Tok tok tok


" Masuk."


" Permisi Pak, saya bawakan teh pesanan Bapak."


" Hmm,taruh saja dimeja."


Faysa meletakkan teh diatas meja lalu ia pamit sambil sedikit membungkuk. Hampir saja Faysa membuka pintu tapi suara Rosan langsung menghentikannya.


" Tunggu Faysa, duduklah disini sebentar," pinta Rosan.

__ADS_1


Faysa membalikkan badannya lalu duduk dikursi berhadapan dengan Rosan.


" Maaf Pak, apa ada yang Bapak butuhkan lagi?"


" Tidak, saya hanya ingin mengobrol sebentar dengan kamu. Kamu ada masalah? Wajah kamu terlihat pucat dan mata kamu juga sembab?"


" Tidak ada Pak, ini hanya masalah kurang tidur karna semalaman saya mengerjakan tugas kuliah."


" Kamu yakin?"


Faysa menganggukkan kepalanya dan terlihat tidak nyaman saat ini.


" Baiklah kalau begitu kembalilah bekerja dan jika ada sesuatu yang menjadi beban kamu, saya siap mendengarnya."


Faysa menatap Rosan dengan penuh tanda tanya dan Rosan hanya tersenyum seolah mengerti kebingungan Faysa dengan ucapannya tadi.


" Saya ingin jadi teman kamu. Ya sudah keluarlah lanjutkan pekerjaan kamu."


Faysa pun keluar dengan wajah yang masih bingung akan perkataan Rosan yang ingin berteman dengannya.


Sekitar pukul tiga, Faysa pun sudah bersiap -siap untuk pulang.


Faysa membuka tas untuk mengambil ponselnya dan ternyata ada chat masuk dari nomor tak dikenal lalu Faysa pun membukanya.


Aku tunggu di taman Burenvil jam empat jika ingin bertemu dengan Dini dan Gafa. Jangan terlambat sedikitpun atau aku akan membawa Gafa dan Dini pulang.


Faysa langsung paham siapa yang telah mengirimnya chat. Senyum pun langsung timbul dari bibir Faysa yang akan kembali bertemu dengan Gafa dan Dini.


Faysa segera pulang ke kosnya dan setelah sampai ia langsung membuat nasi goreng. Setelah matang, Faysa menaruh nasi gorengnya kedalam dua tepak makan dan menghiasnya dengan telur,sosis dan ketimun agar terlihat lucu.


Selesai dengan nasi gorengnya, Faysa pun segera mandi. Ia sedikit berdandan agar terlihat lebih cantik dan segar didepan kedua anaknya.


Faysa memesan ojek online agar cepat sampai ke taman. Faysa tak melihat kedua anaknya dan memilih menunggu dibangku.



" Tante!" suara jeritan anak kecil langsung mengalihkan perhatian Faysa.


Faysa tersenyum melihat Dini dan Gafa berlari kearahnya dengan antusias.

__ADS_1


" Halo sayang, Tante kangen banget sama kalian?"


" Iya Tante, Dini seneng banget pas papa bilang kalau kita mau diajak ketemu Tante Faysa."


" Iya Tante, ini Gafa bawain kue buatannya Tante Angel tapi ndak terlalu enak sih Tante."


" Oh emang siapa tante Angel itu?"tanya Faysa penasaran.


" Tante Angel itu adeknya papa."


" Oww, ya udah kita main yuk! Kalian mau main apa?"


" Dini mau ayunan Tante."


" Gafa mau main perosotan Tante."


" Oke, yuk kita kesana!"ajak Faysa dengan semangat.


Mereka pun menghabiskan waktu bersama dengan penuh kebahagiaan. Faysa pun tak merasa lelah dan begitu semangat menemani kedua anaknya bermain.


Sementara itu Gathan tampak mengawasi mereka sambil menikmati minuman dingin ditangannya.



Faysa yang melihat kedua anaknya kelelahan pun langsung mengajak mereka istirahat.


" Tante itu papa, kita duduk disana aja," ucap Gafa sambil menunjuk Gathan.


Faysa merasa ragu tapi ia juga tak mungkin menolak keinginan anaknya.


" Ehmm Tante tadi bikinin nasi goreng, kalian mau?" ucap Faysa sambil mengeluarkan bekal yang ia bawa.


" Wah Tante ini lucu banget bentuknya, kita makan ya Tante."


Gafa dan Dini segera memakan nasi goreng itu dengan lahap.


" Wah enak banget Tante. Papa mau makan ndak? Ini Dini bagi."


" Papa nggak laper," jawab Gathan sambil melirik kearah Faysa.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2