Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 124


__ADS_3

Setelah Alan dan Vera pulang, Gathan segera pergi menemui orang tuanya untuk memberitahukan kabar gembira yang didapatnya tadi.


Sintia dan Toni hampir tidak percaya tapi sekaligus mereka merasa lega karna hak mereka sudah kembali mereka miliki. Namun ditengah kebahagiaan itu tampak wajah Toni yang sedikit sendu.


" Papa kenapa?" tanya Gathan.


" Tak apa, papa hanya merasa sedih dengan akhir hidup Jimmy. Bagaimanapun dia pernah menjadi orang kepercayaan papa dalam waktu yang tidak sebentar."


" Yah mungkin itu sudah akhir jalan hidupnya pah. Kita doakan saja yang terbaik."


" Lalu kapan kamu akan kembali keperusahaan Than?"


" Mungkin belum bisa waktu dekat ini pa karna aku juga harus menyelesaikan pekerjaanku yang sekarang. Biar nanti Alan yang mengurusnya dan aku akan memantaunya."


" Ya terserah kamu saja Than. Papa percaya dengan segala keputusan kamu."


" Ya sudah aku kembali kekamar dulu pa," ucap Gathan lalu keluar dari kamar orang tuanya.


Ceklek


Gathan membuka pintu kamar dan melihat istrinya yang bergelung selimut. Gathan ikut merebahkan dirinya dan memeluk Faysa.


" Kamu tidur sayang?"


" Nggak kak, aku hanya..."


Gathan membalik tubuh Faysa dan menatap manik istrinya yang terlihat cemas.

__ADS_1


" Kamu jangan takut sayang. Tidak akan ada yang berani menyakitimu karna aku akan slalu jagain kamu. Lagi pula Vera sudah sadar dan dia ingin bertemu sama kamu untuk minta maaf."


" Benarkah kak? Aku mau kak tapi tidak sekarang."


" Jangan memaksakan diri kamu. Sekarang kita keluar ya, sudah saatnya makan siang."


" Ahh maaf kak, aku sampai nggak sadar kalau sudah menjelang siang."


****


Angel merasa terkejut dan begitu gembira dengan kabar yang baru saja disampaikan kakaknya. Ia senyum- senyum sendiri hingga tak menyadari kalau suaminya kini tengah memperhatikannya.


" Kamu ngapain senyum-senyum sendiri?"


Tanpa menjawab Angel langsung memeluk erat Bayu.


" Hehe...,habisnya aku seneng banget mas."


" Iya aku tahu kamu lagi seneng. Emangnya ada apaan?"


Angel pun menceritakan kembali pembicaraannya dengan Gathan ditelfon tadi dengan muka yang berbinar-binar tapi tidak dengan Bayu.


" Kamu kok masam mas? Nggak seneng ya?"


" Bukannya gitu Ngel tapi aku jadi merasa minder karna kamu sudah kembali seperti dulu dan sekarang malah mempunyai suami sederhana sepertiku."


Cup

__ADS_1


Angel mencium sekilas bibir Bayu lalu tersenyum.


" Mas, aku itu tulus cinta sama kamu. Aku yakin jika kamu belajar dan berusaha lebih keras lagi maka suatu hari nanti kamu bisa jadi sukses dengan jerih payah kamu sendiri."


" Makasih ya, tapi yakin kamu nggak akan ninggalin aku?"


" Ih mas kamu nyebelin deh! Kamu pikir aku ini tipe orang nggak setia apa?" ucap Angel merajuk.


" Iya sayang, aku percaya."


****


Satu bulan sudah berlalu. Gathan kembali kerumahnya bersama keluarga kecilnya sedangkan Sintia dan Toni kembali kerumah utama dengan Angel beserta Bayu yang ikut tinggal disana atas permintaan Toni.


Gathan juga sudah kembali memimpin perusahaan Alyariz dan membereskan kekacauan yang terjadi selama ia tak lagi menanganinya.


Alan masih setia mendampingi Gathan dan kini ia terlihat semakin dekat dengan Vera setelah wanita tersebut bergabung ditoko kue milik Faysa yang baru saja dibangun.


" Lan kapan kamu melamarnya?" tanya Gathan to the point.


" Hah maksudnya tuan?"


" Jangan pura-pura, aku tahu kamu sedang dekat dengan Vera dan kamu terlihat berbeda saat berada dihadapannya."


" Tapi tuan..."


" Kalau tidak segera, jangan menyesal jika ada orang lain yang mendahuluimu," ucap Gathan yang membuat hati Alan gusar.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2