
Hari ini merupakan hari bersejarah bagi Gathan dan seluruh mahasiswa angkatannya karena hari ini mereka akan diwisuda. Gathan datang dengan anggota keluarga lengkap dengan baju toga yang membalut jasnya.
Acara pagi itu dimulai dengan sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan pembagian ijazah serta sesi foto. Tentu saja Gathan dan keluarganya mendapat giliran yang pertama. Gathan banyak menerima ucapan selamat dari para teman, sahabat juga keluarganya.
" Slamat ya bro, loe udah lulus dengan nilai tertinggi," ucap Vicky sambil memeluk Gathan.
" Oke, thanks ya Vic loe udah nyempetin datang kesini ," balas Gathan sambil menepuk punggung Vicky.
" Ya iyalah kita pasti dateng. Oh ya ngomong-ngomong loe dapet nilai bagus bukan karna nyogok kan?" canda Ardi.
" Brengsek loe Ar! Kayaknya loe udah meragukan kemampuan gue," ucap Gathan sambil meninju pelan bahu Ardi.
" Iya-iya gue percaya dengan kemampuan tuan muda Gathan. Ya udah yuk kita foto-foto dulu," ucap Ardi lalu menarik Gathan dan Vicky.
Angel yang tengah keluar dari toilet melihat Vicky yang sedang duduk sendirian. Dia pun mendekati Vicky yang terlihat sibuk dengan ponselnya itu.
" Hei Kak, kok sendirian aja? Emang kak Gathan sama kak Ardi mana?"
" Oh iya ini tadi aku habis dari toilet trus ada telfon dari klien," jawab Vicky dengan senyum manisnya yang makin membuat hati Angel berbunga-bunga.
" Oh ya Ngel, makasih ya buat kiriman kuenya waktu itu. Maaf kalau ucapan trima kasihnya telat."
" Nggak apa-apa kok Kak! Ehmm...Itu pas aku baru belajar bikin kue trus kebetulan Kak Gathan mau ketemu Kak Vicky jadi ya aku titip aja. Tapi kuenya enak nggak Kak?"
" Enak kok. Ya udah Kakak pergi dulu ya soalnya udah dari tadi ninggalin kantor."
" Ehmm aku boleh bareng nggak Kak soalnya papa sama lainnya pulangnya masih nanti."
" Bolehlah, ya udah yuk Kakak anter. Kita pamit dulu ya."
" Yuk Kak," jawab Angel senang sambil mengikuti langkah Vicky.
****
__ADS_1
Faysa tersenyum melihat hasil sulamannya berupa sapu tangan warna biru dengan bordiran tulisan Gathan. Dia sengaja membuat sapu tangan itu sebagai tanda trima kasih sekaligus hadiah kelulusannya.
Malam hari sekitar jam delapan baru datang lagi untuk menemuinya. Gathan masih mengenakan setelan jas lengkap karna ia baru saja makan malam bersama keluarganya dihotel.
Faysa masuk ke kamar dan melihat Gathan yang tengah duduk diranjang yang langsung menatap dirinya.
" Selamat atas kelulusannya ya Kak," ucap Faysa lalu duduk disamping Gathan.
" Cuma ngasih ucapan slamat doang?" tanya Gathan sambil menatap Faysa dengan kecewa.
" Nggak kok!" Faysa menggelengkan kepalanya.
" Terus?"
" Ini buat Kak Gathan, semoga Kakak suka," ucap Faysa sambil menyerahkan kotak kecil.
Gathan langsung mengambil kotak itu lalu membukanya dengan tidak sabar. Dia mengambil kain kecil berwarna biru itu lalu merentangkannya. Gathan tersenyum tipis saat melihat ukiran namanya di sapu tangan itu.
" Maaf Kak, saya cuma bisa ngasih itu."
" Itu saya buat sendiri Kak waktu ada pelatihan menyulam kemarin."
Mendengar itu Gathan langsung memeluk Faysa.
" Makasih ya," bisik Gathan ditelinga Faysa.
Gathan melepas pelukannya lalu menatap lekat Faysa.
" Gue mau minta hadiah lagi," pinta Gathan.
" Apa Kak?"
" Cium gue disini," pinta Gathan lalu menunjuk bibirnya.
__ADS_1
Faysa pun kaget dan merasa canggung jika harus mencium Gathan terlebih dahulu.
" Kenapa? Loe nggak mau?" tanya Gathan tak suka.
" Mmmau Kak."
" Ya udah cepetan?"
Dengan ragu-ragu Faysa mendekatkan wajahnya sambil menatap mata tajam Gathan. Faysa menutup matanya dan tak terasa bibirnya telah menyentuh bibir hangat Gathan.
Setelah sekian detik menempelkan bibirnya, Faysa menarik kepalanya tapi tengkuknya langsung ditahan Gathan.
Gathan mulai memainkan bibir Faysa dengan lembut dan Faysa pun menyambutnya dengan membuka mulutnya. Tangan Gathan mulai bergerilya di area dada Faysa bergantian kanan dan kiri.
Faysa memaksa Gathan melepaskan tautan bibir mereka dengan nafas terengah-engah.
" Hah...hah...hah." Faysa mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
Gathan terkekeh melihat Faysa yang tidak kuat mengimbangi ciuman panjangnya.
" Lanjut lagi?"
Tanpa menunggu jawaban Faysa, Gathan langsung mendorong tubuh Faysa hingga terlentang diatas kasur. Gathan melucuti bajunya dan baju Faysa hingga sama-sama polos.
Gathan menindih tubuh mulus Faysa dan mulai menciumi setiap lekuk tubuh Faysa yang kenyal.
"Ehmmm...ahhh Kak," lenguh Faysa saat Gathan mulai melakukan penyatuan.
" Sakit ya?"
" Se..di..kit Kak," jawab Faysa terbata.
Gathan menatap wajah cantik Faysa lalu mencium keningnya cukup lama sambil terus menggoyangkan pinggangnya.
__ADS_1
Gue akan bikin loe hamil Fay supaya loe nggak berpikir buat pergi dari gue.
bersambung....