Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 69


__ADS_3

Windy menghampiri Gathan lalu memberikan beberapa kue yang ia ambil tadi.


" Permisi Pak, ini silahkan dimakan," ucap Windy yang mengalihkan perhatian Gathan dari Faysa.


" Oh ya, terima kasih Windy," ucap Gathan sambil menerima piring kecil yang diberikan Windy.


Sementara itu Faysa tampak sangat gugup saat memasuki ballroom hotel lebih dalam. Dirinya merasa sangat kecil saat berbaur dengan para CEO dan para wanita pendampingnya yang berpenampilan sangat berkelas yang menjadi tamu utama dari acara tersebut.


Rosan memandang Faysa dan dapat ia lihat wajah kegugupan Faysa disana.


" Faysa."


" Ehh iya Pak."


" Jangan gugup, santai saja. Ada saya disini."


" Saya hanya merasa tidak pantas saja Pak berada disini."


" Sudahlah, hilangkan perasaan seperti itu. Cukup tebarkan senyumanmu.Kamu ingin makan apa ,biar saya ambilkan."


" Jangan Pak! Saya ini bawahan Bapak, masak Bapak yang melayani saya," tolak Faysa.


" Tidak masalah dan ingat saat ini kamu mendampingi saya, bukan bawahan saya. Ya sudah, kita kesana dulu untuk mencoba kue-kue."


Mereka berdua pun mulai menikmati sajian yang sudah disajikan tuan rumah. Tiba-tiba Rosan mengajak Faysa duduk.


" Faysa kamu tunggu disini dulu ya. Saya ingin ke kamar mandi sebentar."


" Iya Pak."

__ADS_1


" Ingat ya, tetap disini dan jangan pergi supaya saya mudah mencari kamu."


Faysa menganggukkan kepalanya dan tak lama setelah kepergian Rosan, tiba-tiba tangan Faysa ditarik seseorang dan membawanya naik ke lantai 10.


" Lepasin tangan aku Kak! Kakak mau bawa aku kemana?"


Gathan hanya diam lalu membawa Faysa masuk lift. Faysa terus meronta tapi cengkraman tangan Gathan sangat kuat hingga ia sulit untuk melepasnya.


Sampai dilantai 10, Gathan menuju kamar yang sudah dipesannya tadi. Gathan mengunci pintu kamar tersebut begitu mereka sudah berada didalam.


" Kak ngapain kita masuk sini dan kenapa Kakak ada disini?"


" Harusnya gue yang tanya kenapa loe ada disini? Gue rasa loe bukan orang yang punya kepentingan dan pengaruh untuk bisa berada disini."


" Aku kesini karna bos aku yang minta aku untuk menemaninya. Sekarang buka pintunya Kak, aku harus kembali. Pak Rosan pasti mencariku."


" Kak lepasin aku, aku harus kembali. Aku tidak mau bosku khawatir," ucap Faysa pelan.


" Gue nggak akan biarin loe turun! Malam ini kita menginap disini."


" Kamu gila ya Kak! Mana mungkin kita tidur berdua dalam satu kamar!"


" Sekarang lepas baju loe dan ganti dengan pakaian tidur yang sudah disediakan disini," ucap Gathan sambil melangkah mundur.


Gathan masuk ke kamar mandi lalu mengganti jasnya dengan baju tidur kemudian ia keluar dan melihat Faysa yang masih berusaha membuka pintu.


" Loe nggak mau dengerin omongan gue!" teriak Gathan lalu membalik tubuh Faysa untuk menghadapnya.


" Kak jangan bersikap seolah kita ini masih pasangan suami istri! Jangan mengaturku karena itu bukan hak Kakak lagi!"

__ADS_1


Gathan yang kesal karena Faysa terus membantahnya pun menarik Faysa dan mendorongnya keranjang.


Gathan mengukung tubuh Faysa yang berada dibawahnya.


" Turuti apa kata gue atau sekarang juga gue akan membuat loe mengandung adiknya Gafa dan Dini. Sekarang cepat ganti baju loe dan kita menginap disini satu malam,"ucap Gathan mengintimidasi.


Gathan bangkit dari posisinya dan membiarkan Faysa bangun. Faysa pun terpaksa menuruti keinginan Gathan.


Faysa kembali setelah mengganti bajunya dengan baju tidur. Faysa melihat Gathan yang baru saja menelfon seseorang. Gathan menolehkan kepalanya saat menyadari kedatangan Faysa.


" Ayo tidur sini," ucap Gathan sambil menepuk bantal disebelahnya.


" Aku tidur disofa aja Kak."


" Oh jadi loe lebih seneng pilihan kedua ya dan dengan senang hati gue akan melakukannya," ucap Gathan mendekati Faysa sambil melepas atasan tidurnya.


Gathan memamerkan badan sispeknya yang sudah lama tak dilihat Faysa.


" Baik Kak, aku akan tidur disini dan pakai baju kamu lagi!" ucap Faysa yang dibalas Gathan dengan senyum kemenangan.


Faysa merebahkan tubuhnya disebelah Gathan dan memunggunginya. Sedangkan Gathan menghadap punggung Faysa sambil tersenyum.


bersambung.....


Hai para pembaca


Mampir juga ya dinovel author yang pertama dengan judul " Dendam dan benci berubah cinta".


Sudah tamat dan semoga kalian suka juga.

__ADS_1


__ADS_2