Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 74


__ADS_3

Setelah Dini tenang, akhirnya Gathan memutuskan untuk segera pulang karna hari juga hampir siang.


" Kita pulang sekarang ya, nanti kapan-kapan jalan-jalannya kita sambung lagi," ucap Gathan pada kedua anaknya lalu diangguki keduanya.


" Ya udah sini Dini biar Papa yang gendong," ucap Gathan lalu menggendong Dini yang kakinya sedang terluka.


Mereka berempat pun berjalan menuju parkiran. Dini yang berada digendongan Gathan memandang sekeliling hingga ia melihat rombongan anak seusianya yang baru saja datang dengan menggunakan bus yang cukup besar.


" Tante Faysa pernah naik bus?" tanya Dini tiba-tiba.


" Bukan cuma pernah tapi Tante sering naik bus kalau pergi kerja. Kalau Dini pernah naik bus?"


" Belum," jawab Dini sedih.


Melihat wajah Dini yang tuba-tiba murung membuat Gafa tahu keinginan saudara kembarnya itu.


" Papa kita pulangnya naik bus yuk, kan Gafa sama Dini belum pernah naik," ucap Gafa.


" Apa kalian mau naik bus? Nggak- nggak, Papa nggak ijinin. Naik angkutan umum itu lama, bau, banyak orang. Kalian pasti nggak akan betah," ucap Gathan melarang yang membuat wajah kecewa kedua anaknya.


" Kak sekali-kali mengenalkan pengalaman naik angkutan umum pada anak-anak nggak masalah kan? Kakak bisa pulang naik mobil biar aku yang nemani mereka naik bus," jelas Faysa.


" Gafa dan Dini nggak boleh pergi kalau nggak sama gue," jawab Gathan lalu menoleh pada Dini.


" Dini pengen banget pulang naik bus?"


" Iya Pah, boleh ya Pah? Sekali aja," jawab Dini dengan memelas.


" Oke deh." Pasrah Gathan.


Gathan pun menelfon supirnya untuk mengambil mobil yang ia bawa tadi. Mereka menunggu bus dihalte yang berada depan area parkir danau.


" Kok busnya belum datang-datang ya Tante?" tanya Gafa yang merasa cukup lama menunggu.

__ADS_1


" Sabar ya sayang, namanya juga angkutan umum kadang cepet kadang lama," jawab Faysa.


" Kan tadi Papa udah bilang, kalian sih ngeyel! Mana panas banget lagi," ucap Gathan sambil mengelap wajahnya yang mulai berkeringat dengan sapu tangan.


Kak Gathan walaupun mukanya udah kacau gitu tetep aja tampan. Tapi sayangnya pemarah juga menyebalkan.


Ucap Faysa dalam hati sambil memperhatikan wajah tampan mantan suaminya itu. Sementara Gathan yang merasa diperhatikan langsung membalas tatapan Faysa.


Ih itu bibir pengen banget gue uyel-uyel tapi nanti dia marah lagi. Pasti sekarang dia lagi terpesona sama gue.


Batin Gathan lalu tersenyum tipis.


" Itu busnya datang Pah!" teriak Dini yang mengagetkan dua orang dewasa tersebut.


Faysa memberhentikan bus tersebut lalu mereka naik. Faysa terlihat bingung karna didalam bus sudah tidak ada tempat duduk yang kosong.


" Kita duduk dimana Tante?" tanya Dini yang berada digendongan Faysa.


Akhirnya Faysa dan Gathan pun berdiri dengan menggendong anak mereka hingga membuat kaki Gathan pegal-pegal. Gathan pun melirik dua pemuda yang duduk santai disampingnya.


" Eh berdiri loe berdua! Gue ama istri gue mau duduk nih."


" Enak aja bang, ngantri kalau mau duduk!"


" Eh loe nggak lihat gue ama istri gue kecapean berdiri sambil gendong anak?"


" Yah itu kan derita loe bang, tapi kalau istri cantik abang mau kita pangku kita sih nggak masalah,hahaha."


Gathan mengepalkan tangan mendengar candaan kedua pemuda itu terhadap Faysa. Tapi ini tempat umum dia tidak mungkin menghajar dua pemuda tersebut.


" Gue bayarin tempat duduk loe, sekarang cepat berdiri!"


" Emang berani bayar berapa bang?" tanya sang pemuda dengan jahil.

__ADS_1


" Empat juta untuk empat kursi!"


Mendengar nominal yang disebutkan Gathan langsung membuat pemuda tersebut melongo.


" Cepet, jangan kelamaan melongo!"


Pemuda tersebut langsung memberi tahu dua temannya yang duduk didepannya. Mereka pun langsung berdiri dengan wajah senang.


Setelah duduk, Gathan mengeluarkan uang cash lalu memberikannya pada para pemuda tadi.


Gafa dan Dini duduk didepan sementara Gathan dan Faysa duduk dibelakang.


" Kamu berlebihan Kak," ucap Faysa yang hampir tidak percaya dengan kelakuan Gathan.


" Yang penting loe sama anak - anak bisa duduk nyaman kan?"


" Ya tapi nggak gitu juga Kak! Itu namanya pemborosan, aku aja harus kerja sebulan baru bisa dapat gaji 3 juta."


" Apa gaji loe cuma 3 juta?"tanya Gathan tak percaya.


" Aku kan cuma OB Kak, itu sudah standar."


" Gimana kalau loe kerja diperusahaan gue? Nanti gue kasih posisi yang bagus dengan gaji yang memuaskan."


" Aku udah nyaman kerja disana Kak."


" Nyaman karna bos loe kali," ucap Gathan sewot.


" Mungkin itu salah satunya. Dia pemimpin yang tidak sombong dan baik pada karyawannya."


Gathan pun langsung diam dan menghentikan obrolannya karna kesal.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2