
Gathan masuk kedalam kamarnya. Ia tersenyum melihat foto pernikahannya yang terpampang besar diatas ranjangnya. Samar-samar ia mendengar suara gemericik air yang menandakan kalau istrinya sedang mandi.
Gathan duduk diranjang dan tak lama Faysa keluar dari kamar mandi.
" Kakak udah pulang ya? Maaf ya aku nggak tahu," ucap Faysa lalu menyalami tangan Gathan dan menciumnya.
" Kamu mau godain suamimu ini ya yang?" goda Gathan karna melihat Faysa yang hanya melilitkan handuk mini untuk menutupi tubuhnya.
" Nggak kak, namanya juga habis mandi. Sini aku lepasin sepatunya dulu trus sekalian kakak mandi," ucap Faysa lalu berjongkok untuk melepas sepatu Gathan.
" Iya aku mandi tapi janji ya kamu tungguin aku dan jangan ganti baju dulu," ucap Gathan yang membuat Faysa mengerti keinginan suaminya itu.
Setelah Gathan masuk kamar mandi, Faysa duduk dimeja rias sambil mengeringkan rambutnya. Setelah selesai ia menggunakan lotion yang dibelikan suaminya kemarin.
Tak butuh waktu lama, Gathan sudah keluar dengan kondisi tubuh yang segar dan juga harum. Faysa menolehkan kepalanya kearah Gathan dan matanya pun langsung melotot.
" Ya ampun kakak kok nggak pakai handuk sih!" ucap Faysa kaget saat melihat belalai suaminya yang bergoyang kesana kemari.
" Ngapain pakai kalau cuma sebentar trus dilepas lagi!"
" Tapi kak gi..." Faysa tak meneruskan ucapannya karna Gathan sudah membungkam bibirnya dengan ciuman.
__ADS_1
Handuk Faysa pun terlepas dan terjadilah pergulatan panas disore hari itu. Faysa pun hanya bisa pasrah dengan keganasan suaminya diatas ranjang. Maklum saja hampir dua minggu lebih mereka tidak melakukannya karna ia sedang datang bulan ditambah lagi Gathan yang sedang sibuk-sibuknya mengurus perusahaan.
Gathan tumbang diatas tubuh istrinya lalu mencium kening Faysa cukup lama.
" Terima kasih sayang, aku sungguh puas. Maaf ya sudah membuatmu lelah seperti ini."
" Tak apa kak, ini sudah kewajibanku. Aku senang kalau kakak puas. Kakak pasti capek mengurus perusahaan untuk saat ini."
" Tak apa sayang, ini demi kita semua. Gimana toko kue kamu?"
" Syukur semuanya lancar kak dan laris manis. Terima kasih ya karna kakak sudah mempromosikannya dan bisa jadi seperti ini."
" Jangan berterima kasih sayang. Apa pun akan aku usahakan untuk membuatmu dan buah hati kita bahagia."
" Baiklah aku akan menemani kamu untuk menjenguknya. Eh sayang ini udah berdiri lagi, satu kali lagi ya yank," ucap Gathan memohon.
" Kok lagi sih kak?"
" Habis selimut kamu melorot. Aku kan jadi tergoda lagi saat melihat dadamu itu."
" Ya tapi jangan seperti tadi ya kak. Milikku rasanya sudah nyilu."
__ADS_1
" Oke sayang, tancap!"
****
Alan tampak mondar-mandir didepan rumah kontrakan Vera. Ia sendiri bingung kenapa ia bisa mengendarai mobilnya sampai berhenti didepan rumah Vera.
Ceklek
" Alan! Kamu ngapain disitu? Udah dari tadi ya? Kalau lama maaf ya tadi aku baru mandi jadi nggak denger suara ketukan pintu."
" Eh..nggak...eh iya nggak apa-apa Ver," ucap Alan gugup.
" Oh ya ada perlu apa ya Lan?"
" Engg tadi aku kebetulan lewat sini dan aku dengar didaerah sini ada nasi goreng kaki lima rasa bintang lima. Apa kamu mau menemaniku mencobanya?"
" Sebenarnya aku udah makan tapi nggak baik juga kalau nolak. Ya udah aku ambil tas dulu atau kamu mau masuk dulu untuk minum?"
" Nggak usah Ver, kita lansung pergi aja."
Alan mengembangkan senyumnya saat Vera sudah berlalu dari hadapannya.
__ADS_1
bersambung....