
Sampai dirumah, Gafa langsung disidang oleh Gathan diruang kerjanya. Ruangan itu terasa sepi hingga Gathan mengeluarkan suaranya.
" Sekarang jelaskan semuanya pada Papa," ucap Gathan dengan suara berat.
" Pah, Gafa bersumpah kalau Gafa tidak memperkosa gadis itu."
" Benarkah? Lalu kenapa polisi menemukan gadis itu dengan pakaian robek dan pinsan? Bahkan terdapat bekas air liurmu dibibirnya! " Bentak Gathan karna Gafa tak mau mengakui kesalahannya.
Faysa segera mendekati Gathan lalu mengelus punggungnya yang membuat Gathan memejamkan mata untuk meredakan emosinya saat ini.
" Kak, sabar. Berikan Gafa kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Dan kamu nak, jujurlah dan jangan berbohong pada mama dan papa. Mama siap mendengar semua walaupun itu nanti akan menyakiti hati mama," ucap Faysa dengan air mata yang sudah menetes.
Gafa merasa sedih melihat ibunya yang menangis karenanya. Gathan kembali duduk lalu membawa Faysa kedalam pelukannya.
" Sekarang jelaskanlah semua pada Papa termasuk uang 500 juta yang kamu tarik tadi."
Gafa terhenyak mendengar ucapan papanya padahal selama ini sang papa tak pernah mempermasalahkan uang yang digunakannya.
" Gadis itu adalah Kyrana. Dia teman SMA Gafa dan tadi Gafa membelinya disebuah club karna dia ingin dijual pada lelaki tua. Gafa tadi hanya ingin menakutinya dan sama sekali nggak ada niatan buat merkosa Kyrana," jelas Gafa.
Gathan menutup matanya guna memikirkan langkah apa yang harus ia ambil. Ia tak ingin menyalahkan Gafa sepenuhnya. Bagaimana pun ia pernah melalui masa mudanya dengan membara.
__ADS_1
" Baiklah, Papa percaya padamu tapi Papa tetap akan mengambil keputusan agar kamu menikahi gadis itu. Papa tidak ingin kasus ini dilanjutkan. Kamu tentunya tidak ingin masuk penjara kan Gaf?"
Mendengar kata penjara membuat tubuh Faysa menjadi bergetar. Gathan yang menyadari hal itu langsung mempererat pelukannya.
" Pah, tidak adakah jalan lainkah? Gafa tentu tidak mau masuk penjara tapi Gafa juga nggak mau kalau harus menikah. Gafa masih 18 tahun."
" Masuk kamarmu dan Papa tidak akan merubah keputusan yang sudah Papa buat."
Gathan kembali mengelus punggung Faysa.
" Maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud membuatmu takut."
" Aku baik-baik saja Kak. Kak, kumohon jangan biarkan Gafa masuk penjara. Aku tidak ingin hal buruk menimpa putra kita Kak."
Faysa menganggukka kepalanya walau berat karna bagaimana pun putranya harus bertanggung jawab.
" Kak, maafkan aku karna aku gagal mendidik putra kita."
" Sssttt....jangan bicara seperti itu sayang. Kamu adalah ibu yang hebat buat Gafa dan Dini. Aku yang bersalah dalam hal ini. Mungkin ini karma dari perbuatanku dimasa muda dulu."
Faysa menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk Gathan.
__ADS_1
" Kak, ini juga bukan salah Kakak. Jangan bicara seperti itu. Mungkin ini adalah ujian yang diberikan untuk kita sebagai orang tua."
Gathan melepas pelukan Faysa lalu menatap istrinya penuh cinta.
" Terima kasih sayang karna kamu masih disini mendampingiku. Aku sangat mencintaimu istriku."
" Aku juga sangat mencintaimu suamiku," balas Faysa sambil tersenyum.
Cup
Gathan mengecup bibir Faysa beberapa saat lalu melepaskannya.
" Temuilah Gafa sayang. Bicaralah pada dirinya agar dia mau menikahi gadis itu."
" Baiklah Kak. Aku akan kekamar Gafa sekarang. Pasti saat ini dirinya merasa tertekan."
Bersambung......
Pengumuman
Untuk kelanjutan kisah Gafa dan Dini, kalian bisa baca dibuku baru ya dengan judul
__ADS_1
" Takdir cinta si kembar "
Selamat membaca....