
Gathan tampak melangkahkan kakinya dengan terburu-buru menuju sebuah restoran. Ia mengedarkan pandangannya lalu melanjutkan lagi langkahnya saat sudah menemukan orang yang ia cari.
" Sorry gue baru dateng," ucap Gathan sambil menarik kursi.
" Iya nggak masalah cuma lima belas menit kok," ucap Vicky sambil melihat jam dipergelangan tangannya.
" Oh ya Than mau ngasih tahu kabar apaan sih? Gue jadi penasaran," tanya Ardi.
Gathan tampak tersenyum lalu mengeluarkan dua buah undangan dari dalam tasnya dan menyerahkannya pada Vicky dan Ardi.
" Gue mau nikah jadi gue ngajak ketemu kalian buat ngasih undangan ini."
Ardi yang mendengar ucapan Gathan langsung membenarkan posisi duduknya.
" Apa Than loe mau nikah? Cepet banget dapet gantinya," ucap Ardi tak percaya.
" Iya gue mau nikah lagi sama ibu dari anak-anak gue."
" Hah maksudnya loe mau nikah lagi sama Faysa?" tanya Vicky ikut penasaran.
" Yap betul banget! Emang ini yang gue tunggu dari dulu dan gue bersyukur akhirnya keinginan gue buat bersama Faysa lagi bisa terwujud."
__ADS_1
" Gue jadi penasaran Faysa itu kayak gimana? Soalnya gue baru lihat sekali pas kejadian dikampus dulu. Jadi gue udah lupa," ucap Ardi.
" Ehmm Faysa itu cantik, baik, kalem, gemesin juga. Pokoknya dia itu ibarat air yang selalu bisa membuat hati gue nyaman," ucap Gathan senang.
" Wah kayaknya jiwa bucin mulai tumbuh dalam diri loe Than," ucap Vicky.
Gathan tak menjawab dan hanya menanggapinya dengan senyuman.
" Ya deh pokoknya selamat buat loe Than. Gue pasti dateng dan bawain kado yang menarik buat loe. Oh ya Than, gue denger perusahaan Alyariz udah dijual ke Erjaya grup dan kabarnya Jimmy sama Windy pergi keluar negri setelah berhasil menjualnya," ucap Ardi mulai serius.
" Jujur aja sob, gue udah nggak terlalu mikirin soal itu. Gue cukup bahagia dengan kehidupan gue yang sekarang. Papa gue udah nggak ambisius seperti dulu dan mama gue terlihat lebih sehat. Bahkan Angel sekarang mau bekerja dan nggak terlalu manja seperti dulu dan semua itu membuat gue bersyukur banget."
" Gue udah nggak terlalu mikirin mereka kok dan gue juga sadar bahwa dendam tidak akan pernah menyelesaikan masalah dan yang ada malah memperpanjang masalah. Kalau soal kehidupan seperti dulu, gue akan berusaha meraihnya dengan seluruh tenaga gue," ucap Gathan bijak.
" Jujur Than, baru kali ini hati gue bergetar denger kata-kata loe," ucap Ardi yang ditanggapi Gathan dengan jitakan dikepalanya.
****
" Yang, bentar lagi kita nikah. Kamu mau punya anak lagi," tanya Gathan sambil mengajak Faysa menikmati keindahan kota pada malam hari dari atas bukit.
" Anak? Bukan masalah mau apa nggak kak cuma setelah menikah nanti aku ingin menikmati masa pacaran dulu sama kamu dan aku juga ingin memberikan perhatian dan waktuku yang banyak hilang untuk sikembar."
__ADS_1
" Iya sayang, kamu bener. Nanti kamu harus slalu ingatkan aku untuk tidak membuatmu hamil," ucap Gathan lalu tertawa.
Faysa menatap lekat-lekat wajah Gathan yang berada didekatnya.
" Kak, apa kamu ingin tahu sejak kapan aku menyukai kakak?" tanya Faysa.
" Iya juga ya, aku sangat ingin tahu sayang sejak kapan kamu menyukaiku."
" Dulu saat kakak menjadi panitia ospek, aku sudah memperhatikan kakak. Kakak terlihat tampan dan paling galak juga dingin diantara semuanya. Aku mulai menyukai kak Gathan dan diam-diam aku sering menaruh kue dimeja kakak supaya kakak tidak lapar. Tapi aku mulai sadar diri saat tahu jika kakak selalu membuang kue yang diam-diam aku berikan karna menganggap itu makanan kampung dan juga gadis-gadis yang menjadi pacar kakak semuanya terlihat cantik dan modis."
Gathan langsung memeluk pinggang Faysa tanpa meminta ijin dahulu.
" Maaf sayang, waktu itu aku pasti bodoh karna tidak menyadari keberadaan wanita cantik dan baik sepertimu."
" Kak lepasin...itu kan cuma kisah dulu."
" Nggak mau lepasin, rasanya nyaman banget."
" Kakak lepasin, dadaku jadi sakit nih!" ucap Faysa yang membuat Gathan langsung melepas pelukannya.
bersambung....
__ADS_1