
Selesai memasak Faysa menyajikan semangkuk bubur untuk Dini. Tak lupa ia melengkapinya dengan telur rebus dan suwiran ayam.
" Sayang, buburnya sudah jadi. Sekarang Dini makan dulu ya."
" Iya mah, baunya harum mah pasti rasanya enak."
" Ayo sekarang buka mulutnya biar mama yang suapin."
Dini membuka mulutnya dan mulai memakan bubur buatan Faysa. Setelah beberapa suapan, Dini mulai kenyang dan menghentikan tangan Faysa yang ingin menyuapinya kembali.
" Sudah mah, Dini sudah kenyang."
" Ya sudah yang penting Dini sudah mau makan. Sekarang minum obatnya ya biar cepat sembuh."
" Ya mah."
Faysa menuangkan obat sirup kedalam sendok kecil lalu menyuapkannya ke Dini. Tiba- tiba Gathan datang dan tersenyum bahagia saat melihat putrinya mau makan dan minum obat.
Setelah diberi obat, tak berapa lama Dini pun tertidur.
" Semoga cepat sembuh ya sayang," ucap Faysa lalu mencium kening putrinya itu.
" Terima kasih ya Fay, kamu sudah mau datang kesini dan merawat Dini."
" Jangan berterima kasih kak, itu sudah kewajibanku sebagai ibu untuk merawat Gafa dan Dini."
Sesaat suasana hening menyelimuti mereka berdua hingga Gathan kembali membuka suara.
" Kamu bahagia dengan pernikahan kamu Fay?" tanya Gathan yang membuat Faysa kaget.
" Ten....tentu saja aku bahagia kak, mas Rosan sangat menyayangiku dan selalu memperlakukan aku dengan baik."
__ADS_1
" Baguslah kalau begitu, aku hanya tidak ingin kamu sedih lagi," ucap Gathan sambil menatap Faysa lekat hingga membuat Faysa merasa jengah.
" Sebaiknya aku pulang dulu kak." Faysa beranjak dari duduknya.
" Kamu tidak ingin menunggu Dini bangun dulu," ucap Gathan menahan Faysa.
" Tidak usah kak, aku khawatir nanti istrimu salah paham jika melihatku disini."
" Jangan khawatirkan hal itu, ini rumahku jadi aku berhak mengundang siapapun tanpa harus meminta ijin darinya."
" Tapi kak kamu juga harus bisa menjaga perasaan istri kamu," ucap Faysa lalu keluar dari kamar Dini.
Gathan pun mengikuti langkah Faysa yang turun dari tangga.
" Biar kuantar pulang."
" Tidak perlu kak, aku bisa pulang naik taksi."
Ceklek
Dengan langkah cepat Windy berjalan mendekati Faysa.
Plak
Tanpa meminta penjelasan Windy langsung menampar pipi Faysa.
" Auww.." jerit Faysa sambil memegang pipinya yang terasa sakit.
" Hai untuk apa kamu kesini? Kamu mau menggoda suamiku disaat aku tidak ada! Dasar pelakor!" teriak Windy sambil mengangkat tangannya dan berniat kembali menampar Faysa.
Dengan sigap Gathan menahan tangan Windy dan menatap nyalang kearah istrinya.
__ADS_1
" Hentikan tindakan bodohmu itu!"
" Mas kenapa kamu malah marah sama aku? Aku hanya mencoba melindungi rumah tangga kita dari perempuan gatal ini," ucap Windy sambil menunjuk kearah Faysa.
" Aku yang menyuruhnya datang kesini untuk merawat Dini yang sedang sakit jadi jangan menuduhnya sembarangan dan jaga ucapanmu itu!"
Gathan menarik Windy menuju kamar dan menyuruhnya masuk.
" Tunggu disini masih ada hal yang harus kita selesaikan dan jangan berisik atau aku akan bertambah marah jika Dini terbangun karna teriakanmu!"
Gathan menutup pintu kamar dan segera menyusul Faysa kebawah.
" Maaf Faysa jika Windy berbuat tidak sopan padamu. Apa masih sakit?"
Gathan mengusap pipi Faysa yang memerah namun tangannya langsung ditepis oleh Faysa.
" Aku pulang kak dan jelaskanlah pada istrimu kalau aku kesini hanya untuk merawat Dini dan sama sekali tidak ada niat untuk merebutmu," ucap Faysa sambil menahan tangisannya lalu pergi.
Tangan Gathan terkepal melihat Faysa yang lagi-lagi tersakiti oleh orang terdekatnya. Gathan melangkahkan kakinya menuju kamar dan melihat Windy yang duduk diatas ranjang.
" Ini untuk terakhirnya Win dan jangan sampai aku melihatmu menyakiti Faysa lagi atau kamu akan menyesal."
" Mas aku ini istri kamu! Bukannya kamu membujukku dan minta maaf tapi kamu malah mengancamku. Aku bosan dengan sifat dinginmu mas!"
" Kalau kamu bosan, aku akan menceraikanmu."
" Kenapa kamu bilang begitu mas? Kamu jahat, bahkan sampai sekarang kamu sama sekali tidak pernah menyentuhku. Aku selalu bingung karna semua orang selalu menanyakan kenapa aku belum hamil juga!"
" Kamu sangat ingin kusentuh? Baiklah, bersiaplah malam ini aku akan melakukan kewajibanku memberi nafkah batin tapi aku tidak akan membuatmu hamil!"
Gathan keluar dari kamar sambil membanting pintu.
__ADS_1
Kurang ajar kamu mas, selama ini aku menahannya karna aku mencintaimu. Tapi kali ini kamu sudah keterlaluan jadi jangan salahkan aku jika aku tak ragu lagi menjalankan rencanaku dan saat itulah kamu akan mengemis padaku karna kehancuranmu.
bersambung....