Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 123


__ADS_3

Vera dan Alan sudah sampai di Jakarta. Mereka segera memesan taksi online untuk pergi ke rumah Gathan. Sekitar satu jam perjalanan, sampailah mereka disebuah rumah dengan gaya minimalis yang terlihat nyaman.


Sesaat mereka berdua menatap kondisi rumah itu.


" Kamu yakin mereka tinggal disini?"


" Aku harap begitu."


Baru beberapa melangkahkan kaki mereka, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara pintu terbuka yang cukup keras. Tak lama keluarlah seorang anak kecil dengan membawa mobil mainannya.


" Bos kecil," ucap Alan tersenyum senang dan segera berlari kecil menghampiri Gafa.


" Gafa." Panggil Alan yang membuat Gafa menghentikan aktifitas bermainnya.


" Om Alan! Om kemana aja kok lama nggak kelihatan?"


" Om baru pulang dari luar kota. Apa papa kamu ada?"


" Ada om, tadi habis makan siang. Gafa panggilin dulu ya," ucap Gafa lalu kembali masuk.


Tak lama keluarlah Gathan dengan terburu-buru setelah diberi tahu Gafa. Gathan berada diambang pintu dan memperhatikan asistennya yang nampak kurus dan sedikit tidak terawat.


" Alan."


" Tuan muda, maafkan saya tuan muda karna saya tidak bisa menjaga keluarga ini dan tidak bisa mendampingi tuan muda disaat kesusahan," ucap Alan sambil membungkuk.


" Duduklah Lan. Aku sangat kaget saat Gafa memberitahuku kalau kamu datang kesini. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu sampai tiba-tiba menghilang?"


" Saya diculik Jimmy dan dikurung disebuah rumah di Sukabumi. Saya tidak bisa melarikan diri tuan, saya memang bodoh."

__ADS_1


" Kurang ajar jadi dia juga berusaha menyingkirkanmu agar tidak bisa membantuku! Lalu bagaimana kamu bisa bebas?"


" Ada yang menyelematkan saya tuan dan saya akan menunjukkan orangnya pada tuan tapi saya harap tuan nanti tuan bisa bersikap tenang."


Faysa datang membawa minuman ditengah obrolan mereka. Ia meletakkan dua gelas jeruk hangat diatas meja.


" Nona Faysa," ucap Alan kaget melihat keberadaan Faysa dirumah Gathan.


" Aku dan Faysa sudah menikah kembali Lan dan aku sangat bahagia dengan kehidupanku sekarang," ucap Gathan lalu menarik tangan Faysa agar duduk dipangkuannya.


Alan dapat melihat rona kebahagiaan yang terpancar tulus dari wajah tuannya itu.


" Oh ya Lan siapa orang yang ingin kamu tunjukkan tadi?"


" Baik tuan saya akan memanggilnya. Vera keluarlah!"


Dari balik dinding, keluarlah seorang wanita dengan berjalan pincang. Faysa yang begitu kaget melihat keberadaan Vera langsung memeluk erat suaminya itu.


" Aku takut kak, jangan biarkan dia menyakitiku," ucap Faysa semakin erat memeluk suaminya.


" Aku disini sayang, tidak akan ada yang berani menyakitimu."


Alan yang paham akan kondisi itu langsung menjelaskannya pada Gathan karna selama ini Gathan memang tahu tentang Vera hanya saja ia belum pernah tahu Vera secara visual.


" Tuan muda, sebenarnya Vera ini adalah Vera yang dulu dibayar tuan besar untuk menyiksa nona Faysa dipenjara dan dia adalah kakak dari Windy."


Penjelasan Alan begitu membuat Gathan kaget dan menatap tajam kearah Vera namun ia kembali teringat pada istrinya yang sedang ketakutan.


" Tunggu disini, aku ingin mengantar istriku kedalam," ucap Gathan dingin.

__ADS_1


Sekitar lima belas menit Gathan keluar lagi setelah menenangkan istrinya.


Bugg


Vera langsung terjungkal begitu mendapat tinju diarea perutnya. Vera kaget namun ia tak membalas karna ia tahu ia memang dulu ia salah pada Faysa. Gathan kembali memukul wajah Vera tak peduli bahwa yang dihajarnya kini adalah seorang perempuan.


" Tuan muda sudah hentikan! Dia kesini dengan niat baik lagi pula dulu orang-orang kita sudah menghajarnya sampai kakinya pincang."


Gathan menghentikan aksinya dan mencoba meredam emosi yang tadinya sempat meluap.


" Kenapa kamu membawa dia kemari Lan? Kamu tidak lihat istriku sampai ketakutan seperti itu!"


Alan membantu Vera duduk. Ia melihat wajah Vera yang datar tanpa ekspresi kesakitan.


" Katakanlah Ver," ucap Alan.


" Sebelumnya saya minta maaf atas segala kejahatan yang dilakukan Windy pada anda dan keluarga ini. Kini dia dan Jimmy suaminya telah berpulang pada yang kuasa. Tujuan saya kesini atas amanah dari Jimny, ia menyuruh saya untuk mengembalikan semuanya pada keluarga ini. Dia sangat menyesal dan memohon maaf atas segala kesalahannya."


" Apa? Windy dan Jimmy meninggal?"


" Ya, mereka mengalami kecelakaan maut hingga tak bisa diselamatkan lagi. Semua sudah saya serahkan pada tuan Alan yang berstatus sebagai asisten anda."


" Tapi bukannya dia sudah menjual perusahaanku?"


" Hanya satu saja dan itu sebagai pengalihan isu. Dan untuk istri anda, jika dia sudah siap bertemu dengan saya, saya sungguh ingin meminta maaf secara langsung."


" Baiklah, aku minta maaf karna tadi aku memukulmu berkali-kali. Antarkan dia keklinik Lan untuk mengobati lukanya."


Alan ingin berdiri tapi langsung dicegah Windy." Tidak perlu melakukannya, ini bukan luka yang serius."

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2