
Malam beeikutnya Faysa begitu sibuk membuat syukuran kecil-kecilan untuk keberhasilan kedua anaknya. Berbagai macam masakan sudah ia siapkan diatas meja makan yang cukup besar.
Gathan yang mencium aroma harum dari arah dapur segera menghampiri Faysa yang hampir seharian sibuk di dapur.
" Sayang baunya harum banget. Bikin laper aja," ucap Gathan sambil memeluk Faysa dari belakang.
" Udah laper ya Kak? Sabar ya...kita tunggu kedatangan Angel sama Bayu.
" Hari ini kamu saking sibuknya sampai tega nyuekin aku seharian. Aku mandi aja kamu nggak nyiapin baju ganti aku," ujar Gathan merajuk.
" Ihhh maaf ya Kak. Aku tadi saking asyik masaknya sampai lupa ngurusin kamu," ucap Faysa dengan sedikit sedih.
" Iyaa...mukanya nggak usah gitu dong. Bikin gemes aja." Goda Gathan yang langsung mencubit kedua pipi Faysa.
Dari arah atas tampak Dini yang menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang ayah yang selalu manja pada ibunya.
" Mah awas ayamnya gosong!" Teriak Dini mengerjai orang tuanya.
Faysa yang kaget pun reflek mendorong Gathan yang tengah memeluknya dan menghampiri penggorengannya. Dini pun tertawa melihat reaksi ibunya yang panik.
" Dini kamu ngerjain Mamah ya?"
__ADS_1
" Maaf Mah. Habis udah tau Mama lagi sibuk eh papah gangguin mulu."
" Awas ya kamu anak kecil. Berani ya kamu ketawa lihat Papa jatuh."
Gathan mengejar Dini hingga terjadilah kericuhan antara anak dan ayah itu.
****
Gafa termenung didalam kamarnya sendirian padahal diluar keluarganya sedang berkumpul bersama. Ia pamit dari keramaian dengan alasan kepalanya sedikit pusing.
Tentu saja hal itu membuat ibunya langsung panik. Tapi ia menyakinkan ibunya bahwa dirinya baik-baik saja dan hanya butuh istirahat.
Pikirannya menerawang pada kejadian 3 hari lalu. Saat itu ia tengah merayakan kemenangan tim basketnya bersama para anggotanya disebuah tempat karoke.
Saat meminum gelas ketiga, Gafa merasa kepalanya pusing dan perutnya begitu mual. Dia pun pamit pergi kekamar mandi dan berjalan dengan sempoyongan.
Gafa yang tak kuat akhirnya ambruk didepan pintu toilet hingga samar-samar ia melihat seorang gadis menghampirinya dan mencoba menyadarkan dirinya yang setengah sadar.
Gadis itu memapah Gafa dan membawanya kesebuah kamar yang terletak dilantai 5. Gafa yang sudah mabuk pun tampak tergoda saat melihat gadis itu yang memakai pakaian minim.
" Kamu bekerja disini kan?" tanya Gafa tak jelas.
__ADS_1
" Iya, kamu istirahat saja sampai besok kamu sadar," ucap gadis itu lalu meninggalkan Gafa.
Belum sempat gadis itu pergi, Gafa langsung menarik tangan gadis itu dan mendorongnya keatas ranjang. Gafa tersenyum smirk sambil melepaskan jaketnya.
" Temani aku cantik. Aku akan memberimu tips yang besar." Seringai Gafa yang membuat gadis bernama kyrana itu ketakutan.
" Kamu jangan macam-macam Gaf! Aku teman sekelasmu!"
" Heh kamu jangan munafik! Dan apa kau bilang tadi teman? Asal kamu tahu, aku nggak pernah punya teman pelacur!" Hina Gafa yang disambung tawa.
Plak
Sebuah tamparan langsung mendarat dipipi Gafa.
" Aku memang miskin tapi aku tidak sehina itu!" ucap kyrana tak terima.
Gafa yang tak terima langsung menindih tubuh Kyrana. Kyrana berusaha berontak namun sayang tenaganya tak cukup mampu melawan Gafa yang dalam keadaan mabuk.
Gafa berhasil melucuti pakaian Kyrana dan mencumbu seluruh lekuk tubuh Kyrana dengan bibirnya. Disaat Gafa ingin melakukan penyatuan, tiba-tiba dirinya pinsan.
Kyrana merasa lega walaupun Gafa sudah melecehkannya tapi setidaknya ia masih belum kehilangan keperawanannya.
__ADS_1
bersambung....