
Dengan penuh amarah, Gathan keluar dari rutan dengan langkah cepat. Bahkan ia membanting pintu mobil lalu memgendarai mobilnya dengan cepat.
Masih jelas sekali dalam ingatannya, bagaimana pria itu memeluk erat Faysa dan tangannya yang mengusap lembut punggung Faysa.
Hah!
Teriak Gathan sambil memukul kemudi dengan kepalan tangannya. Gathan membelokkan mobilnya disebuah kafe langganannya lalu memesan minuman khusus untuk menyslirkan kekesalannya.
Sementara itu Faysa yang masih bersama Bayu tampak mulai melepaskan tangan Bayu yang begitu erat mendekapnya. Mereka saling berpandangan dan dapat Faysa lihat sorot mata Bayu yang tulus.
" Terima kasih Bay karna kamu sudah mencintaiku tapi maaf aku tidak bisa menerima lamaran kamu," ucap Faysa yang langsung membuat senyum Bayu menghilang.
" Kenapa Fay? Apa sudah ada orang lain dihati kamu?"
" Kamu tahu sendiri Bay kalau selama ini aku tidak pernah memikirkan yang namanya cinta. Sekali lagi aku minta maaf, kamu orang baik Bay dan aku yakin kamu juga akan mendapat wanita yang baik. Yang mencintai kamu seperti kamu mencintainya."
" Dan hanya kamu wanita terbaik yang aku cintai Fay. Untuk saat ini kamu boleh menolakku tapi aku akan terus berusaha membuat kamu membalas perasaanku. Kalau begitu aku pulang dulu ya, jaga kesehatan selalu," pamit Bayu sambil mengacak rambut Faysa.
Aku sudah menikah Bay walau aku hanya dijadikan budak **** oleh suamiku sendiri. Selamanya aku akan menyayangimu sebagai sahabatku. Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu.
Malam hari setelah makan malam, Faysa pergi ke klinik untuk menjenguk Asri yang sedang demam.
" Malam Mbak, gimana rasanya? Apa masih sakit?
" Udah nggak terlalu pusing sih Fay cuma badanku rasanya masih menggigil."
__ADS_1
" Ya udah Mbak Asri istirahat aja supaya cepet sembuh. Kalau gitu aku balik ke sel dulu ya Mbak."
Faysa berjalan sendirian menuju selnya hingga tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang.
" Eh ada apa Buk?" tanya Faysa kaget.
" Itu Pak Gathan nyariin kamu! Kamu udah ditunggu diruang pribadi," ucap petugas itu lalu membawa Faysa menuju ruangan yang disewa Gathan.
Faysa sampai disebuah ruangan yang letaknya dibelakang dan cukup jauh dari bilik sel. Dengan perlahan Faysa membuka pintu lalu mendapati Gathan yang sudah duduk ditepi ranjang sambil menatapnya dengan sorot mata memerah.
" Kak."
" Masuk!"
" Layani gue ," ucap Gathan lalu melucuti baju Faysa dengan kasar.
" Kak....Kak Gathan kenapa?"
" Nggak usah banyak tanya! Tugas loe tu cuma nglayani hasrat gue. Ngerti kan loe!" bentak Gathan yang sukses membuat hati Faysa terasa pedih.
Tanpa pemanasan, Gathan langsung memasukkan miliknya ke milik Faysa yang masih kering.
" Arghhh sakit Kak! Berhenti Kak," jerit Faysa yang merasa miliknya bagai disayat karna Gathan melakukannya dengan kasar.
Gathan yang masih berada dipuncak emosi itu pun tak mengindahkan teriakan Faysa dan terus melakukan aksinya. Sama sekali tak ada kelembutan dan ******* seperti pada malam pertama mereka.
__ADS_1
" Kak sakit Kak, saya salah apa Kak? Kenapa Kak Gathan seperti ini?"
Plak plak
Gathan yang sudah bosan mendengar suara Faysa pun langsung menampar kedua pipi Faysa hingga memerah.
" Kak..." panggil Faysa sambil meraba pipinya yang terasa perih.
Gathan yang sudah kehilangan gairahnya itu pun langsung bangkit dari tubuh Faysa. Gathan lalu menyeret Faysa ke dalam kamar mandi.
" Kak Gathan sebenarnya kenapa? Katakan kalau saya ada salah kak."
" Loe bisa diem nggak sih! Gatal kuping gue nih. Pikirin sendiri kesalahan loe!" bentak Gathan lalu mengambil sikat kamar mandi.
Gathan menggosok tubuh Faysa dengan sikat kamar mandi hingga lecet dan mengeluarkan darah. Gathan seperti tak sadar dengan apa yang sudah ia lakukan pada istrinya.
" Arghhh sakit Kak ampun," jerit Faysa yang merasakan perih disekujur tubuhnya.
Gathan membuang sikat yang sudah berwarna merah itu kelantai lalu memutar keran shower hingga air yang keluar membasahi tubuh Faysa yang berada dibawahnya.
Gathan meninggalkan Faysa yang masih merintih kesakitan begitu saja. Begitu keluar, Gathan langsung menemui petugas kepercayaannya.
" Urus wanita itu sekarang dan selalu beritahukan padaku keadaannya," ucap Gathan sambil berlalu pergi.
bersambung.....
__ADS_1